Kekuatan Amonium Nitrat Disebut Jadi Pemicu Ledakan Beirut

Dythia Novianty

Rabu, 05 Agustus 2020 | 07:34 WIB
Kekuatan Amonium Nitrat Disebut Jadi Pemicu Ledakan Beirut
Ledakan terjadi di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). [AFP]

Suara.com - Pejabat tinggi Libanon menyebut jika amonium nitrat yang biasa digunakan dalam pupuk dan bom, tersimpan selama bertahun-tahun di tempat ledakan, kemungkinan menjadi penyebab ledakan dahsyat di Beirut.

Kekuatan amonium nitrat dalma menimbulkan ledakan tidak usah dipertanyakan. Pasalnya, ledakan amonium nitrat yang tidak disengaja pernah menyebabkan sejumlah kecelakaan industri yang mematikan, termasuk yang terburuk dalam sejarah Amerika Serikat adalah pada 1947. Di mana sebuah kapal yang membawa ammonium nitrat terbakar dan meledak di pelabuhan Texas City, Texas, memulai reaksi berantai ledakan dan api yang menewaskan 581 orang.

Selain itu, bahan kimia tersebut juga pernah menjadi bahan utama bom yang digunakan dalam beberapa serangan teroris, termasuk penghancuran gedung kantor federal di Kota Oklahoma pada 1995, yang menewaskan 168 orang.

"Saya tidak akan bersantai sampai kita menemukan pihak yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, meminta pertanggungjawaban dan menerapkan hukuman paling serius terhadapnya karena itu bukan tidak dapat diterima bahwa pengiriman amonium nitrat - diperkirakan 2.750 ton - berada di gudang selama enam tahun terakhir tanpa tindakan pencegahan," terang seorang pejabat Dewan Pertahanan Tinggi Libanon mengutip Perdana Menteri Diab dalam sebuah pernyataan, dilansir New York Times, Rabu (5/8/2020).

Beberapa jam sebelumnya, Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, kepala dinas keamanan umum Libanon, mengatakan bahwa "bahan-bahan yang sangat eksplosif" disimpan di wilayah tersebut, yang kemudian dikonfirmasi oleh Aoun.

Pada awalnya, tak satu pun dari mereka mengatakan apa bahan-bahan itu, tetapi Jenderal Ibrahim memperingatkan agar tidak "mendahului penyelidikan" dan berspekulasi tentang adanya aksi tindakan teroris.

Diab, perdana menteri, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, "Fakta tentang depot berbahaya ini, yang telah ada sejak 2014 atau enam tahun terakhir, akan diumumkan."

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan terjadi tanpa pertanggungjawaban. Mereka yang bertanggung jawab akan membayar harga untuk bencana ini. Ini adalah janji bagi para martir dan orang-orang yang terluka. Ini adalah komitmen nasional," tegas Diab.

Ilustrasi Amonium Nitrat. [Shutterstock]
Ilustrasi Amonium Nitrat. [Shutterstock]

Seperti diketahui, ledakan pada Selasa (4/8/2020), didahului dengan kebakaran di sebuah gudang di pelabuhan Beirut, menurut Kantor Berita Nasional Libanon.

baca juga

Ada laporan lokal bahwa gudang itu berisi kembang api, dan dalam beberapa video yang diposting secara online, kilatan berwarna dapat terlihat dalam asap gelap yang naik dari api, tepat sebelum ledakan besar.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, berbicara di televisi, tidak dapat mengatakan apa yang menyebabkan ledakan itu. Ia menyebutnya bencana nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Luka Akibat Ledakan Besar di Beirut Lebanon Tembus 3.700 Orang

Korban Luka Akibat Ledakan Besar di Beirut Lebanon Tembus 3.700 Orang

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 06:56 WIB

Update Beirut: Korban Tewas Capai 70 Orang dan Ribuan Terluka

Update Beirut: Korban Tewas Capai 70 Orang dan Ribuan Terluka

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 05:25 WIB

Dugaan Awal Penyebab Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Dugaan Awal Penyebab Ledakan Besar di Beirut Lebanon

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 05:11 WIB

Ledakan Besar di Beirut Lebanon: Ratusan Orang Terperangkap, Ribuan Terluka

Ledakan Besar di Beirut Lebanon: Ratusan Orang Terperangkap, Ribuan Terluka

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 05:03 WIB

Kesaksian Memilukan Detik-detik Ledakan Besar Guncang Beirut Lebanon

Kesaksian Memilukan Detik-detik Ledakan Besar Guncang Beirut Lebanon

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 04:49 WIB

Ledakan Besar Guncang Beirut, Palang Merah: Banyak Orang Masih Terperangkap

Ledakan Besar Guncang Beirut, Palang Merah: Banyak Orang Masih Terperangkap

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 02:14 WIB

Terkini

Potterhead Merapat! Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Cuma Tersedia 600 Unit

Potterhead Merapat! Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Cuma Tersedia 600 Unit

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:40 WIB

Turun Lagi! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Makin Ramah di Kantong

Turun Lagi! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Makin Ramah di Kantong

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:36 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB

Shio Apa yang Paling Mahir Mengelola Keuangan Keluarga? Jarang Boros dan Teliti

Shio Apa yang Paling Mahir Mengelola Keuangan Keluarga? Jarang Boros dan Teliti

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 08:30 WIB

705 Ribu Korporasi di RI Masuk Daftar Nonaktif

705 Ribu Korporasi di RI Masuk Daftar Nonaktif

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:28 WIB

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:25 WIB

Petrokimia Gresik Ubah Limbah Silika Jadi Penyaring, Hemat Rp259,6 Juta

Petrokimia Gresik Ubah Limbah Silika Jadi Penyaring, Hemat Rp259,6 Juta

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:21 WIB

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:17 WIB

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

×