Ilmuwan Ungkap Sumber Batu yang Membentuk Stonehenge

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Kamis, 30 Juli 2020 | 08:30 WIB
Ilmuwan Ungkap Sumber Batu yang Membentuk Stonehenge
Stonehenge [Pixabay/shamboo].

Suara.com - Stonehenge adalah salah satu situs penyandang gelar Warisan Dunia UNESCO yang dibangun Zaman Perunggu dan Zaman Neolitikum. Para arkeolog dan ahli geologi telah menghabiskan beberapa abad memperdebatkan asal-usul bahan-bahan yang digunakan untuk membangun Stonehenge dan sekarang, para ilmuwan akhirnya mengetahui darimana batu itu berasal.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Science Advances, para ilmuwan memberikan bukti yang cukup meyakinkan bahwa batu-batu besar Stonehenge bersumber dari tempat yang disebut West Woods, sekitar 25km dari monumen itu sendiri.

Situs Stonehenge, Inggris. (Shutterstock)
Situs purbakala Stonehenge, di Wiltshire, Inggris. [Shutterstock].

Stonehenge berlokasi di wilayah Wiltshire, Inggris, Britania Raya. Berisi batu-batu dari berbagai jenis dan ukuran. Arsitektur utama monumen ini adalah megalit silcrete yang sangat besar dan umumnya dikenal sebagai sarsens. Sementara susunan batu yang lebih kecil disebut bluestones juga ditemukan di seluruh situs. Diperkirakan bahwa monumen ini awalnya berisi sekitar 80 sarsens, meskipun hanya 52 yang tersisa di situs saat ini.

Penelitian sebelumnya telah melacak banyak bluestones kembali ke berbagai titik asal batu ini, bahkan beberapa di antaranya telah diangkut lebih dari 200km dari lokasi di Wales oleh pembangun Stonehenge.

Sedangkan sumber asal sarsens sebelumnya masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Untuk memecahkannya digunakan teknik berjuluk portable X-ray fluorescence spectrometry untuk menganalisis komposisi kimia dari sarsens yang tersisa, sebelum membandingkannya satu sama lain untuk menentukan tingkat variabilitas kimia batu.

Dari 52 sarsens, sebanyak 50 di antaranya ditemukan berbagi kimia yang konsisten, menunjukkan bahwa batu-batu itu berasal dari tempat yang sama. Untuk menunjukkan titik asal komunal ini, para penulis penelitian membandingkan tanda geokimia dari salah satu batu dengan batu-batu lain yang berasal dari sekitar Inggris. Dengan melakukan metode itu, para ahli dapat mengidentifikasi West Woods, yang terletak di sebelah utara Stonehenge, sebagai sumber batu besar.

Dilansir dari IFL Science pada Kamis (30/7/2020), temuan ini juga menimbulkan beberapa pertanyaan baru yang menarik. Sebagai contoh, dua sarsens yang termasuk dalam analisis ini, dikenal sebagai Batu 26 dan Batu 160, ditemukan berasal dari titik asal yang berbeda serta tidak dikenal. Keanehan ini masih tidak dapat dijelaskan oleh para penulis penelitian.

Di sisi lain, hasil penelitian ini setidaknya mengonfirmasi bahwa 50 sarsens lainnya mungkin dibawa ke lokasi pada saat yang sama, menunjukkan bahwa batu-batu itu dikumpulkan selama satu tahap konstruksi. Ini mendiskreditkan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa salah satu sarsens ini, yang dikenal sebagai Heel Stone, bersumber dari wilayah yang dekat dan didirikan terlebih dahulu. Sedangkan yang lain dibawa dari tempat yang jauh, sesudah batu pertama.

Terlepas dari penemuan terbaru mengenai sejarah Stonehenge, para ilmuwan masih tidak dapat mengonfirmasi dengan pasti siapa yang membangun monumen kuno ini dan apa tujuan di balik pembangunannya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:09 WIB

Seberapa Kaya Hanum Mega? Viral Gelar Pesta Ulang Tahun di Kawasan GBK

Seberapa Kaya Hanum Mega? Viral Gelar Pesta Ulang Tahun di Kawasan GBK

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 10:46 WIB

Hari Keadilan Ekologis, WALHI Bawa Suara Warga Terdampak ke DPR

Hari Keadilan Ekologis, WALHI Bawa Suara Warga Terdampak ke DPR

Foto | Senin, 21 September 2026 | 18:15 WIB

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 09:00 WIB

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:27 WIB

Punya Lebih dari 190.000 Karyawan, Astra Raih Penghargaan dari Fortune Indonesia

Punya Lebih dari 190.000 Karyawan, Astra Raih Penghargaan dari Fortune Indonesia

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:24 WIB

Le Minerale Raih Anugerah Ekonomi Hijau untuk Konservasi  Sumber Daya Air

Le Minerale Raih Anugerah Ekonomi Hijau untuk Konservasi Sumber Daya Air

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:30 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×