Ilmuwan Berhasil Ciptakan Hati Buatan dan Ditranplantasikan ke Tikus

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Ilmuwan Berhasil Ciptakan Hati Buatan dan Ditranplantasikan ke Tikus
Ilustrasi tikus (Shutterstock).

Para ilmuwan berhasil membuat hati buatan manusia.

Suara.com - Para ilmuwan berhasil membuat hati buatan manusia, yang kemudian ditransplantasikan kepada tikus percobaan.

Hati buatan itu diciptakan para ilmuwan setelah mendapatkan sel-sel kulit dari sukarelawan. Selanjutnya, kumpulan sel kulit manusia itu dikembangkan para peneliti menjadi hati buatan manusia.

Pada manusia, hati memerlukan waktu hingga dua tahun untuk 'matang' secara alami dan berfungsi sebagaimana mestinya. Namun melewati rekayasa di laboratorium, para peneliti berhasil membuat hati tiruan dalam waktu kurang dari sebulan.

Para peneliti berharap, teknik rekayasa hati ini bisa menjadi pilihan tim medis untuk menggantikan donasi organ tubuh manusia di masa depan.

"Melihat organ kecil manusia di sana, di dalam hewan berwarna coklat (tikus), yang tampak seperti hati itu sangat keren," ujar penulis studi Dr Alejandro Soto-Gutierrez dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat.

"Siapa sangka, benda yang bentuk dan fungsinya terlihat seperti hati ini berasal dari sel kulit seseorang," lanjut Gutierrez

Meski punya ukuran lebih kecil, namun hati buatan yang ditanamkan pada tikus itu memiliki fungsi sama dengan hati sesunguhnya, yaitu mensekresi asam empedu dan urea.

Para peneliti menciptakan hati buatan ini dengan memprogram ulang sel-sel kulit manusia, menjadi berbagai jenis sel induk hati. Selanjutnya, mereka menyemai sel-sel hati manusia itu menjadi hati tikus.

Sebagai tes terakhir, para peneliti mentransplantasikan hati buatan mereka kepada lima tikus, yang telah dibiakkan secara khusus.

Empat hari setelah transplantasi, para ilmuwan meneliti bagaimana organ buatan itu bekerja. Mereka menemukan bahwa aliran darah telah berkembang di dalam tubuh tikus, yang berarti transplantasi berjalan dengan sukses.

Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]

Para penelitu optimis bahwa hasil penelitian mereka akan menjadi batu loncatan dalam ilmu pengetahuan, terutama di bidang transplantasi organ buatan.

"Tujuan jangka panjang adalah untuk menciptakan organ yang dapat menggantikan donasi organ, tetapi dalam waktu dekat, saya melihat ini sebagai jembatan untuk transplantasi," kata Gutierrez.

Akan tetapi, dia mengakui bahwa organ buatan ini punya tantangan signifikan untuk diatasi, termasuk kelangsungan hidup jangka panjang organ setelah dilakukan transplantasi.

Hasil penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports, demikian seperti dilansir dari The Sun, Jumat (5/6/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS