Ilmuwan Ungkap Penyebab Gelapnya Gerhana Bulan 1.000 Tahun Lalu

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 08 Mei 2020 | 09:22 WIB
Ilmuwan Ungkap Penyebab Gelapnya Gerhana Bulan 1.000 Tahun Lalu
Bulan Purnama. [Shutterstock]

Suara.com - Gerhana Bulan total terjadi saat keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Ketika tertutup bayangan Bumi, umumnya Bulan akan berwarna kemerah-merahan. Namun, para pengamat Eropa melaporkan bahwa lebih dari 1.000 tahun yang lalu, Gerhana Bulan yang terjadi benar-benar gelap.

Hal itu masih menjadi misteri hingga penelitian terbaru saat ini yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional, menyebut gelapnya Gerhana Bulan tersebut disebabkan oleh serangkaian letusan gunung berapi.

Letusan tersebut melepaskan senyawa sulfur yang cukup banyak ke stratosfer hingga mampu menggelapkan langit antara tahun 1108 dan 1110 Masehi.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports, tim ahli menduga bahwa gunung berapi yang meletus berada di daerah tropis.

Para ilmuwan menggabungkan data dari inti es dengan catatan sejarah dari seluruh dunia. Antara 1109 dan 1111 Masehi, ada laporan terjadinya kelaparan di Eropa Barat karena perubahan cuaca yang dramatis. The Peterborough Chronicle melaporkan melaporkan Gerhana Bulan total yang sangat gelap terjadi pada Mei 1110.

Tidak hanya itu, tim juga menemukan laporan letusan dari Gunung Asama, gunung berapi paling aktif di Honshu, Jepang. Letusannya tahun 1108 adalah gunung berapi terbesar yang dikenal.

Para ilmuwan menemukan catatan saksi yang menggambarkan peristiwa 1108. Catatan tersebut berbunyi, "Ada api di puncak gunung berapi, lapisan abu tebal di kebun gubernur, di mana-mana ladang dan sawah dianggap tidak layak untuk ditanami. Itu adalah hal yang sangat aneh dan langka."

Bulan purnama. [Shutterstock]
Bulan purnama. [Shutterstock]

Dilansir laman IFL Science, Jumat (8/5/2020), selain catatan saksi, para ilmuwan juga menemukan bahwa tahun 1109 Masehi adalah tahun yang sangat dingin. Dokumentasi historis lainnya, khususnya catatan dampak iklim dan sosial pada 1109 hingga 1111 Masehi menguatkan hipotesis bahwa letusan 1108 menyebabkan dampak bencana pada masyarakat.

Walaupun begitu, para ilmuwan masih belum sepenuhnya yakin bahwa Gunung Asama bertanggung jawab atas gerhana Bulan yang sangat gelap. Tetapi para ilmuwan mengatakan semua bukti menunjukkan letusan gunung berapi yang "terlupakan" pada 1108 hingga 1110 memberikan dampak mengerikan pada kemanusiaan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tagar Supermoon Trending di Twitter, Warganet Ramai Abadikan Fenomena Itu

Tagar Supermoon Trending di Twitter, Warganet Ramai Abadikan Fenomena Itu

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2020 | 08:50 WIB

Ilmuwan: Mencegah Produksi Testosteron Bisa Mengurangi Kematian Covid-19

Ilmuwan: Mencegah Produksi Testosteron Bisa Mengurangi Kematian Covid-19

Tekno | Kamis, 07 Mei 2020 | 13:30 WIB

Siap-siap! Begini 3 Cara Melihat Supermoon Terakhir di Tahun 2020 Malam Ini

Siap-siap! Begini 3 Cara Melihat Supermoon Terakhir di Tahun 2020 Malam Ini

Tekno | Kamis, 07 Mei 2020 | 09:30 WIB

Supermoon Terakhir di 2020 Bisa Dinikmati Sepanjang Malam

Supermoon Terakhir di 2020 Bisa Dinikmati Sepanjang Malam

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:42 WIB

Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Ledakan Terbesar di Dunia

Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Ledakan Terbesar di Dunia

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:35 WIB

Jangan Lewatkan! Besok Malam Kesempatan Terakhir Nikmati Supermoon di 2020

Jangan Lewatkan! Besok Malam Kesempatan Terakhir Nikmati Supermoon di 2020

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×