Teleskop Kepler Temukan Planet Kecil Seperti Vampir

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Teleskop Kepler Temukan Planet Kecil Seperti Vampir
Teleskop Kepler NASA. [NASA]

Peneliti NASA berhasil menemukan planet kecil yang punya karakteristik menyerupai vampir.

Suara.com - Berkat bantuan teleskop Kepler, peneliti NASA berhasil menemukan planet kecil (eksoplanet) yang punya karakteristik menyerupai vampir.

Sebagai informasi, teleskop NASA bertugas mencari eksoplanet dengan cara melihat jika ada bintang yang tiba-tiba meredup karena dilewati planet di orbitnya.

Berkat teleskop Kepler, NASA sudah menemukan banyak dunia baru dalam misinya. Paling anyar, teleskop raksasa ini menemukan bintang kecil yang sifatnya seperti vampir.

Sebagaimana lansiran laman BGR, Selasa (28/1/2020), temuan NASA ini dibahas oleh para ilmuwan dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Temuan ini dikenal sebagai 'super outburst' yang berpusat di sistem yang berjarak sangat jauh.

Pasalnya, sistem bintang ini tiba-tiba menjadi 1.600 kali lebih cerah dalam waktu kurang dari satu hari dan perlahan mulai memudar. Sistem bintang yang dimaksud terdiri dari bintang kecil berwana putih yang ditemani bintang kecil cokelat yang ukurannya sekitar 1/10 dari bintang kecil putih.

Bintang kecil putih sendiri merupakan bagian inti yang tersisa dari bintang yang mirip dengan Matahari ketika sudah menua. Sedangkan bintang kecil cokelat dideskripsikan sebagai obyek dengan massa antara 10 dan 80 Jupiter.

Ketika mengorbit, bintang kecil cokelat mengelilingi bintang kecil putih setiap 83 menit. Kedua bintang dipisahkan jarak sekitar 400.000 km, atau hampir sama dengan jarak dari Bumi ke Bulan.

Ilustrasi eksoplanet. [Shutterstock]
Ilustrasi eksoplanet. [Shutterstock]

Meski terlihat jauh, jarak ini sebenarnya sangat dekat bagi kedua obyek tersebut. Saking dekatnya, gravitasi bintang kecil putih yang sangat kuat bisa menyedot material dari bintang kecil cokelat, mirip seperti vampir.

"Sistem nova kecil seperti ini sudah dipelajari selama beberapa dekade, jadi menemukan sesuatu yang baru sebenarnya cukup rumit," tutur pemimpin penelitian Ryan Ridden Harper.

"Dalam arti tertentu, kami menemukan sistem ini secara tidak sengaja. Kami tidak secara spesifik mencari super-outburst. Kami hanya mencari sesuatu yang transient," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS