Herd Immunity Tanpa Vaksin Bisa Telan Banyak Korban Jiwa

Liberty Jemadu

Jum'at, 12 Juni 2020 | 07:15 WIB
Herd Immunity Tanpa Vaksin Bisa Telan Banyak Korban Jiwa
Ilustrasi Herd Immunity. [Shutterstock]

Beberapa dampak herd immunity karena adanya program imunisasi massal, misalnya terjadi pada penyakit cacar (smallpox) yang ditemukan pada wabah cacar abad ke-4 di Cina dan baru pada 1977 jarang ditemukan.. Lebih dari 15 abad penyakit ini bertahan hingga ditemukan vaksinnya.

Begitu pula dengan penyakit polio yang ditemukan saat wabah polio pertama kali pada 1894 di Amerika dan baru pada satu abad kemudian (1994) mulai jarang ditemukan di dunia.

Kemudian, penyakit pertusis yang pertama kali wabah pada 1578 di Paris dan berkurang setelah tahun 1933. Artinya butuh ratusan tahun untuk benar-benar menghanguskan virus.

Di Indonesia, penyakit cacar baru habis pada 1980 dan polio pada 2014.

Bagaimana terjadi herd immunity tanpa vaksinasi?

Membiarkan kekebalan alamiah muncul sendiri di masyarakat dalam kondisi pandemi tanpa adanya vaksinasi massal sama dengan membiarkan setiap orang menghadapi ancaman kematian massal.

Herd immunity dengan cara seperti ini menjadikannya berkonotasi negatif, karena proses timbulnya herd immunity setelah terjadi infeksi secara alami dan menyebar secara cepat dan menimbulkan kematian yang tidak sedikit.

Pada 1918 terjadi pandemi flu Spanyol yang menginfeksi hampir setengah miliar penduduk dunia dan menyebabkan kematian hampir 50 juta orang (10%). Sebuah literatur menyebutkan 1-2 % yang meninggal penduduk dunia akibat pandemi flu Spanyol.

Pada tahun yang sama ketika terjadi pandemi flu Spanyol, penyakit tersebut juga mewabah di Indonesia, dengan kematian sebanyak 1,5 juta. Angka ini jauh lebih kecil dibanding sebuah estimasi kematian di Indonesia akibat pandemi flu Spanyol yang mencapai 4 juta lebih.

baca juga

Kasus flu Spanyol ini menunjukkan dengan tidak adanya ketersedian vaksin dan obat–obatan pada saat itu, sebagian penduduk dunia yang terinfeksi bisa selamat. Ini menunjukkan adanya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.

Wabah flu Spanyol baru berakhir pada 1919, bukan karena vaksin atau obat-obatan, tapi karena di masyarakat telah timbul herd immunity secara alami.

Jika kebijakan gagal menekan virus

Walau banyak menuai kritik, pemerintah sudah memulai kebijakan “normal baru” di sejumlah kota yang tadinya memberlakukan pembatasan sosial berskala besar.

Selain itu, pemerintah juga menyerukan masyarakat agar hidup “berdamai” dengan virus tersebut untuk menggerakan roda ekonomi.

Bagaimana jika upaya-upaya tersebut gagal dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 dalam waktu dekat? Ditinjau dari sisi kesehatan, maka kekebalan kelompok (herd immunity) secara alami bisa saja terjadi di Indonesia.

Namun, konsekuensi menciptakan herd immunity tanpa vaksin bisa memakan banyak kematian akibat terinfeksi Covid 19 dan membutuhkan waktu panjang.

Virus ini merupakan virus jenis baru yang belum pernah menyebar sebelumnya, sehingga setiap orang berisiko terinfeksi. Penyebaran infeksi ini berdampak kematian penduduk yang terinfeksi dalam jumlah besar.

Secara geografis, penduduk Indonesia terutama di pedesaan dan luar Jawa tinggal berjauhan sehingga sukar terinfeksi. Ini mungkin membantu menekan penyebaran infeksi.

Namun bagaimana yang tinggal di perkotaan yang padat seperti Jakarta, Surabaya dan kota–kota lainnya? Membiarkan penyebaran virus menyebabkan orang sakit, dan menambah beban rumah sakit yang mungkin tidak akan sanggup jika mengobati orang sakit dalam waktu bersamaan.

Saatnya pemerintah dan masyarakat kompak

Terlepas dari pro dan kontra dalam pelaksanaan strategi menghentikan COVID-19, upaya pencegahan untuk memotong penularan baru Covid 19 di Indonesia harus tetap ditingkatkan, walau beberapa kota seperti Jakarta melonggarkan pembatasan sosial skala besar.

Pemerintah harus tetap merujuk pada strategi yang direkomendasikan WHO yakni meningkatkan kemampuan dan jumlah tenaga kesehatan, menemukan kasus Covid 19 melalui pengujian laboratorium, meningkatkan fasilitas perawatan, dan karantina yang terinfeksi.

Dalam konteks ini, pembatasan jarak fisik, pemakaian masker dan mencuci tangan serta hidup bersih dan sehat tetap menjadi cara intervensi di level personal, sepanjang belum ditemukan vaksin.

Keberhasilan mengendalikan virus ini tergantung dari kecepatan pemerintah menekan kasus baru, juga dukungan, kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat.

Secara etis dan hukum, membiarkan herd immunity secara alamiah bukan keputusan yang tepat. Negara dibentuk dan presiden dipilih untuk meningkat kesehatan rakyatnya, bukan membiarkan rakyatnya bertaruh nyawa sendirian melawan virus yang bisa mematikan.

Artikel ini sudah tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×