Pakar: Tingkat Polusi Akan Kembali Ketika Lockdown Melonggar

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 15 Mei 2020 | 07:35 WIB
Pakar: Tingkat Polusi Akan Kembali Ketika Lockdown Melonggar
Cerobong asap dan aktivitas pabrik. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Tingkat polusi udara semakin berkurang sebagai dampak dari kebijakan lockdown yang mengharuskan orang-orang tetap tinggal di dalam rumah dan aktivitas pabrik dihentikan. Namun menurut penelitian, ketika lockdown melonggar dan aktivitas dilakukan seperti biasa, kondisi itu akan mengembalikan tingkat polusi, gas rumah kaca, dan suhu global yang terus meningkat.

Saat pandemi Covid-19 pertama kali menyerang secara global, banyak negara-negara di dunia memberlakukan pembatasan untuk memperlambat penyebaran virus Corona. Upaya itu mencakup membatasi perjalanan, menghentikan produksi pabrik, dan memberi mandat agar orang bekerja dari rumah.

Kemudian pada awal Maret, satelit NASA dan badan antariksa lainnya mulai mengamati penurunan emisi di negara-negara yang memberlakukan pembatasan. Satelit mulai melihat berkurangnya tingkat nitrogen dioksida, senyawa yang paling sering dikaitkan dengan emisi bahan bakar fosil.

Selain itu, dua penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters menemukan bahwa nitrogen dioksida turun hingga 60 persen di China utara, Eropa Barat, dan Amerika Serikat pada awal 2020. Penelitian ini juga menemukan polusi partikel yang dikenal sebagai PM2.5 menurun hingga 35 persen di China utara.

Sayangnya, meskipun pengamatan telah menunjukkan penurunan signifikan dalam emisi nitrogen dioksida bersamaan dengan kebijakaan lockdown, efek ini tidak akan bertahan selamanya.

Faktanya, polusi udara telah kembali ke langit China ketika pabrik-pabrik melakukan overdrive untuk menebus waktu akibat kegiatan industi tutup sementara waktu. Sedangkan, tingkat polusi nitrogen dan partikulat juga dilaporkan lebih tinggi pada April 2020 daripada April tahun lalu.

"Saya khawatir tentang peningkatan emisi besar-besaran untuk menebus kerugian ekonomi karena Covid-19. Emisi lalu lintas mungkin tidak meningkat secara signifikan, tetapi emisi industri berpotensi bangkit kembali dan jauh lebih tinggi," ucap Eri Saikawa, profesor yang mempelajari masalah kualitas udara dan iklim China di Rollins School of Public Health di Emory University, seperti dikutip dari Space.com.

Para ilmuwan dan satelit yang mengorbit Bumi terus memantau emisi dan polutan ketika aktivitas manusia berubah selama pandemi. Namun, menurut para ahli kejadian ini bisa digunakan sebagai kesempatan belajar.

Menurut Eri Saikawa, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali bahan yang digunakan manusia dan menggunakan sumber daya dengan lebih bijaksana.

baca juga


Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polusi Udara Berkurang karena Covid-19, Bumi Jadi Lebih Panas

Polusi Udara Berkurang karena Covid-19, Bumi Jadi Lebih Panas

Tekno | Rabu, 13 Mei 2020 | 20:31 WIB

Tak "Sehijau" yang Diduga, Emisi Kendaraan Elektrik Juga Tak Kalah Banyak?

Tak "Sehijau" yang Diduga, Emisi Kendaraan Elektrik Juga Tak Kalah Banyak?

Otomotif | Selasa, 12 Mei 2020 | 03:00 WIB

Banyak Perusahaan Otomotif Merugi, Pengembangan Mobil Otonom Terganggu?

Banyak Perusahaan Otomotif Merugi, Pengembangan Mobil Otonom Terganggu?

Otomotif | Senin, 04 Mei 2020 | 12:05 WIB

Terkini

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17 WIB

Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?

Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:15 WIB

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

×