Cuma Bisa SMS dan Telepon, Ponsel Rp 4 Jutaan Ini Malah Laris Manis

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 20 Februari 2020 | 07:00 WIB
Cuma Bisa SMS dan Telepon, Ponsel Rp 4 Jutaan Ini Malah Laris Manis
Ponsel sederhana Light Phone 2. (TheLightPhone.com)

Suara.com - Di saat dunia makin canggih dan ponsel makin pintar, ternyata masih ada yang meluncurkan ponsel sederhana yang cuma bisa SMS dan telepon. Bahkan laris manis, padahal bukan ponsel murah.

Dunia semakin canggih dan smartphone menjadi sebuah keharusan untuk dimiliki, generasi kekinian tidak pernah lepas dari smartphone.

Anti mainstream, membawa tujuan agar orang-orang tidak "diperbudak" oleh smartphone, perusahaan ini meluncurkan sebuah HP yang hanya bisa untuk SMS dan telepon.

Seperti yang telah diketahui, generasi zaman now menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memandangi media sosial miliknya.

Tak hanya itu, mereka juga terbius dengan streaming online serta berbagai aplikasi yang ada pada ponsel pintar.

Sebuah perusahaan start-up bernama Light mencoba memecahkan masalah di atas dengan meluncurkan sebuah ponsel sederhana bernama Light Phone.

Perusahaan ini akhirnya meluncurkan generasi pertama Light Phone pada tahun 2017 lalu.

Light Phone II. (TheLightPhone.com)
Light Phone II. (TheLightPhone.com)

Pada akhir Januari 2020, perusahaan membeberkan kinerja perusahaan dan mengklaim bahwa produk terbarunya, Light Phone 2, sudah ludes terjual.

Perangkat yang baru tersedia di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa ini tidak mempunyai aplikasi seperti pada smartphone pada umumnya.

baca juga

Ponsel sederhana  Light Phone 2 hanya bisa melakukan beberapa fitur kunci yaitu SMS, Telepon, dan Alarm.

Pada peluncuran produk pertamanya, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 400 ribu dolar AS atau Rp 5,5 miliar dari campaign di Kickstarter.

Light Phone II. (YouTube/ Spencer Torok)
Light Phone II. (YouTube/ Spencer Torok)

Menurut laporan dari Business Insider, mereka bahkan memiliki daftar tunggu hingga 50 ribu orang yang ingin membeli Light Phone.

Karena masih perusahaan dalam skala kecil, hingga saat ini, mereka telah mengirimkan 15 ribu ponsel Light Phone.

Bagi konsumen yang ingin membeli Light Phone 2, mereka harus menunggu hingga Maret 2020 untuk mendapatkan ponsel anyar mereka.

Dilansir dari Pop Sugar, perusahaan mengklaim bahwa Light Phone 2 mempunyai bodi yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi untuk memastikan daya tahannya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Realme C3, Calon Raja Gaming di Entry Level

Review Realme C3, Calon Raja Gaming di Entry Level

Tekno | Rabu, 19 Februari 2020 | 08:20 WIB

Baru Sehari Pakai, Samsung Galaxy Z Flip Pria Ini Langsung Rusak

Baru Sehari Pakai, Samsung Galaxy Z Flip Pria Ini Langsung Rusak

Tekno | Rabu, 19 Februari 2020 | 06:30 WIB

Bersihkan Ponsel Jadi Salah Satu Cara Mencegah Coronavirus Selain Masker

Bersihkan Ponsel Jadi Salah Satu Cara Mencegah Coronavirus Selain Masker

Your Say | Selasa, 18 Februari 2020 | 11:04 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×