Ikan Mati Massal di Pantai Ambon, Ini Penyebabnya Menurut Ilmuwan

Liberty Jemadu

Sabtu, 21 September 2019 | 21:21 WIB
Ikan Mati Massal di Pantai Ambon, Ini Penyebabnya Menurut Ilmuwan
Ilustrsi ikan mati massal. [Antara]

Suara.com - Publik Ambon, Maluku selama pekan ini dihebohkan penemuan bangkai-bangkai ikan dan mahluk laut lainnya di pesisir Pantai Ambon, mulai dari pesisir Kecamatan Leitimur Selatan, Kecamatan Nusaniwe, Kecamatan Baguala, dan Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kematian massal ikan dasar laut itu telah memantik sejumlah rumor, mulai dari adanya ledakan di bawah air, wabah penyakit, hingga akan datangnya bencana gempa bumi serta tsunami.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama sejumlah peneliti dari lembaga lain termasuk BMKG dan universitas di Maluku menggelar penelitian untuk mengungkap penyebab kematian massal ikan tersebut selama dan mengumumkan temuan awal pada Kamis (19/9/2019).

Bukan karena ledakan

LIPI, yang diwakili oleh Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) mengungkapkan bahwa kematian massal ikan di beberapa kawasan pesisir Ambon tidak disebabkan oleh ledakan di bawah laut.

"Kalau ledakan di bawah laut, hasil penelitian kita tidak melihat ada bukti ledakan. Kalau pun ada efek belerang dan segala macam kita tidak melihat bukti di ikannya atau di dasar laut," kata Kepala P2LD-LIPI Nugroho D. Hananto.

Ia mengatakan ada hipotesa yang muncul kalau kematian massal ikan di sejumlah kawasan pesisir Pulau Ambon disebabkan oleh aktivitas vulkanik di bawah laut belum bisa dibuktikan, karena sejauh ini tidak ditemukan bukti-bukti terkait hal tersebut.

P2LD, kata Nugroho, telah melakukan sejumlah analisis data oseanografi, kimia, fisika dan biologi, termasuk menguji sejumlah sampel ikan mati.

Hasil penelitian sementara menunjukan kematian massal ikan bukan disebabkan oleh anomali yang terjadi di laut, seperti keracunan akibat fenomena ledakan alga beracun, aktivitas pengeboman ikan maupun kandungan logam berat.

baca juga

"Dari LIPI sendiri kita tidak melihat adanya efek pengeboman di ikan, adanya ikan yang keracunan blooming algae, yang kita lihat memang ada ikan yang ada parasit di insangnya, tapi cuma sedikit, tidak signifikan. Masyarakat boleh mengonsumsi ikan-ikan yang mati itu selama kondisinya masih segar," kata Nugroho seperti dilansir Antara.

Dikatakanya bahwa hasil riset awal P2LD-LIPI akan dikomparasi dengan berbagai data, hasil penelitian, observasi maupun hipotesa dari berbagai lembaga perikanan dan instasi terkait untuk dilaporkan kepada Pemerintah Kota Ambon, agar bisa diumumkan kepada publik dan mengurangi lebih banyak spekulasi yang beredar di masyarakat.

"Semuanya kan ada tahapannya, hasil yang ada sekarang adalah penelitian awal yang dilakukan berdasarkan uji sampel yang didapatkan setelah kejadian, kita perlu melihat yang sebelumnya dan penelitiannya lagi jalan, dalam proses," demikian Nugroho D. Hananto.

Pergerakan air laut

Diduga peristiwa kematian massal ikan yang terjadi dalam rentang waktu berbeda-beda disebabkan oleh adanya pergerakan masa air atau upwelling, fenomena naiknya air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar dari dasar laut ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya.

Irma Kesaulya, peneliti dari FPIK Universitas Pattimura dalam laporannya bahwa hasil analisa lambung sampel ikan mati dan sampel air laut dari Leahari menunjukan kematian ikan dipengaruhi oleh rendahnya temperatur air laut dan hipoksia atau kurangnya pasokan oksigen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:55 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayan Indonesia Berawan dan Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayan Indonesia Berawan dan Hujan Ringan

News | Senin, 21 September 2026 | 07:22 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×