Kalah Saing dengan Layanan Pesan Antar, Begini Curhatan Pedagang Keliling

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 25 Maret 2020 | 11:30 WIB
Kalah Saing dengan Layanan Pesan Antar, Begini Curhatan Pedagang Keliling
Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]

Suara.com - Kehadiran layanan pesan antar makanan dalam aplikasi Gojek dan Grab semakin memudahkan penggunanya untuk memesan makanan. Namun, kemudahan itu membuat sebagian besar penjual makanan merasa dirugikan, salah satunya penjual makanan keliling yang menggunakan gerobak.

Beberapa curhatan dari para pedagang keliling itu pun dibagikan kembali oleh akun Twitter @permataintan00 pada 23 Maret. Ia mengunggah beberapa gambar tangkapan layar Instagram Story dari akun Instagram @novintt.
Beberapa penjual aneka makanan itu mengaku kehilangan omset sebesar 70 persen karena pembeli yang menurun dan lebih memilih memesan lewat aplikasi.

"Semenjak 5 tahun belakangan kalian ngerasa udah jarang pesen nasgor, sate, bakso gerobakan asongan yang biasa lewat komplek atau gang di rumah-rumah nggak? Iya mereka semenjak ada @grabfoodid @gofoodindonesia omset jatuh 70 persen," tulis akun @novintt dalam tangkapan layar pertama.

Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]
Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]

Gambar selanjutnya yang diunggah memperlihatkan seorang penjual ketoprak, nasi goreng, dan bakso yang curhat tentang masalahnya masing-masing.

"Salah satunya abang ketoprak ini. Omsetnya baru 8 ribu dari hari kemarin. Inget ya 8 ribu doang. Punya istri dan anak masih kecil-kecil. Tukang nasgor yang kemarin saya temuin, dia lagi makan timun udah berair sama nasi putihnya yang udah mulai keras punya dia sendiri. Padahal nasi barunya masih ada, tapi disimpen sambil berharap ada yang beli tapi taunya dia cuma dapet 6 ribu. Itu juga dari temennya tukang sate yang beli setengah porsi," tambah @novintt.

Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]
Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]

Sementara penjual bakso yang ada di dalam Instagram Storynya adalah seorang lelaki berusia 80 tahun yang berjualan bakso dengan cara dipikul. Setiap hari penjual bakso itu harus memikul 60 kg mulai pukul 4 pagi.

"Udah seminggu ini Pak Wagimin mikul dagangan bakso 60 kg pulang pergi jadi 60,001 kg. 0,001 kgnya keringet sama kadang netesin air matanya karena nggak laku. Pak Wagimin bilang, 'Bapak mah kalau emang udah harus mati kelaperan udah siap. Udah 80 tahun, nggak bisa ngapain juga selain dagang begini, bapak juga kangen almarhumah istri'. Kalau kita mikirin gimana usaha kita tentang untung ruginya, gaji karyawan, cicilan, dll. Kalau mereka udah tentang hidup sama matinya aja. Jadi jangan merasa masalah kita udah paling berat," tulis @novintt pada akhir ceritanya.

Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]
Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 26 ribu kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.

Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]
Postingan warganet nasib pedagang kaki lima. [Twitter]

"Pas lagi di jalan juga sering mikir ginian. Kadang juga ada penjual cobek jalan kaki, jual kelakar jalan kaki, sampe mikir siapa ya yang bakal beli. Dan kalau belipun pasti untungnya kan nggak seberapa. Apa bisa nutupin kebutuhan mereka," tulis akun @bocahpetoealang.

baca juga

"Salah satu alasan sampe sekarang masih suka makanan kaki lima walau masih suka milih-milih soal tingkat higenisnya ya hal begini. Sekalian membantu secara tidak langsung orang-orang yang membutuhkan. Tidak semua orang punya gaji, tapi semua orang punya rezekinya masing-masing," komentar @histagram__.

"Ayooo @GrabID @gojekindonesia ajak pedagang kaki lima buat jadi mitra. Lumayan kan ada menu yang murah-murah. Target pasarannya anak kos Twitter yang mageran cucok ni," tambah @limitlesstype.

"Dulu bapak juga dagang gini, sering ngeliat mata bapak berair kalau pulang rumah," ungkap @gyulberris.

"Nggak kuat banget kalau baca yang macem gini. Kayak pengen banget jadi orang kaya raya terus bisa bantuin. Ya Allah tapi semua ada porsinya seperti makanan yang mereka jual. Porsi saya saat ini hanya bisa mendoakan. Semoga Allah menitipkan rezeki dan kebahagiaan," cuit @nae_bananae.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Layanan Pesan Antar Makanan Bantu Social Distancing

Layanan Pesan Antar Makanan Bantu Social Distancing

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2020 | 10:54 WIB

Langsung dari Sumbernya, Pedagang Gunakan Air Hujan untuk Kuah Dagangan

Langsung dari Sumbernya, Pedagang Gunakan Air Hujan untuk Kuah Dagangan

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 15:41 WIB

Malaysia Lockdown Hari ini, Driver Pengantar Makanan Tambah Sibuk

Malaysia Lockdown Hari ini, Driver Pengantar Makanan Tambah Sibuk

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 16:42 WIB

Penjual Aduk Kuah Pakai Tangan Kosong, Warganet: Tidak Kenal Sendok Sayur?

Penjual Aduk Kuah Pakai Tangan Kosong, Warganet: Tidak Kenal Sendok Sayur?

News | Senin, 09 Maret 2020 | 14:48 WIB

Surabaya Mendunia dan Jadi Simbol Keberhasilan Pembangunan

Surabaya Mendunia dan Jadi Simbol Keberhasilan Pembangunan

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 16:08 WIB

Kocak, Warganet Ini Unggah Foto Pool Bar Versi Low Budget

Kocak, Warganet Ini Unggah Foto Pool Bar Versi Low Budget

Tekno | Jum'at, 29 November 2019 | 15:54 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×