Permukaan Air Laut Cepat Memanas dan Berbahaya pada Spesies di Laut Dalam

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 28 Mei 2020 | 12:19 WIB
Permukaan Air Laut Cepat Memanas dan Berbahaya pada Spesies di Laut Dalam
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian baru yang dilaporkan dalam jurnal Nature Climate Change, menyebutkan bahwa perubahakan iklim sudah berdampak pada lautan dalam dan dapat membahayakan penghuninya.

Tim ilmuwan internasional melihat bagaimana perubahan iklim diproyeksikan mempengaruhi keanekaragaman hayati laut dalam. Air permukaan laut lebih cepat memanas secara signifikan dan kedalaman laut juga telah dipengaruhi oleh pemanasan, membuat makhluk laut dalam kemungkinan akan segera mengalami perubahan yang dramatis.

"Kami menggunakan metrik yang dikenal sebagai kecepatan ilim yang menentukan kemungkinan kecepatan dan arah perpindahan suatu spesies ketika air laut menghangat. Kami menghitung kecepatan iklim di seluruh lautan selama 50 tahun terakhir dan kemudian selama sisa abad ini menggunakan data dari 11 model iklim," ucap Isaac Brito-Morales, ahli biologi laut dan mahasiswa PhD di University of Queensland di Australia, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (28/5/2020).

Temuan para ahli menunjukkan bahwa kecepatan iklim rata-rata global di lapisan laut paling gelap dan paling dalam, telah dipercepat hampir empat kali lebih cepat daripada di permukaan selama paruh kedua abad ke-20.

Ilmuwan memprediksi segalanya hanya akan memburuk dalam beberapa dekade mendatang. Di lapisan lautan mesopelagik, yang disebut "zona senja" antara kedalaman 200 hingga 1.000 meter tempat di mana sinar Matahari mulai memudar menjadi hitam di dalam lautan, kecepatan iklim diproyeksikan akan dipercepat empat hingga sebelas kali lebih tinggi daripada saat ini di permukaan pada akhir abad ini.

Ilustrasi laut dalam. [Shutterstock]
Ilustrasi laut dalam. [Shutterstock]

Jika perhitungan itu akurat, ini akan memiliki efek "pukulan" yang besar di seluruh lautan yang lebih luas karena lapisan mesopelagik adalah rumah bagi beragam ikan kecil yang mendukung hewan yang lebih besar, termasuk tuna dan cumi-cumi.

Perubahan kecepatan iklim lebih parah di laut dalam karena suhu umumnya cukup seragam dan konstan dibandingkan dengan air permukaan. Bahkan, sedikit perubahan terjadi di lautan dalam dapat benar-benar berdampak dan sangat menganggu ekosistem yang lebih luas.

Ilmuwan berpendapat semua ini dapat berubah tergantung pada bagaimana perubahan iklim berlangsung dan apakah emisi gas rumah kaca berhasil dipangkas pada tahun-tahun mendatang. Selain peningkatan suhu, ilmuwan juga menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati laut dalam juga dipengaruhi oleh kondisi lain seperti tekanan, tingkat cahaya, hingga konsentrasi oksigen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Para Ahli Peringatkan Krisis Iklim Telah Membunuh Banyak Orang

Para Ahli Peringatkan Krisis Iklim Telah Membunuh Banyak Orang

Tekno | Selasa, 26 Mei 2020 | 10:35 WIB

Krisis Iklim Ubah Salju Antartika Menjadi Hijau

Krisis Iklim Ubah Salju Antartika Menjadi Hijau

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:00 WIB

Ilmuwan: Lockdown Kurangi Polusi Tapi Berdampak Kecil pada Perubahan Iklim

Ilmuwan: Lockdown Kurangi Polusi Tapi Berdampak Kecil pada Perubahan Iklim

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 14:22 WIB

Perubahan Iklim di Arktika Mengubah Perilaku Hewan Jadi Kanibal

Perubahan Iklim di Arktika Mengubah Perilaku Hewan Jadi Kanibal

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:11 WIB

Turunnya Emisi Akibat Pandemi COVID-19 Tak Cukup Hentikan Perubahan Iklim

Turunnya Emisi Akibat Pandemi COVID-19 Tak Cukup Hentikan Perubahan Iklim

News | Rabu, 22 April 2020 | 20:27 WIB

Gawat! Perubahan Iklim Bisa Bikin Keanekaragaman Hayati Punah pada 2030

Gawat! Perubahan Iklim Bisa Bikin Keanekaragaman Hayati Punah pada 2030

Tekno | Senin, 13 April 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:14 WIB

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

News | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

News | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL

11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL

Riau | Senin, 02 November 2026 | 15:00 WIB

Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja

Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:00 WIB

×