Pemakaian Ventilator Pasien Covid-19 Dikaji Ulang, Kenapa?

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Minggu, 31 Mei 2020 | 09:00 WIB
Pemakaian Ventilator Pasien Covid-19 Dikaji Ulang, Kenapa?
Ilustrasi ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Northwell Health tengah mengkaji ulang penggunaan ventilator di tengah tingginya angka kematian akibat Covid-19.

Jaringan rumah sakit terbesar di New York itu sedang melakukan analisis menyeluruh terhadap penggunaan ventilator, sembari merawat pasien Covid-19 yang diprediksi mulai masuk fase puncak pandemi.

Studi ini bermula ketika para ahli mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penanggulangan pasien Covid-19 yang selalu dipasangi ventilator karena akan memakan biaya yang sangat besar.

Bagi begitu banyak pasien virus corona, pemasangan ventilator mekanik seperti sebuah harga mati. Kendati sudah menggunakan ventilator, lebih dari dua pertiga pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas Kesehatan Northwell dinyatakan meninggal dunia dari Maret hingga awal April. Artinya, ventilator dinilai kurang efektif untuk dipakai oleh semua pasien Covid-19.

Padahal di awal pandemi, para ahli kesehatan mengkhawatirkan adanya kekurangan ventilator untuk mengintubasi pasien Covid-19 lantaran virus ini menyerang sistem pernapasan dan paru-paru.

Tetapi setelah melakukan beberapa diskusi medis, mereka justru takut jika ventilator digunakan secara berlebihan justru akan berkontribusi pada tingkat kematian akibat virus corona menjadi lebih tinggi.

“Satu teori adalah jika Anda memasangi beberapa pasien dengan ventilator, kemungkinan adanya iritasi paru-paru menjadi lebih besar. Itu adalah teori yang sedang kita bahas saat ini," kata Dr. Thomas McGinn, Wakil Kepala Dokter di Northwell Health, sebagaimana dikutip dari New York Post, Minggu (31/5/2020).

Saat ini, Northwell Health yang mengelola rumah sakit Lenox Hill, Long Island Jewish, dan Staten Island University, serta rumah sakit regional lainnya, sedang memeriksa 12.000 pasien Covid-19 yang dirawat pada Maret dan awal April. Sekitar 2.000 diantaranya menggunakan ventilator.

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

“Kami mencoba melakukan tinjauan retrospektif. Perdebatannya adalah, haruskah kita mencoba intervensi non-invasif lainnya? Sebuah pertanyaan besar adalah, bisakah Anda menunda memasangkan ventilator pada pasien atau bahkan tidak pernah memakainya?" jelas McGinn.

McGinn mengatakan, petugas medis Northwell sudah melakukan percobaan dengan ventilasi alternatif atau non-invasif, seperti memberikan oksigen kepada pasien melalui wajah atau hidung ketimbang ventilator mekanik dengan tabung invasif yang dimasukkan ke tenggorokan.

baca juga

Cara seperti ini juga tidak ada jaminan kesembuhan dan membawa banyak risiko penyebaran virus kepada staf rumah sakit, jika napas pasien menyebarkan virus ke udara.

"Ini menempatkan perawat dan terapis pernapasan ke dalam risiko yang cukup tinggi," kata McGinn.

McGinn juga mengatakan, penelitian ini akan mengamati kasus-kasus pasien yang menggunakan ventilator hanya beberapa hari dan mereka yang menggunakan untuk jangka waktu yang lama.

Ilustrasi kebutuhan ventilator. (Shutterstock)
Ilustrasi kebutuhan ventilator. (Shutterstock)

Dia mengatakan bahwa pasien Covid-19 dengan usia lebih muda cenderung sembuh hanya dalam beberapa hari setelah dibantu ventilator. Sementara pasien yang lebih tua yang sudah membawa masalah jantung atau ginjal, sulit lepas dari ventilator karena menyakiti pernapasan mereka.

Intinya, McGinn meyakini bahwa ventilator digunakan sebagai pilihan terakhir bagi orang yang kesulitan bernafas.

“Ventilator tidak menyebabkan kematian. Mereka menyelamatkan hidup. Jika kita tidak memasangnya, mereka semua akan mati. Pertanyaan yang kami tanyakan adalah, pendekatan apa yang terbaik bagi mereka," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ahli Beberkan Sebabnya

Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ahli Beberkan Sebabnya

Health | Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:10 WIB

Viral Video Monyet Mencuri Sampel Darah Pasien Covid-19, Bikin Geger!

Viral Video Monyet Mencuri Sampel Darah Pasien Covid-19, Bikin Geger!

Health | Sabtu, 30 Mei 2020 | 13:20 WIB

Hati-hati, Punya Diabetes Bikin Risiko Kematian Pasien Covid-19 Meningkat

Hati-hati, Punya Diabetes Bikin Risiko Kematian Pasien Covid-19 Meningkat

Health | Sabtu, 30 Mei 2020 | 12:22 WIB

Cerita Dokter Hamil yang Rawat Pasien Covid-19

Cerita Dokter Hamil yang Rawat Pasien Covid-19

Video | Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:20 WIB

Gawat! 50 Pedagang Pasar Klender Pernah Berkontak dengan Pasien Corona

Gawat! 50 Pedagang Pasar Klender Pernah Berkontak dengan Pasien Corona

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 15:28 WIB

Pasien Covid-19 Parah Rentan Alami Stres Setelah Sembuh

Pasien Covid-19 Parah Rentan Alami Stres Setelah Sembuh

Health | Jum'at, 29 Mei 2020 | 12:06 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×