Kominfo Tak Ingin Jaringan 5G Rasa 4G

Senin, 02 Desember 2019 | 15:35 WIB
Kominfo Tak Ingin Jaringan 5G Rasa 4G
Ilustrasi tentang teknologi jaringan 5G (Shutterstock).

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa teknologi 5G akan menjadi fokus utama industri telekomunikasi di masa mendatang.

Meski begitu, Kominfo meminta operator telekomunikasi agar tidak terburu-buru untuk menghadirkan internet 5G, dan lebih menekankan pada pelayanan berkualitas kepada konsumen.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal SDPPI Kominfo, Ismail. Ia mengatakan bahwa ada tren peningkatan 5G di Asia Tenggara. DBS mencatat, Indonesia mengalami pertumbuhan tertinggi dalam pendapatan data di ASEAN. Namun Indonesia masih tertinggal dalam teknologi 5G.

"Pada 2025 teknologi 5G sudah disiapkan, 5G juga kecepatannya meningkat 3-4 kali lipat dari kecepatan dari jaringan 4G. Untuk bisa mengcover 5G tidak lepas dari infrastruktur dan infrastruktur utamanya adalah perkuat fiber optik," acara Telco Outlook 2019 di Aston Priority, Jakarta Selatan pada Senin (2/11/2019).

Ismail mengakui, pembangunan fiber optik di Indonesia bisa dibilang terlambat. Padahal, fiber optik yang menjangkau seluruh Indonesia merupakan syarat mutlak agar jaringan 5G bisa dirasakan.

"Jangan ketika 5G ada tapi rasanya 4G, atau 4G rasa 3G. Peran pemerintah sangatlah penting untuk menyiapkan regulasi yang jelas antar Pemda lain untuk pembangunan infrastruktur fiber optik atau tower," imbuhnya.

Tapi di sjsi lain, Dirjen SDPPI juga mengakui bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi generasi kelima ini juga akan mendapatkan tantangan yang cukup kompleks.

Direktur Jenderal SDPPI Kominfo, Ismail dalam acara Telco Outlook 2019 di Aston Priority, Jakarta Selatan pada Senin (2/11/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]
Direktur Jenderal SDPPI Kominfo, Ismail dalam acara Telco Outlook 2019 di Aston Priority, Jakarta Selatan pada Senin (2/11/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

"Pertama, harus ada internet of things (IoT). Beberapa industri belum menerapkan IoT sehingga operator telekomunikasi harus menyiapkan solusi ini sehingga dapat revenue baru," lanjut Ismail.

"Kedua, biaya. Dengan adanya 5G maka biaya yang ditanggung masyarakat lebih mahal. Pertantaannya, maukah masyarakat Indonesia membayar lebih mahal dengan adanya 5G?"

Baca Juga: Syahrini Pakai Tas Seharga Rp 1,9 Miliar, Warganet Bandingkan dengan Bakso

"Ketiga, industri konten. Masyarakat sekarang sudah ada yang mau membayar konten per bulannya. Problem utama bagi para operator telekomunikasi harus membuat model bisnis baru dengan memperbanyak konten karena konten digital ini banyak dinikmati. Bukan hanya jualan bandwitdh juga bisa jualan konten," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI