Dikira Kosong, Gulungan Laut Mati Ini Ungkap Kebenaran Kisah di Alkitab

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia
Dikira Kosong, Gulungan Laut Mati Ini Ungkap Kebenaran Kisah di Alkitab
Gulungan laut mati. [Shutterstock]

Salah satu dari empat fragmen gulungan Laut Mati ini memiliki empat baris teks dengan total 15 hingga 16 huruf yang dapat menjadi satu.

Suara.com - Selama ini, gulungan Laut Mati dianggap kosong tanpa berisi pesan apapun. Usai diteliti secara mendalam, terungkap bahwa gulungan tersebut berisi pesan tersembunyi yang ungkap kebenaran salah satu kisah di Alkitab.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan, terungkap bahwa potongan perkamen kuno pada gulungan Laut Mati ini memiliki huruf-huruf yang dijahit rapi dan dapat dibaca dengan jelas.

Mengutip Live Science, gulungan Laut Mati ini ternyata berisi pesan tersembunyi yang rupanya cukup penting dan berharga untuk diteliti seiring berjalannya waktu.

Adalah Joan Taylor, profesor asal-usul Kristen dan Yudaisme yang berasal dari King's College London yang pertama kali menemukan pesan tersembunyi di empat gulungan Laut Mati ini.

Melakukan penelitian dengan kaca pembesar, Joan Taylor menemukan adanya fragmen-fragmen huruf 'lamed' dalam bahasa Ibrani. Dengan penemuan ini, Joan Taylor lalu meneliti gulungan Laut Mati lainnya.

Gulungan Laut Mati. (The University of Manchester)
Gulungan Laut Mati. (The University of Manchester)

Salah satu dari empat fragmen gulungan Laut Mati ini memiliki empat baris teks dengan total 15 hingga 16 huruf yang dapat menjadi satu.

Satu dari kata-kata tersebut merujuk pada kata 'Shabbat' yang adalah bahasa Ibrani untuk 'Sabat'. Sekilas, seluruh gulungan Laut Mati ini berkaitan dengan kisah di Alkitab yaitu pada Kitab Yehezkiel Pasal 46, Ayat 1 sampai 3.

Benar saja, dalam Alkitab, pasal dan ayat tersebut berkisah mengenai kedatangan raja dan ketetapan hari Sabat serta korban bakaran.

Ilustrasi Laut Mati. (pixabay/rdores)
Ilustrasi Laut Mati. (pixabay/rdores)

Sebelumnya, gulungan Laut Mati merupakan 900 manuskrip yang ditulis oleh Yahudi Kuno dan dikenal sebagai Eseni. Gulungan Laut Mati ini ditemukan pertama kali di gua-gua Qumran di Tepi Barat pada 1946 lalu.

Untuk penelitan ini, Joan Taylor menggunakan pencitraan multispektral yang mengandalkan panjang gelombang seperti inframerah pada spektrum elektromagnetik untuk menangkap gambar dari gambar yang sulit dilihat.

Penelitian lebih lanjut terus dilakukan untuk memahami pesan tersembunyi apa di balik gulungan Laut Mati yang ditemukan oleh para ilmuwan ini.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS