NASA Deteksi Suar Surya, Masa Matahari Lockdown Berakhir?

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 04 Juni 2020 | 07:15 WIB
NASA Deteksi Suar Surya, Masa Matahari Lockdown Berakhir?
Ilustrasi suar surya. [Shutterstock]

Suara.com - Matahari baru-baru ini menyemburkan suar surya (solar flare) terbesar sejak Oktober 2017 dan para astronom dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menduga ini bisa jadi akhir dari masa Matahari lockdown atau solar minimum.

Pada 29 Mei kemarin NASA mengatakan mereka melihat sekelompok titik matahari dan mencatat telah terjadi semburan suar surya dari titik-titik tersebut.

"Pada pukul 3.24 pagi waktu standar timur, sebuah suar surya berkategori M-class menyembur dari titik-titik matahari ini," terang NASA.

Suar surya dari kategori M-class adalah jenis suar surya menengah yang bisa menggangu sinyal radio di Bumi dalam waktu singkat dan efeknya bisa terasa di kawasan kutub.

Meski demikian semburan suar surya itu tidak cukup kuat sehingga tak tercatat oleh lembaga pemantau cuaca antariksa, NOAA Space Weather Prediction Center. Tetapi NASA mengatakan karena minimnya aktivitas Matahari dalam beberapa bulan ke belakang, maka semburan suar surya ini cukup signifikan.

"Titik-titik matahari itu mungkin tanda dimulainya perubahan siklus dan matahari menjadi lebih aktif. Atau, mungkin juga tidak. Kita butuh beberapa bulan lagi untuk bisa memastikannya," jelas NASA.

Saat ini NOAA, lembaga pemantau kondisi lautan dan atmosfer Amerika Serikat, memprediksi bahwa aktivitas matahari baru akan meningkat lagi pada antara 2023 dan 2026.

NASA di sisi lain mengatakan butuh pemantauan selama setidaknya 6 bulan untuk memastikan apakah siklus baru Matahari akan segera dimulai - dengan kata lain masa Matahari lockdown berakhir.

Seperti diwartakan sebelumnya, para ilmuwan mengatakan bahwa di 2020 sedang terjadi fenomena solar minimum, ketika titik-titik matahari berkurang drastis atau bahkan tidak sama sekali.

Baca Juga: Matahari Lockdown dan Letusan Gunung Tambora Pernah Picu Kelaparan Hebat

Titik-titik matahari adalah area pada matahari yang lebih dingin dan terlihat lebih gelap. Titik-titik matahari terbentuk di area yang biasanya memiliki medan magnet kuat. Biasanya titik matahari berkaitan erat dengan suar surya - ledakan tiba-tiba ang disebabkan oleh perubahan medan magnet matahari.

Bertambah atau berkurangnya titik-titik matahari ini terjadi dalam siklus 11 tahun. Ketika titik matahari semakin banyak, maka disebut sebagai solar maximum. Sementara sebaliknya disebut sebagai solar minimum.

Menurut SpaceWeather.com, dari hampir 5 bulan tahun 2020 berjalan sebanyak 79 persen waktu dilewatkan tanpa titik matahari. Di 2019 lalu, periode tanpa titik matahari berlangsung selama 77 persen waktu. [Newsweek]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI