Rahasia Mumi Bangsawan Perempuan Mesir Kuno Terungkap: Ditikam di Punggung

Liberty Jemadu
Rahasia Mumi Bangsawan Perempuan Mesir Kuno Terungkap: Ditikam di Punggung
Mumi Takabuti yang diduga sebagai bangsawan perempuan Mesir Kuno dipamerkan di Belfast, Irlandia Utara pada Agustus 2018. Ia diduga tewas karena ditikam dari belakang. [Shutterstock]

Mumi Takabuti yang tewas ditikam dari belakang itu diyakini merupakan keturunan Eropa.

Suara.com - Hasil penelitian atas sebuah mumi yang diyakini sebagai jasad seorang bangsawan perempuan Mesir kuno mengungkap fakta mengejutkan: ia tewas karena ditikam dari belakang sekitar 2.600 tahun silam.

Mumi yang dikenal dengan nama Takabuti itu diperkirakan masih berusia 20an tahun saat ia tewas, demikian dilansir Newsweek.

"Hasil CT scan menunjukkan bahwa Takabuti mengalami cedera parah di bagian punggung atas sebelah kiri," kata Robert Loynes, pakar bedah ortopedi dan dosen pada Universitas Manchester, Inggris yang menggelar studi itu.

"Luka itu kemungkinan besar adalah penyebab kematiannya. Tetapi hasil CT scan juga menunjukkan ada fitur unik nan langka dalam proses pemumiannya," lanjut Loynes.

Hasil penelitian ini mengejutkan, karena tadinya para ilmuwan yakin ia meninggal secara wajar, demikian beber Eileen Murphy, pakar bioarkeologi dari Universitas Belfast yang juga ikut dalam studi itu.

Penelitian terhadap mumi Takabuti digelar di Ulster Museum, Belfast, Irlandia Utara. Mumi itu memang disimpan di kota tersebut sejak dibawa dari Mesir pada 1834.

Sejak saat itu mumi perempuan tersebut telah diteliti menggunakan berbagai perangkat seperi sinar X, CT scan, analisis rambut, hingga pengukuran usia menggunakan radio carbon.

Adapun penelitian terbaru menunjukkan hasil yang mengejutkan lain: Takabuti memiliki jejak genetik langka, karena ia lebih mirip orang Eropa dan berbeda jauh dari warga Mesir kebanyakan pada masa itu.

"Ini mengindikasikan ia merupakan turunan Eropa atau Kaukasia, tetapi penelitian kami belum bisa memastikan apakah ia lahir di Mesir atau datang dari area lain," jelas Rosalie David, pakar Mesir Kuno dari Universitas Manchester yang juga terlibat dalam riset itu.

Para ilmuwan meyakini bahwa Takabuti, yang tewas di usia antara 20 - 30 tahun, hidup di Thebes, ibu kota Mesir kuno sekitar tahun 700 sebelum Masehi.

Takabuti diduga berasa dari kelompok bangsawan dan ayahnya diyakini sebagai pendeta Dewa Amun di Kuil Karnak. Ia diperkirakan sudah menikah. Belum diketahui, meski demikian, mengapa ia dibunuh.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS