Para Ahli Peringatkan Krisis Iklim Telah Membunuh Banyak Orang

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 26 Mei 2020 | 10:35 WIB
Para Ahli Peringatkan Krisis Iklim Telah Membunuh Banyak Orang
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Para ahli kesehatan Asutralia mencatat bahwa orang-orang di seluruh dunia sudah sekarat, karena krisis iklim dan seringkali catatan kematian resmi tidak mencerminkan dampak dari bencana lingkungan berskala besar ini.

Jika emisi dunia tetap sama, diperkirakan pada tahun 2080 kota-kota di Australia akan mengalami setidaknya empat kali lipat jumlah kematian akibat peningkatan suhu Bumi.

"Perubahan iklim adalah pembunuh, tetapi kami tidak mengakuinya di sertifikat kematian," ucap Arnagretta Hunter, seorang dokter dari Australian National University, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (26/5/2020).

Dalam korespondensi yang baru diterbitkan, Hunter dan empat ahli kesehatan masyarakat lainnya memperkirakan catatan kematian Australia secara substansial tidak melaporkan kematian terkait suhu panas setidaknya 50 kali lipat.

Walaupun sertifikat kematian di Australia memiliki bagian untuk kondisi yang sudah ada sebelumnya dan faktor-faktor lain, tetapi kondisi iklim eksternal jarang diperhitungkan.

Antara 2006 dan 2017, analisis menemukan kurang dari 0,1 persen dari 1,7 juta kematian yang dikaitkan secara langsung atau tidak langsung dengan suhu panas yang berlebihan. Tetapi analisis baru ini, menunjukkan angka kematian terkait suhu panas di Australia sekitar 2 persen.

"Perubahan iklim menjadi perhatian banyak orang. Tetapi jika efek suhu ekstrem tidak dicatat, dampak penuhnya tidak akan pernah bisa dipahami," tulis para ilmuwan dalam penelitian yang diterbitkan di The Lancet Planetary Health.

Ilustrasi musim panas. (PIxabay/Free-Photos)
Ilustrasi musim panas. (PIxabay/Free-Photos)

Para ahli berpendapat bahwa sertifikasi kematian perlu dimodernisasi dengan memasukkan penyebab kematian tidak langsung, yang juga harus dimasukkan dan data kematian ini harus digabungkan dengan kumpulan data lingkungan skala besar.

Hunter mengatakan, tindakan semacam itu sangat penting. Tidak hanya untuk Australia tetapi juga negara lain di dunia. Inggris sendiri telah mendokumentasikan beberapa masalah dengan akurat dalam mengisi sertifikat kematian.

baca juga

Namun, negara-negara di daerah tropis harus lebih memperhatikan sistem ini. Di daerah tropis, ada sedikit data kematian yang valid pada lebih dari 2 miliar orang yang tinggal di wilayah panas ini. Hal itu akan menyulitkan prediksi mengenai apa yang akan terjadi pada masyarakat di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Iklim Ubah Salju Antartika Menjadi Hijau

Krisis Iklim Ubah Salju Antartika Menjadi Hijau

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:00 WIB

Ilmuwan: Lockdown Kurangi Polusi Tapi Berdampak Kecil pada Perubahan Iklim

Ilmuwan: Lockdown Kurangi Polusi Tapi Berdampak Kecil pada Perubahan Iklim

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 14:22 WIB

Peneliti Ini Mengklaim Virus Corona Tak Berasal dari Pasar Wuhan

Peneliti Ini Mengklaim Virus Corona Tak Berasal dari Pasar Wuhan

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 11:33 WIB

Lewat Kalkulator Ini, Risiko Kematian Akibat Covid-19 Bisa Diprediksi

Lewat Kalkulator Ini, Risiko Kematian Akibat Covid-19 Bisa Diprediksi

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 10:27 WIB

Studi Terbaru: Virus Corona Perpendek Umur Pasien Hingga 10 Tahun

Studi Terbaru: Virus Corona Perpendek Umur Pasien Hingga 10 Tahun

News | Senin, 11 Mei 2020 | 11:07 WIB

Perubahan Iklim di Arktika Mengubah Perilaku Hewan Jadi Kanibal

Perubahan Iklim di Arktika Mengubah Perilaku Hewan Jadi Kanibal

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:11 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×