Masuk Toilet Umum di China Bisa Dapat Peringatan, Kok Bisa?

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Masuk Toilet Umum di China Bisa Dapat Peringatan, Kok Bisa?
Toilet umum di China dilengkapi dengan kecerdasan buatan. [SCMP]

Pemerintah China telah menyematkan teknologi kecerdasan buatan di toilet umum.

Suara.com - Perkembangan teknologi di China semakin canggih. Bahkan, pemerintah di Negeri Tirai Bambu sudah menyematkan teknologi Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan) ke dalam toilet umum.

Sebagaimana dilansir laman South China Morning Post, pemerintah China telah membangun sekitar 150 toilet umum di kawasan Shanghai yang sudah dilengkapi AI dan lengkap dengan berbagai peraturan.

AI tersebut akan memastikan pengguna toilet untuk menyelesaikan segala urusannya di toilet dalam waktu 15 menit. Jika melebihi dari batas waktu yang sudah ditentukan, maka ia akan mendapat peringatan yang dikirim petugas.

Hal ini dimungkinkan terjadi karena setiap toilet di Shanghai dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi tubuh manusia dengan memanfaatkan infra merah dan ultrasonik. Sensor ini bisa mendeteksi waktu yang dihabiskan orang di dalam bilik toilet.

Dari dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Shanghai, sensor ini juga bisa memantau kualitas udara di dalam bilik, plus menyesuaikan ketinggian air agar penggunaan air bisa lebih hemat.

Smeentara itu, sebuah laporan dari Institut Penelitian Industri Qianzhan, konsep toilet pintar seperti ini juga akan diaplikasikan di tiga kota besar di China yang lainnya, yaitu Beijing, Guangzhou, dan Shenzhen.

Bahkan hingga akhir tahun ini, sudah ada 700 kota di China yang telah mengajukan program toilet pintar kepada pemerintah dan sedang menunggu proses pembangunan.

Toilet umum di China dilengkapi dengan kecerdasan buatan. [SCMP]
Toilet umum di China dilengkapi dengan kecerdasan buatan. [SCMP]

Meski begitu, keberadaan toilet ini menuai pro dan kontra dari kalangan warga China itu sendiri.

“Menurut saya tidak apa-apa, mungkin bukan ide yang baik untuk membaca novel di dalam toilet,” ujar Frank Lin.

Berbeda dengan Lin, warga China lainnya, Liu, justru menilai toilet pintar tersebut akan mengubah kenyamaan saat berada di dalam toilet tersebut.

“Ini bisa sangat memalukan bagi saya. Sejak saya kecil, saya terbiasa menghabiskan sampai setengah jam di toilet. Ini artinya petugas toilet bakal memberikan peringatan ke saya dua kali, itu akan membuat saya gugup,” tutup Liu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS