Pakar LIPI : Ini Waktu Krusial Penanganan Pertama Gigitan Ular

Dythia Novianty

Rabu, 18 Desember 2019 | 08:26 WIB
Pakar LIPI : Ini Waktu Krusial Penanganan Pertama Gigitan Ular
Warga menangkap ular sendok jawa atau kobra jawa (Naja sputatrix) di Perum Tata Lestari, Kecamatan Singaparna, kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/12). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Suara.com - Di tengah maraknya kemunculan teror ular kobra dan jenis ular lainnya, maka perlu perhatian penanganan pertama jika terkena gigitan ular. Pasalnya, 30 menit pertama adalah waktu krusial untuk penanganan bisa ular beracun. Hal ini diungkap pakar reptil Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidiy.

"Penanganan pertama sangat penting apalagi 30 menit critical point. Kesalahan pemikiran dulu bahwa digigit ular harus ditoreh, dikeluarkan darahnya, diikat dan dihisap. Itu sudah tidak direkomendasikan oleh WHO," ujar peneliti herpetologi itu sebagaimana dilansir dari laman Antara.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sudah mengeluarkan petunjuk penanganan pertama jika terkena gigitan ular yaitu melakukan imobilisasi atau mencegah bagian tubuh yang terkena gigitan untuk tidak bergerak, tegas Amir.

Selanjutnya harus secepatnya dibawa ke rumah sakit yang memiliki anti-bisa, karena itu saat memasuki musim hujan di mana banyak anakan ular menetas, masyarakat harus mengetahui rumah sakit mana saja yang memiliki hal tersebut.

Penanganan di rumah sakit sendiri harus berhati-hati dan jika menunjukkan adanya gejala fase yang lebih berat atau fase sistemik harus dilakukan penanganan yang sesuai.

Pengambilan bisa ular. [Shutterstock]

Hal itu perlu dilakukan karena gejala fase sistemik sendiri berbeda untuk semua jenis gigitan ular, misalnya kobra yang bisanya bereaksi di sel saraf.

"Ini penanganannya harus cepat, jadi kalau kita sudah tahu rumah sakit mana yang punya stok anti-bisa bisa langsung tahu ke mana yang harus dituju jika terjadi kasus terburuk," ujar dia.

Akhir-akhir ini, beberapa daerah di Indonesia dihebohkan dengan kemunculan banyak anakan ular kobra di daerah dekat dengan permukiman warga. Itu merupakan hal yang wajar, menurut Amir, karena musim hujan adalah saatnya anakan kobra menetas.

Dalam sekali bertelur induk kobra dapat menelurkan sekitar 10-20 butir yang kemudian langsung ditinggalkan oleh induknya. Telur-telur itu akan menetas dalam rentang waktu 3-4 bulan.

baca juga

Kemunculan kobra di sekitar permukiman kemungkinan besar terjadi karena kehilangan habitat aslinya membuat kobra beradaptasi dengan membuat sarang di sekitar daerah dengan aktivitas manusia. Selain itu ketiadaan predator alami seperti biawak dan elang juga ikut berkontribusi dengan lonjakan populasi ular berbisa tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bersarang di Plafon Warga, Induk Ular Kobra Gegerkan Warga Ciracas Jaktim

Bersarang di Plafon Warga, Induk Ular Kobra Gegerkan Warga Ciracas Jaktim

News | Rabu, 18 Desember 2019 | 07:55 WIB

Jemaah Masjid Dihebohkan Teror Ular Kobra yang Bersarang di Mesin Pompa Air

Jemaah Masjid Dihebohkan Teror Ular Kobra yang Bersarang di Mesin Pompa Air

Jawa Tengah | Selasa, 17 Desember 2019 | 22:51 WIB

Hilangnya Predator Alami Pemicu Membludaknya Ular Kobra Jawa

Hilangnya Predator Alami Pemicu Membludaknya Ular Kobra Jawa

Tekno | Selasa, 17 Desember 2019 | 20:42 WIB

Kobra Jawa Teror Depok, Ini Ciri Ular Berbisa

Kobra Jawa Teror Depok, Ini Ciri Ular Berbisa

Tekno | Selasa, 17 Desember 2019 | 19:35 WIB

4 Fakta Ilmiah tentang Habitat Ular Kobra Jawa yang Teror Depok

4 Fakta Ilmiah tentang Habitat Ular Kobra Jawa yang Teror Depok

Otomotif | Selasa, 17 Desember 2019 | 19:01 WIB

Nekat Disimpan ke Botol, Detik-detik Bocah 8 Tahun Dicatuk Ular Kobra

Nekat Disimpan ke Botol, Detik-detik Bocah 8 Tahun Dicatuk Ular Kobra

Jabar | Selasa, 17 Desember 2019 | 18:31 WIB

Terkini

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:33 WIB

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:31 WIB

5 Pilihan Hair Mist Bikin Rambut Segar dan Bebas Bau Matahari

5 Pilihan Hair Mist Bikin Rambut Segar dan Bebas Bau Matahari

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:30 WIB

IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket

IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun

Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:24 WIB

×