Optimistis, India Targetkan Vaksin Covid-19 Ditemukan Pertengahan Agustus

Dythia Novianty
Optimistis, India Targetkan Vaksin Covid-19 Ditemukan Pertengahan Agustus
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Salah satu perusahaan di India menerima persetujuan regulatori untuk memulai uji klinis manusia awal pekan ini.

Suara.com - India telah menargetkan penemuan vaksin virus corona (Covid-19), potensial pertamanya dari uji coba manusia hingga penggunaan umum dalam enam minggu ke depan.

Bharat Biotech International Ltd., pembuat vaksin India yang tidak terdaftar, menerima persetujuan regulatori untuk memulai uji klinis manusia untuk percobaan eksperimental awal pekan ini. Perusahaan farmasi itu juga sudah memiliki badan penelitian medis India yang mempercepat proses tersebut.

Vaksin yang sedang dikembangkan kini dalam "pertimbangan" untuk diluncurkan sebagai penggunaan kesehatan masyarakat pada 15 Agustus mendatang setelah selesai semua uji klinis. Hal tersebut diungkap Dewan Riset Medis India atau ICMR dalam surat 2 Juli lalu ke situs uji klinis, dikutip Bloomberg News.

Namun, belum ada bukti bahwa vaksin Bharat Biotech aman untuk digunakan pada manusia, belum lagi efektif. Garis waktu yang dibayangkan jauh lebih pendek daripada upaya vaksin terdepan lainnya dari pembuat obat Amerika dan China, yang sebagian besar memulai uji klinis manusia beberapa bulan lalu dan sekarang memasuki tahap terakhir dari tiga tahap pengujian.

Sebagaimana melansir Hindustantimes, Minggu (5/7/2020), tawaran itu menggarisbawahi kebutuhan mendesak India untuk menghentikan virus corona, yang telah membuat lebih dari 640.000 orang sakit dan menewaskan lebih dari 18.600 orang di negara Asia atau sebagai wabah terbesar keempat di dunia.

Dalam suratnya, ICMR mendesak lokasi uji coba untuk mendaftarkan sukarelawan paling lambat 7 Juli mendatang.

Kecepatannya telah mengkhawatirkan beberapa orang di lingkungan medis.

"Jalur pengembangan yang dipercepat seperti itu belum pernah dilakukan untuk jenis vaksin apa pun, bahkan yang sedang diuji coba di negara lain," ujar Anant Bhan, seorang peneliti medis di Universitas Manipal India, mengatakan dalam sebuah posting Twitter.

"Bahkan dengan garis waktu yang dipercepat, ini tampaknya terburu-buru dan karenanya, dengan potensial risiko."

Bharat Biotech berencana mendaftarkan 375 orang pada fase pertama uji klinis dan 750 orang pada fase kedua, kata juru bicara ICMR. Apakah vaksin akan disetujui untuk penggunaan umum, tergantung pada hasil uji coba itu. Seorang juru bicara Bharat Biotech menolak berkomentar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS