Setelah Planet, Mahasiswa Magang di NASA Temukan Aurora Baru

Jum'at, 24 Januari 2020 | 20:00 WIB
Setelah Planet, Mahasiswa Magang di NASA Temukan Aurora Baru
Mahasiswa Magang di NASA Ini Temukan Aurora Baru. (IFL Science)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, seorang remaja berumur 17 tahun asal New York dilaporkan berhasil menemukan planet baru hanya dalam tiga hari setelah magang di NASA. Terbaru, kini seorang mahasiswa fisika bernama Jennifer Briggs dari Pepperdine University yang juga magang di NASA telah menemukan aurora baru pada musim panas lalu.

Aurora berbentuk seperti kerang laut itu merupakan bukti gangguan signifikan dalam medan magnet Bumi. Briggs bekerja sama dengan ilmuwan NASA David Sibeck, Marcos Silveira, dan mentornya Gerard Fasel, untuk mengetahui penyebabnya. Umumnya, peristiwa seperti itu dikaitkan dengan letusan dari matahari, tetapi aurora baru yang ditemukannya berbeda.

Untuk mendapatkan lebih banyak wawasan, Briggs menggunakan data dari misi Multiscale mission (MMS) NASA. Pesawat ruang angkasa MMS berada di tempat yang tepat untuk menunjukkan bahwa magnetosfer (lapisan medan magnet yang menyelubungi benda angkasa) di bumi sangat terkompresi. Aurora itu disebabkan oleh sesuatu yang menekan magnetosfer sekitar 25 ribu kilometer dalam 1 menit dan 45 detik.

"Itu seperti seseorang meninju medan magnet Bumi. Ada kompresi skala besar tetapi terlokalisasi," ucap Briggs, seperti dikutip dari IFL Science.

Untuk sementara, fenomena ini diyakini sebagai contoh pertama dari kompresi yang dihasilkan foreshock. Foreshock adalah wilayah tepat di luar magnetosfer, tempat partikel bermuatan listrik dari angin matahari pertama kali bersentuhan dengan medan magnet bumi. Wilayah ini bergejolak dan turbulensi semacam itu dapat mengakibatkan peristiwa seperti aurora ini.

Magnetosfer merupakan lapisan medan magnet yang menyelubungi planet seperti bumi. Berbeda dengan di permukaan bumi yang berbentuk magnet batangan, magnetosfer tidak berbentuk karena di bawah pengaruh angin matahari.

Briggs dan para ilmuwan NASA menggabungkan banyak pengamatan untuk mencari tahu penyebab aurora ini terjadi. Penemuan ini telah dipresentasikan di pertemuan American Geophysical Union yang digelar di San Francisco pada 9 hingga 13 Desember 2019 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI