NASA Pamer Foto Gerhana Matahari di Planet Jupiter, Ini Penampakannya

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia | Suara.com

Selasa, 24 September 2019 | 20:46 WIB
NASA Pamer Foto Gerhana Matahari di Planet Jupiter, Ini Penampakannya
Penampakan planet Jupiter terbaru dengan menggunakan hubble. [NASA]

Suara.com - Fenomena gerhana Matahari tidak hanya terjadi di Bumi, namun juga di planet lain. Termasuk planet Jupiter yang dikenal sebagai planet terbesar dalam tata surya kita.

Pesawat luar angkasa bernama Juno milik NASA belum lama ini memamerkan sebuah foto yang menampilkan gerhana Matahari di planet Jupiter.

Cukup langka, temuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para ilmuwan untuk menambah pengetahuan terkait planet terbesar di tata surya ini.

Potret gerhana Matahari di planet Jupiter ini terjadi saat pesawat luar angkasa Juno berada di titik terdekat dari planet tersebut.

Menggunakan instrumen JunoCam dengan resolusi 14 kilometer per piksel, foto gerhana Matahari di planet Jupiter ini lalu dikirim ke Bumi dan dipamerkan oleh NASA.

Baca Juga : Ramai Langit Merah di Muaro Jambi, Ini Penjelasan BMKG

Dilansir dari Forbes, potret ini diambil pada 12 September 2019 lalu. Saat itu, satelit alami Io menghalangi cahaya Matahari dan kemudian menghasilkan bayangan pada garis Khatulistiwa Utara Jupiter yang berwarna-warni.

Gerhana Matahari di planet Jupiter nampak berbeda dengan apa yang terjadi di Bumi. Hal ini karena perbedaan sistematis antara kedua sistem tersebut.

Penampakan Planet Jupiter. (NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Kevin M. Gill)
Penampakan Planet Jupiter. (NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Kevin M. Gill)

Jika dilihat dari Bumi, Bulan dan Matahari memiliki ukuran yang hampir sama yang memungkinkan bayangan yang dihasilkan juga tidak jauh berbeda.

Bayang Bulan di Bumi yang kabur berbeda dengan bayangan Io di planet Jupiter yang begitu tajam. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Baca Juga : Gerhana Matahari Cincin Akan Terlihat dari Indonesia, Kapan?

Katie Mack, seorang astronom dengan gelar doktor mencoba menjelaskan fenomena ini sesuai yang dikutip dari IFL Science.

Planet Jupiter saat terjadi gerhana matahari. (NASA)
Planet Jupiter saat terjadi gerhana matahari. (NASA)

Menurutnya hal ini terjadi karena ukuran Io yang sangat besar dan jauh lebih dekat. Alhasil Matahari menjadi terhalang dan tampak 4 kali lebih besar jika dilihat dari Jupiter.

Karena posisi Io yang lebih dekat dengan planet Jupiter membuat penumbra atau area bayangan kabur saat gerhana nampak sangat tipis.

Saat dibagikan ke Twitter, unggahan NASA saat pamer foto gerhana Matahari di planet Jupiter ini cukup mencuri perhatian pengguna Twitter. (HiTekno.com).

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren, Kurang dari 100 Hari  Gerhana Matahari Cincin Ada di Indonesia

Keren, Kurang dari 100 Hari Gerhana Matahari Cincin Ada di Indonesia

Tekno | Jum'at, 20 September 2019 | 11:10 WIB

Bisa Tumbuhkan Tanaman di Luar Angkasa, Tupperware Raih Penghargaan

Bisa Tumbuhkan Tanaman di Luar Angkasa, Tupperware Raih Penghargaan

Press Release | Kamis, 19 September 2019 | 18:31 WIB

Pimpinan NASA Keukeuh Kategorikan Pluto Sebagai Planet

Pimpinan NASA Keukeuh Kategorikan Pluto Sebagai Planet

Tekno | Senin, 02 September 2019 | 16:15 WIB

Terkini

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:05 WIB

37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti

37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:55 WIB

4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh

4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:43 WIB

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:30 WIB

Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:20 WIB

Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo

Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo

Tekno | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:55 WIB

Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED

Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:42 WIB

Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari

Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:41 WIB

Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern

Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:25 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:21 WIB