Pakar Siber: TikTok Tak Lebih Bahaya dari Media Sosial Facebook

Dinar Surya Oktarini

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:47 WIB
Pakar Siber: TikTok Tak Lebih Bahaya dari Media Sosial Facebook
Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]

Suara.com - Aplikasi buatan China, TikTok tengah dikabarkan berbahaya karena mencuri data pengguna. Kabar ini makin panas dan penolakan memakai aplikasi ini pun terjadi. 

Kabar ini dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo pada awak media di Gedung putih, jika pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi ini. 

Sebelum Amerika Serikat, pemerintah India sudah mengambil langkah yang sama untuk melarang warga India menggunakan aplikasi tersebut.

Dilansir dari laman The Verge, ini merupakan masalah kegagalan privasi di skala Cambridge Analytica dan apa yang telah dilakukan TikTok telah membuat Amerika Serikat kehilangan kepercayaan.

Skandal terbaru muncul ketika TikTok tertangkap basah menguping data clipboard pengguna, yang tiba-tiba terlihat karena fitur privasi baru di iOS 14.

Menurut pakar keamanan siber, aplikasi milik ByteDance ini tak lebih berbahaya dari pada aplikasi media sosial lainnya seperti Facebook.

Ilustrasi TikTok. (Pixabay/konkarampelas)
Ilustrasi TikTok. (Pixabay/konkarampelas)

Direktur program Cybersecurity di Universiy of Maryland, Richard Forno mengatakan jika TikTok tak lebih bahaya ketimbang Facebook maupun aplikasi Google.

Richard Forno mengatakan jika TikTok tak berbeda jauh dibanding aplikasi dan layanan lainnya, ia mengatakan jika TikTok ini diserang karena ada hubungannya dengan China.

Seperti Huawei sebelumnya, TikTok juga menjadi kekhawatiran Amerika Serikat atas China, didorong adanya peretasan yang semakin agresif. Kekhawatiran tersebut memungkinkan pengguna Amerika nantnya tak akan mendapatkan aplikasi yang didukung China.

baca juga

Beberapa bulan belakangan TikTok memang dikabarkan menyebut pemerintah China menggunakan aplikasi tersebut untuk memata-matai penggunanya di seluruh dunia.

Tetapi, TikTok memiliki pembelaan terhadap tuduhan tersebut. 

Juru bicara aplikasi TikTok, menyebutkan perusahaan dipimipin CEO asal Amerika Serikat dan memiliki karyawan yang berasal dari negeri Paman Sam tersebut.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Perempuan Terjebak di Ayunan Bayi, Pemadam Kebakaran Turun Tangan

Viral Perempuan Terjebak di Ayunan Bayi, Pemadam Kebakaran Turun Tangan

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2020 | 12:10 WIB

Terniat, Heboh Bak Sinetron Aksi Wanita Masak Telur Ini Jadi Sorotan

Terniat, Heboh Bak Sinetron Aksi Wanita Masak Telur Ini Jadi Sorotan

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2020 | 10:35 WIB

Seleb TikTok Dikecam Gara-gara Labrak Pacar dan Libatkan Orang Tua

Seleb TikTok Dikecam Gara-gara Labrak Pacar dan Libatkan Orang Tua

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 08:37 WIB

TikTok Hapus 49 Juta Video Penggunanya, Kenapa?

TikTok Hapus 49 Juta Video Penggunanya, Kenapa?

Tekno | Senin, 13 Juli 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×