Lelaki Bergaji Besar Lebih Mudah Kena Darah Tinggi, Perempuan Sebaliknya

Liberty Jemadu
Lelaki Bergaji Besar Lebih Mudah Kena Darah Tinggi, Perempuan Sebaliknya
Ilustrasi pemeriksaan pasien darah tinggi. (Shutterstock)

Pada lelaki, semakin tinggi gaji maka semakin besar peluang terkena darah tinggi. Pada perempuan hubungan antara gaji dan tekanan darah tidak signifikan.

Suara.com - Lelaki pekerja yang memunyai penghasilan atau gaji tinggi lebih cenderung mengidap darah tinggi, tetapi pada perempuan justru cenderung sebaliknya, demikian hasil studi para peneliti di Jepang yang dipaparkan dalam konferensi 84th Annual Scientific Meeting of the Japanese Circulation Society (JCS 2020).

"Lelaki dengan penghasilan besar harus menjaga gaya hidupnya untuk mencegah darah tinggi," kata Shigo Yanagiya dari Universitas Hokkaido, Sapporo yang memimpin studi itu.

Ia menyarankan, demikian dilansir dari Medical Xpress, Senin (27/7/2020), agar lelaki dengan penghasilan tinggi untuk mulai menerapkan pola makan sehat, berolahraga, mengendalikan bobot tubuh, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Studi ini meneliti hubungan antara pendapatan rumah tangga dengan darah tinggi di antara kelas pekerja di Jepang. Para peneliti mewawancarai 4.314 orang (3.153 lelaki dan 1.161 perempuan) dari 12 kantor. Para responden hanya bekerja pada siang hari.

Para responden kemudian dibagi dalam empat kelompok berdasarkan penghasilan: kurang dari 5 juta yen per tahun; 5 - 7,9 juta yen per tahun; 8 - 9,9 juta yen per tahun; dan di atas 10 juta yen per tahun. Yang diteliti adalah hubungan antara penghasilan dan tekanan darah tinggi dalam periode dua tahun.

Hasilnya ditemukan bahwa pada lelaki di kelompok penghasilan 5 - 9,9 juta yen per tahun peluang untuk mengidap darah tinggi meningkat hingga 50 persen.

Uniknya pada perempuan tidak ada hubungan signifikan antara penghasilan dan tekanan darah. Uniknya, justru perempuan dengan penghasilan tinggi lebih cenderung sukar terkena darah tinggi.

"Beberapa studi di Jepang menunjukkan bahwa penghasilan lebih tinggi berasosiasi dengan gaya hidup tidak bagus pada lelaki, tetapi tidak pada perempuan," kata Yanagiya.

"Studi kami mendukung temuan ini: lelaki, bukan perempuan, yang memunyai gaji besar lebih cenderung mengalami obesitas dan minum alkohol setiap hari. Dua kebiasaan itu adalah faktor utama darah tinggi," tutup dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS