Pandemi Covid-19 Tingkatkan Aktivitas Kelompok Anti-vaksin

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 06 Juli 2020 | 13:30 WIB
Pandemi Covid-19 Tingkatkan Aktivitas Kelompok Anti-vaksin
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Vaksin virus Corona (Covid-19) untuk manusia belum tersedia hingga saat ini dan para ilmuwan masih berupaya untuk membuatnya. Tetapi anti-vaxxers, kelompok orang-orang yang tidak percaya pada vaksinasi, memanfaatkan momen pandemi ini untuk menyebarkan disinformasi di media sosial.

Salah satunya, video "Plandemic" yang mengklaim bahwa Covid-19 merupakan pengaturan pemerintah telah ditonton jutaan kali di YouTube dan platform streaming lainnya.

Selain itu, daftar zat dengan nama-nama yang terdengar menakutkan seperti fenoksietanol dan kalium klorida, juga disebut beracun dalam vaksin yang telah dibagikan ribuan kali di Facebook sejak akhir April.

Menurut para ahli, retorika anti-vax bukanlah hal baru, tetapi itu telah mendapatkan visibilitas yang sangat besar selama pandemi.

Media sosial telah menciptakan "ruang gema" yang sangat efisien untuk anti-vaxxers. Menurut Sylvain Delouvee, ilmuwan psikologi sosial di University of Rennes, Perancis, mengatakan retorika anti-vas terus berkembang, tanpa definisi yang jelas.

"Ini terlepas dari klaim platform media sosial bahwa mereka akan membatasi konten anti-vaksin yang viral, berita utama palsu tetap berkembang biak," ucap Sylvain Delouvee, seperti dikutip dari Science Alert, Senin (6/7/2020).

Beberapa klaim menyesatkan lainnya, seperti artikel yang mengklaim bahwa vaksin mengandung bahan kimia berancun yang sama dengan zat yang digunakan untuk injeksi mematikan, tampaknya muncul kembali secara online, meskipun tanpa merujuk langsung ke Covid-19.

Menurut David Broniatowski dari Universitas George Washington di DC mengatakan belum ada kejelasan mengenai sejauh mana pandemi telah mengubah lanskap informasi yang salah.

"Kami masih menyelidiki pertanyaan apakah penentang vaksin lebih aktif karena pandemi atau apakah mereka hanya lebih terlihat karena meningkatnya perhatian yang diberikan pada pandemi," kata Broniatowski.

baca juga

Sementara menurut Amelia Jamison dari University of Maryland, ia meyakini perhatian yang diberikan pada Covid-19 memungkinkan anti-vaxxers untuk mengubah berita menjadi narasi yang ada.

"Ada grup kecil, tapi sangat aktif di internet. Pandemi ini baru saja memberi energi kembali pada mereka," tutur Jamison.

Jamison mencatat bahwa di Amerika Serikat khususnya, gerakan anti-vax, anti-masker, dan anti-karantina telah berkumpul bersama-sama dengan alasan menjaga kebebasan individu.

Sylvain Delouvee menambahkan bahwa anti-vaxxers "mengambil lebih banyak ruang secara online" dan membandingkan gelombang aktivitas anti-vax saat ini dengan "groundswell".

Kata Groundswell sendiri ditujukan untuk suatu trend di mana orang-orang secara spontan bergerak memakai media-media online untuk berinteraksi, berelasi, mendapatkan pengalaman, dan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Tetapi Jamison mengatakan bahwa hal-hal yang tersebar di internet tidak selalu seperti yang terlihat.

Ilustrasi Anti-Vaxxers. [Shutterstock]
Ilustrasi Anti-Vaxxers. [Shutterstock]

Menariknya, menurut Wellcome Global Monitor pada tahun 2018, sebuah survei tahunan tentang sains dan kesehatan mengungkap bahwa sekitar 80 persen orang di seluruh dunia, agak atau sangat setuju bahwa vaksin itu aman. Sementara 7 persen orang mengatakan bahwa mereka agak atau sangat tidak setuju, sedangkan 11 persen tidak memiliki pendapat.

Namun, gerakan anti-vax bisa memperkuat pandemi Covid-19, seperti halnya untuk wabah campak pada tahun 2019, menurut para ilmuwan yang menerbitkan penelitiannya dalam jurnal ilmiah Nature.

Sedangkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan keragu-raguan atas vaksin sebagai salah satu dari sepuluh ancaman terhadap kesehatan global pada 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggemar Film Horor Disebut Lebih Baik dalam Mengatasi Pandemi Covid-19?

Penggemar Film Horor Disebut Lebih Baik dalam Mengatasi Pandemi Covid-19?

Tekno | Senin, 06 Juli 2020 | 11:00 WIB

Taj Mahal Kembali Dibuka, Wisatawan Dibagi Dua Kelompok

Taj Mahal Kembali Dibuka, Wisatawan Dibagi Dua Kelompok

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2020 | 17:31 WIB

Ditunggu! 2 Pekan Lagi WHO Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat Covid-19

Ditunggu! 2 Pekan Lagi WHO Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat Covid-19

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 06:05 WIB

Optimistis, India Targetkan Vaksin Covid-19 Ditemukan Pertengahan Agustus

Optimistis, India Targetkan Vaksin Covid-19 Ditemukan Pertengahan Agustus

Tekno | Minggu, 05 Juli 2020 | 06:00 WIB

Pandemi Covid-19, Penyandang Disabilitas Laring Kesulitan Melakukan Terapi

Pandemi Covid-19, Penyandang Disabilitas Laring Kesulitan Melakukan Terapi

Health | Sabtu, 04 Juli 2020 | 06:18 WIB

Terus Bermutasi, Ahli Sebut Virus Corona Kian Menular

Terus Bermutasi, Ahli Sebut Virus Corona Kian Menular

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:09 WIB

Terkini

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB

Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:15 WIB

Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?

Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:04 WIB

3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship

3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik yang Cocok untuk Multitasking

5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik yang Cocok untuk Multitasking

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:10 WIB

7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh

7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:08 WIB

Bidik Tren Smart Home Indonesia, Buka Pintu Pakai Sidik Jari hingga Face Recognition

Bidik Tren Smart Home Indonesia, Buka Pintu Pakai Sidik Jari hingga Face Recognition

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:23 WIB

SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing

SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:15 WIB

×