Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Ledakan Terbesar di Dunia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 06 Mei 2020 | 12:35 WIB
Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Ledakan Terbesar di Dunia
Peristiwa Tunguska. [Wikimedia]

Suara.com - Pada 30 Juni 1908, sesuatu meledak di atas langit Siberia. Peristiwa itu sangat kuat hingga meratakan area hutan seluas 2.150 kilometer dan melenyapkan sekitar 80 juta pohon.

Laporan saksi mata mengatakan ada bola cahaya yang cemerlang jatuh dan ledakan memekakkan telinga terdengar tidak jauh dari sungai setempat. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Tunguska dan dicirikan sebagai meteor yang meledak hingga 30 megaton pada ketinggian 10 hingga 15 kilometer.

Ini sering disebut sebagai "peristiwa dampak terbesar dalam sejarah yang tercatat", meskipun tidak ada kawah bekas ledakan yang ditemukan. Pencarian lebih lanjut berhasil menemukan pecahan batu yang diyakini menjadi meteorit asal, tetapi peristiwa itu masih memiliki tanda tanya besar.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society menyebutkan bahwa peristiwa itu disebabkan oleh asteroid besi besar yang memasuki atmosfer Bumi dan memantul kembali ke luar angkasa, sehingga menghasilkan efek Tunguska yang meninggalkan gelombang kejut sehingga menghancurkan lingkungan di sekitarnya.

"Kami telah mempelajari kondisi melalui jalur asteroid dengan diameter 200, 100, dan 50 meter, yang terdiri dari tiga jenis bahan, yaitu besi, batu, dan es air, melintasi atmosfer Bumi dengan ketinggian lintasan minimum di kisaran 10 hingga 15 kilometer," tulis para ilmuwan yang dipimpin oleh astronom Daniil Khrennikov dari Universitas Federal Siberia dalam penelitian tersebut.

Dilansir laman Science Alert, Rabu (6/5/2020), para ilmuwan secara matematis memodelkan bagian dari ketiga komposisi asteroid pada ukuran yang berbeda untuk menentukan apakah peristiwa semacam itu mungkin terjadi.

Asteroid yang terdiri dari es cukup sederhana untuk dieliminasi dari daftar. Panas yang dihasilkan oleh kecepatan yang dibutuhkan untuk mendapatkan lintasan, diperkirakan akan sepenuhnya melelehkan badan es sebelum mencapai jarak yang diamati oleh data pengamatan.

Ilustrasi meteor sedang memasuki atsmofer Bumi (Shutterstock).
Ilustrasi meteor sedang memasuki atsmofer Bumi (Shutterstock).

Asteroid berbatu juga lebih kecil kemungkinannya. Meteor diperkirakan meledak ketika udara memasuki tubuh meteor melalui fraktur kecil, menyebabkan penumpukan tekanan saat terbang di udara dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, asteroid besi jauh lebih tahan terhadap fragmentasi daripada yang berbatu.

Menurut perhitungan tim, penyebab yang paling mungkin adalah meteorit besi dengan diameter antara 100 dan 200 meter yang memiliki kecepatan terbang 3.000 kilometer melalui atmosfer.

baca juga

Model ini menjelaskan beberapa karakteristik dari peristiwa Tunguska. Kurangnya dampak kawah karena meteor akan meluncur melewati pusat ledakan tanpa jatuh. Kurangnya puing-puing besi juga dijelaskan oleh kecepatan tinggi ini, karena objek bergerak terlalu cepat dan terlalu panas untuk jatuh.

Para ilmuwan mencatat penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan dan diharapkan dapat diselesaikan dengan penelitian di masa depan. Meski begitu, gagasan tentang asteroid besi yang menghantam atmosfer Bumi tentu sangat menarik sebagai penyebab dari peristiwa Tunguska.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hiasi Langit Malam, Kapan Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids?

Hiasi Langit Malam, Kapan Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids?

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 21:56 WIB

Ilmuwan Deteksi Aktivitas Tektonik di Bulan, Pertanda Baik atau Buruk?

Ilmuwan Deteksi Aktivitas Tektonik di Bulan, Pertanda Baik atau Buruk?

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 06:05 WIB

Kabar Baik, Ilmuwan Israel Buat Terobosan Antibodi Untuk Lawan Virus Corona

Kabar Baik, Ilmuwan Israel Buat Terobosan Antibodi Untuk Lawan Virus Corona

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 05:00 WIB

Dari Galaksi Lain, Ilmuwan Temukan Dua Lubang Hitam Supermasif dengan Api

Dari Galaksi Lain, Ilmuwan Temukan Dua Lubang Hitam Supermasif dengan Api

Tekno | Senin, 04 Mei 2020 | 21:42 WIB

Ekspedisi Ini Temukan Ventilasi Hidrotermal di Dasar Laut, Bahayakah?

Ekspedisi Ini Temukan Ventilasi Hidrotermal di Dasar Laut, Bahayakah?

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 07:00 WIB

Ilmuwan Kembangkan Antibiotik Baru untuk Infeksi Paru karena Covid-19

Ilmuwan Kembangkan Antibiotik Baru untuk Infeksi Paru karena Covid-19

Tekno | Senin, 04 Mei 2020 | 11:53 WIB

Terkini

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 12:00 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

×