Bahas Libra, Mark Zuckerberg Dicecar Anggota Kongres AS

Dythia Novianty

Jum'at, 25 Oktober 2019 | 13:16 WIB
Bahas Libra, Mark Zuckerberg Dicecar Anggota Kongres AS
CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri dengar pendapat dengan anggota Kongres AS, Rabu (23/10/2019). [AFP/Mandel Ngan]

Suara.com - CEO Facebook, Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di Kongres Amerika Serikat (AS) terkait rencananya meluncurkan mata uang kripto Libra, Rabu (24/10/2019) waktu setempat.

Salah seorang perwakilan Kongres dari Republik Demokratik Alexandria Ocasio-Cortez, mempertanyakan perihal kebijakan Facebook yang memungkinkan politisi berbohong saat membuat iklan. Sayang, Zuckerberg tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.

Dilansir laman BuzzFeedNews, Bos Facebook itu tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan anggota kongres tersebut.

Anggota kongres tersebut mempertanyakan seberapa aman Facebook dalam penerapan Libra yang penuh risiko dengan melihat dari peristiwa kebocoran data yang terjadi belum lama ini.

Tidak sampai di situ, serangan Zuckerberg pun datang dari Ketua Kongres Maxine Waters (D-CA) menyampaikan keluhannya dengan Facebook dan menyatakan keraguan atas rencana cryptocurrency perusahaan. Dia pun kembali mengingatkan, peran platform media sosial tersebut dalam campur tangan pemilu Rusia pada 2016 atau keputusannya yang baru-baru ini untuk tidak mengecek iklan politik.

Waters mengungkapkan bahwa Facebook terlalu banyak mengalami kegagalan dengan berbagai masalah yang menyangkut kepentingan nasional, sehingga mempelopori mata uang baru berisiko mengguncang ekonomi internasional.

"Dengan semua masalah yang telah saya uraikan, dan mengingat ukuran dan jangkauan perusahaan, harus jelas mengapa kami memiliki keprihatinan serius tentang rencana Anda untuk membangun mata uang digital global yang akan menantang dolar AS," kata Waters sebagaimana dilansir laman The Verge.

Namun, kritikan ini telah diantisipasi Zuckerberg dengan mengatakan bahwa dia percaya bahwa Libra harus mulai dibuat. Meskipun begitu, dia mengakui jika Facebook bukan platform ideal saat ini.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri dengar pendapat dengan anggota Kongres AS, Rabu (23/10/2019). [AFP/Mandel Ngan]
CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri dengar pendapat dengan anggota Kongres AS, Rabu (23/10/2019). [AFP/Mandel Ngan]

"Kami telah menghadapi banyak masalah selama beberapa tahun terakhir, dan saya yakin orang-orang berharap itu siapa lagi jika bukan Facebook yang mengedepankan ide ini," katanya.

baca juga

Di tempat lain dalam diskusi, Rep. Joyce Beatty (D-OH) "menyerang" Zuckerberg karena kurangnya pengetahuan tentang keragaman dan masalah periklanan di perusahaan. Beatty menanyai Zuckerberg atas laporan yangtelah dikirim komite dan menuduh dia belum membaca sama sekali.

"Anda berpikir ini adalah lelucon ketika Anda telah menghancurkan kehidupan banyak orang, mendiskriminasi mereka," kata Beatty.

Meskipun begitu, Zuckerberg menjawab anggota parlemen bahwa Facebook tidak akan setuju untuk bergerak maju pada proyek Libra sampai semua badan pengawas AS yang terlibat memberi lampu hijau.

Jika Libra memutuskan untuk bergerak maju tanpa persetujuan peraturan ini, Zuckerberg mengonfirmasi bahwa Facebook akan dipaksa untuk meninggalkan Libra.

Beberapa anggota parlemen, termasuk Waters dan Rep. Jesús García (D-IL), bahkan menyarankan bahwa berulang kali pelanggaran privasi dan kepercayaan pengguna Facebook, mempertanyakan apakah perusahaan harus dibubarkan sepenuhnya, sesuatu yang juga diminta oleh kandidat presiden 2020 Elizabeth Warren.

Logo Libra, mata uang kripto besutan Facebook yang rencananya diluncurkan 2020 mendatang. [AFP/Libra Press]
Logo Libra, mata uang kripto besutan Facebook yang rencananya diluncurkan 2020 mendatang. [AFP/Libra Press]

Facebook kini di bawah pengawasan lebih ketat daripada sebelumnya di Kongres AS. Sekarang, industri ini dipandang sebagai ancaman yang terus tumbuh yang perlu dikendalikan, bukannya dibebaskan.

Sudah ada sejumlah investigasi antimonopoli yang terbuka di Facebook. Tidak lama setelah itu diselesaikan dengan Komisi Perdagangan Federal atas skandal privasinya, Facebook mengumumkan bahwa mereka sedang diselidiki lagi oleh agensi tersebut atas potensi pelanggaran antimonopoli.

Ilustrasi Facebook. [Shutterstock]
Ilustrasi Facebook. [Shutterstock]

Awal tahun ini, Waters menyerukan agar Facebook menghentikan pengembangan Libra sampai para pembuat kebijakan dapat mengembangkan semacam kerangka peraturan. Pada saat itu, seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada The Verge bahwa perusahaan sedang "berharap untuk menjawab pertanyaan anggota parlemen ketika proses ini bergerak maju," tetapi tidak setuju untuk menghentikan pembangunan.

Dengan berbagai tekanan dari para anggota kongres yang mengkritiknya, Zuckerberg menjawab dengan mengatakan bahwa dia percaya pengawasan kongres dari regulator keuangan sudah cukup. Jika regulator AS menyetujui Libra dalam waktu dekat, Facebook akan meluncurkannya di seluruh dunia tanpa restu dari Kongres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggahan di Facebook Picu Kerusuhan, 4 Warga Bangladesh Tewas

Unggahan di Facebook Picu Kerusuhan, 4 Warga Bangladesh Tewas

News | Senin, 21 Oktober 2019 | 14:16 WIB

Viral! Anak Durhaka Ini Jual Ibu Kandungnya Rp 10 Ribu di Facebook

Viral! Anak Durhaka Ini Jual Ibu Kandungnya Rp 10 Ribu di Facebook

Tekno | Kamis, 17 Oktober 2019 | 10:40 WIB

Bantah Sebar Hoaks soal Papua, InsightID: Kami Dukung Persatuan Indonesia

Bantah Sebar Hoaks soal Papua, InsightID: Kami Dukung Persatuan Indonesia

Tekno | Senin, 14 Oktober 2019 | 22:04 WIB

Peneliti Facebook Kini Menterjemahkan Lewat Angka, Kok Bisa?

Peneliti Facebook Kini Menterjemahkan Lewat Angka, Kok Bisa?

Tekno | Senin, 14 Oktober 2019 | 07:10 WIB

Bos Apple Kritik Mata Uang Digital Libra

Bos Apple Kritik Mata Uang Digital Libra

Tekno | Senin, 07 Oktober 2019 | 16:20 WIB

Waduh! Tiga Negara Minta Facebook Buka Enkripsi Data Pengguna

Waduh! Tiga Negara Minta Facebook Buka Enkripsi Data Pengguna

Tekno | Senin, 07 Oktober 2019 | 13:52 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×