Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya

Bangun Santoso

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:35 WIB
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
Warga mengamati kondisi rumah yang rusak tertimbun tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]
baca 10 detik
  • Badan Geologi ESDM memperingatkan potensi longsor susulan di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, akibat curah hujan tinggi.
  • Pemicu longsor meliputi curah hujan ekstrem, lereng curam, batuan vulkanik lapuk, dan aktivitas pemotongan lereng.
  • Tim ahli menyisir 30 hektare area terdampak dan mengimbau warga segera mengungsi demi keselamatan jiwa.

Suara.com - Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, ternyata belum berakhir. Ancaman yang lebih mengerikan kini mengintai: potensi longsor susulan.

Badan Geologi Kementerian ESDM secara resmi mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat untuk waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama kembali mengguyur.

Peringatan ini bukan tanpa dasar. Tim ahli yang diterjunkan ke lokasi menemukan fakta-fakta krusial yang membuat kawasan perbukitan tersebut masih sangat rawan.

Warga yang tinggal di dekat area bencana diminta untuk tidak kembali ke rumah dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Mengurai Pemicu Utama, Bukan Sekadar Hujan

Banyak yang mengira hujan deras adalah satu-satunya penyebab. Namun, analisis mendalam dari Badan Geologi mengungkap kombinasi faktor mematikan di balik longsor Cisarua. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utamanya.

"Faktor pemicu utamanya adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng," ujarnya, dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Sederhananya, air hujan yang meresap membuat tanah menjadi jenuh, berat, dan kehilangan kekuatannya untuk menahan beban, hingga akhirnya ambrol. Namun, kondisi geologi di Desa Pasirlangu memperparah situasi ini.

Kondisi Geologi yang 'Rapuh'

baca juga

Secara geologis, wilayah terdampak didominasi oleh batuan gunung api tua yang sudah lapuk. Batuan ini, seiring waktu, berubah menjadi tanah yang gembur dan tidak stabil. Ditambah lagi dengan tiga faktor lain yang membuat kawasan ini seperti bom waktu:

Kemiringan Lereng: Topografi yang curam secara alami sangat rentan terhadap longsor.

Struktur Geologi: Adanya rekahan dan sesar (patahan) di bawah permukaan tanah menjadi jalur air yang mempercepat pelapukan dan pelemahan struktur lereng.

Aktivitas Manusia: Pemotongan lereng untuk membangun permukiman dan jalan, serta sistem drainase yang buruk, ikut andil dalam mengganggu kestabilan alami lereng.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah ini masuk dalam kategori Menengah, di mana longsor sangat mungkin terjadi jika lerengnya terganggu.

"Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas," jelas Lana sebagaimana dilansir Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Longsor Cisarua Bandung Barat: 9 Tewas, 81 Warga Masih Dicari

Longsor Cisarua Bandung Barat: 9 Tewas, 81 Warga Masih Dicari

Foto | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:31 WIB

2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat

2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:17 WIB

Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua

Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 15:35 WIB

"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat

"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:50 WIB

Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang

Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 14:05 WIB

Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua

Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:31 WIB

Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari

Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

×