Ilmuwan Berhasil Ciptakan Hati Buatan dan Ditranplantasikan ke Tikus

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Jum'at, 05 Juni 2020 | 09:30 WIB
Ilmuwan Berhasil Ciptakan Hati Buatan dan Ditranplantasikan ke Tikus
Ilustrasi tikus (Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan berhasil membuat hati buatan manusia, yang kemudian ditransplantasikan kepada tikus percobaan.

Hati buatan itu diciptakan para ilmuwan setelah mendapatkan sel-sel kulit dari sukarelawan. Selanjutnya, kumpulan sel kulit manusia itu dikembangkan para peneliti menjadi hati buatan manusia.

Pada manusia, hati memerlukan waktu hingga dua tahun untuk 'matang' secara alami dan berfungsi sebagaimana mestinya. Namun melewati rekayasa di laboratorium, para peneliti berhasil membuat hati tiruan dalam waktu kurang dari sebulan.

Para peneliti berharap, teknik rekayasa hati ini bisa menjadi pilihan tim medis untuk menggantikan donasi organ tubuh manusia di masa depan.

"Melihat organ kecil manusia di sana, di dalam hewan berwarna coklat (tikus), yang tampak seperti hati itu sangat keren," ujar penulis studi Dr Alejandro Soto-Gutierrez dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat.

"Siapa sangka, benda yang bentuk dan fungsinya terlihat seperti hati ini berasal dari sel kulit seseorang," lanjut Gutierrez

Meski punya ukuran lebih kecil, namun hati buatan yang ditanamkan pada tikus itu memiliki fungsi sama dengan hati sesunguhnya, yaitu mensekresi asam empedu dan urea.

Para peneliti menciptakan hati buatan ini dengan memprogram ulang sel-sel kulit manusia, menjadi berbagai jenis sel induk hati. Selanjutnya, mereka menyemai sel-sel hati manusia itu menjadi hati tikus.

Sebagai tes terakhir, para peneliti mentransplantasikan hati buatan mereka kepada lima tikus, yang telah dibiakkan secara khusus.

baca juga

Empat hari setelah transplantasi, para ilmuwan meneliti bagaimana organ buatan itu bekerja. Mereka menemukan bahwa aliran darah telah berkembang di dalam tubuh tikus, yang berarti transplantasi berjalan dengan sukses.

Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]

Para penelitu optimis bahwa hasil penelitian mereka akan menjadi batu loncatan dalam ilmu pengetahuan, terutama di bidang transplantasi organ buatan.

"Tujuan jangka panjang adalah untuk menciptakan organ yang dapat menggantikan donasi organ, tetapi dalam waktu dekat, saya melihat ini sebagai jembatan untuk transplantasi," kata Gutierrez.

Akan tetapi, dia mengakui bahwa organ buatan ini punya tantangan signifikan untuk diatasi, termasuk kelangsungan hidup jangka panjang organ setelah dilakukan transplantasi.

Hasil penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports, demikian seperti dilansir dari The Sun, Jumat (5/6/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Puluhan Tahun, Spesies Langka Lobster Biru Air Tawar Ditemukan

Setelah Puluhan Tahun, Spesies Langka Lobster Biru Air Tawar Ditemukan

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Sebut Obat Batuk Bisa Sebabkan Virus Corona Berkembang

Ilmuwan Sebut Obat Batuk Bisa Sebabkan Virus Corona Berkembang

Tekno | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:00 WIB

Cerita Ilmuwan Indonesia Sulitnya Membuat Vaksin Covid-19

Cerita Ilmuwan Indonesia Sulitnya Membuat Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 12:20 WIB

Belum Usai Covid-19, Muncul Kutu Mutan Penghisap Darah

Belum Usai Covid-19, Muncul Kutu Mutan Penghisap Darah

Tekno | Rabu, 03 Juni 2020 | 10:00 WIB

Klaim Covid-19 Mulai Melemah Masih Dipertanyakan

Klaim Covid-19 Mulai Melemah Masih Dipertanyakan

Tekno | Rabu, 03 Juni 2020 | 06:15 WIB

Ilmuwan: Pasien Sembuh Corona Bisa Alami Sesak Napas dan Mudah Kelelahan

Ilmuwan: Pasien Sembuh Corona Bisa Alami Sesak Napas dan Mudah Kelelahan

Tekno | Selasa, 02 Juni 2020 | 14:33 WIB

Terkini

Tol Lematang-Panjang Bakal Jadi Jalur Urat Nadi Industri dan Ekspor Lampung

Tol Lematang-Panjang Bakal Jadi Jalur Urat Nadi Industri dan Ekspor Lampung

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:55 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:54 WIB

30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!

30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!

Bekaci | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Pagi Mencekam di Pakuwon City Surabaya: Ledakan Hebat Hancurkan Ruko dan Mobil, 5 Orang Terluka

Pagi Mencekam di Pakuwon City Surabaya: Ledakan Hebat Hancurkan Ruko dan Mobil, 5 Orang Terluka

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?

Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?

Bali | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Setelah Cabai, Harga Bawang Merah Juga Mulai Naik

Setelah Cabai, Harga Bawang Merah Juga Mulai Naik

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:42 WIB

Pintu dan Pagar Terkunci, 2 Pemuda Tewas Terjebak Kebakaran di Matraman

Pintu dan Pagar Terkunci, 2 Pemuda Tewas Terjebak Kebakaran di Matraman

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:42 WIB

7 Cara Mengusir Semut Hitam di Rumah agar Tidak Datang Lagi

7 Cara Mengusir Semut Hitam di Rumah agar Tidak Datang Lagi

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.911

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.911

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Lahan Kering Gunungkidul Disulap Jadi Hutan Pangan

Lahan Kering Gunungkidul Disulap Jadi Hutan Pangan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:38 WIB

×