Rusia Segera Angkat Kapal Selam Nuklir dari Dasar Laut Arktik

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Rusia Segera Angkat Kapal Selam Nuklir dari Dasar Laut Arktik
Ilustrasi kapal selam Rusia. (Shutterstock)

Suara.com - Rusia berencana mengangkat reaktor nuklir dari kapal selam milik mereka yang tenggelam di dasar laut Arktik.

Perusahaan nuklir asal Rusia, Rosatom, ditugaskan pemerintah untuk menghapus item radioaktif paling berbahaya di muka Bumi itu.

Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa Rosatom diberi mandat untuk mengangkat enam reaktor nuklir yang ada di kapal selam tersebut dalam waktu 8 tahun.

Dalam keterangan resminya, Rosatom mengatakan bahwa kapal selam pembawa nuklir yang karam di dasar laut Arktik itu, merupakan sisa-sisa peninggalan Perang Dingin kontra Amerika Serikat.

Meski sudah puluhan tahun berlalu, reaktor nuklir tersebut diketahui masih aktif sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan di sekitar perairan Arktik.

Bahkan, TASS melaporkan bahwa 90 persen radiasi yang terjadi di Kutub Utara berasal dari reaktor nuklir tersebut.

Seorang juru bicara Rosatom mengatakan bahwa reaktor nuklir tersebut didapat dari kapal selam K-11, K-19, K-140, K-27, K-159, dan kapal selam milik mantan pemimpin Rusia, Lenin.

Untuk mematikan reaktor nuklir pada keenam kapal selam Rusia tersebut, Rosatom menetapkan biaya oeprasionalnya ditaksir mencapai 278 juta Euro atau setara Rp 4,8 miliar.

Sementara itu, organisasi lingkungan Bellona Foundation baru-baru ini melaporkan bahwa para ahli nuklir dari Norwegia dan Rusia telah bertemu secara online untuk membahas pengangkatan kapal selam nuklir yang tenggelam di Kutub Utara itu.

baca juga
Global warming di Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]
Ilustrasi Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]

Dikutip dari New York Post, Kamis (6/8/2020), sebagian besar kapal selam bermuatan nuklir itu sengaja ditenggelamkan oleh militer Uni Soviet (Rusia) selama Perang Dingin.

Sebelumnya, proses pengangkatan reaktor nuklir dari salah satu kapal selam, K-159, pernah dilakukan pada 30 Agustus 2003.

Namun, misi tersebut gagal karena tim yang bertugas dilanda badai besar di Laut Barents. Dalam insiden tersebut, sembilan awak dinyatakan meningal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Negara Alami Musim Panas, 5 Destinasi Ini Tetap Dingin Membeku

Banyak Negara Alami Musim Panas, 5 Destinasi Ini Tetap Dingin Membeku

Lifestyle | Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:00 WIB

Bikin Ilmuwan Terpukau, Rubah Arktik Bisa Menjelajah Lebih dari 3.500 Km

Bikin Ilmuwan Terpukau, Rubah Arktik Bisa Menjelajah Lebih dari 3.500 Km

Tekno | Kamis, 04 Juli 2019 | 14:40 WIB

14 Pelaut Rusia Tewas dalam Insiden Kebakaran Kapal Selam

14 Pelaut Rusia Tewas dalam Insiden Kebakaran Kapal Selam

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 06:18 WIB

Sebagian Besar Es Tertua di Dunia Telah Menghilang, Pertanda Apa Ini?

Sebagian Besar Es Tertua di Dunia Telah Menghilang, Pertanda Apa Ini?

Tekno | Kamis, 13 Desember 2018 | 19:30 WIB

Meteorologis Rusia Habiskan 30 Tahun di Tempat Tersepi

Meteorologis Rusia Habiskan 30 Tahun di Tempat Tersepi

Tekno | Rabu, 22 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Tak Puas Hanya Pesawat, Rusia Gempur ISIS dengan Kapal Selam

Tak Puas Hanya Pesawat, Rusia Gempur ISIS dengan Kapal Selam

News | Rabu, 09 Desember 2015 | 10:13 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×