Australia Beri Izin Mendarat Kapsul Sampel Asteroid Jepang

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 20 Agustus 2020 | 13:45 WIB
Australia Beri Izin Mendarat Kapsul Sampel Asteroid Jepang
Wahana antariksa milik Jepang, Hayabusa 2. [AFP/Jiji Press]

Suara.com - Australia resmi memberi izin pendaratan untuk pesawat luar angkasa Hayabusa 2, yang membawa misi pengambilan sampel asteroid Ryugu. Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) telah lama merencanakan untuk mendaratkan kapsul berisi sampel asteroid itu di padang pasir yang luas di Australia, tetapi pengumuman baru ini menandai persetujuan resmi negara tersebut.

"Saya senang telah memberikan tanda persetujuan bagi Hayabusa 2 untuk mendarat di Woomera Prohibited Area dan saya senang JAXA telah memilih bermitra dengan kami dalam pengembalian kapsul," kata Karen Andrews, Menteri Industri, Sains, dan Teknologi Australia, seperti dikutip Space.com, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya, misi ini adalah prestasi ilmiah dan teknis yang sangat penting, sebagai sampel asteroid bawah permukaan pertama yang dikembalikan ke Bumi.

Ilustrasi salah satu aktivitas Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). [Shutterstock]
Ilustrasi salah satu aktivitas Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). [Shutterstock]

Selama berada di Ryugu, Hayabusa 2 mengumpulkan sampel dari permukaan batuan asteroid dan mengumpulkan beberapa materi bawah permukaannya.

Keragaman sampel mengindikasikan bahwa para ilmuwan akan dapat mempelajari lebih lanjut tentang interior Ryugu dan bagaimana interiornya merespons luar angkasa yang keras, seperti angin Matahari, aliran konstan partikel berenergi tinggi yang disebut plasma yang mengalir dari Matahari.

Tetapi, bahkan dengan pesawat luar angkasa yang canggih, para ilmuwan selalu dapat melakukan analisis lebih rinci di laboratorium di Bumi. Oleh karena itu, perlu mendaratkan kapsul tersebut. Pendahulu Hayabusa 2, misi pengembalian sampel asteroid lain bernama Hayabusa yang mengunjungi batuan luar angkasa yang disebut Itokawa, juga mengembalikan sampelnya di Australia. Pendaratan akan dijadwalkan pada 6 Desember mendatang.

"Persetujuan untuk melakukan operasi masuk kembali dan pemulihan kapsul sampel Hayabusa 2 merupakan tonggak penting. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan pemerintah Australia serta berbagai organisasi di Australia atas kerja sama mereka," ucap Hiroshi Yamakawa, Presiden JAXA dalam sebuah pernyataan.

Namun, tidak seperti misi Hayabusa, pesawat luar angkasa Hayabusa 2 tidak akan kembali sepenuhnya. Misi kali ini hanya akan "menjatuhkan" kapsul sampel kembali ke Bumi karena JAXA berencana melakukan pengiriman misi lain, Hayabusa 2 mengunjungi asteroid kedua sekitar satu dekade dari sekarang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Bahan Penelitian Baru dari Foto Close Up Asteroid Ryugu Ini

Ilmuwan Temukan Bahan Penelitian Baru dari Foto Close Up Asteroid Ryugu Ini

Tekno | Senin, 11 Mei 2020 | 06:05 WIB

Jepang Akan Ambil Sampel Bulan Milik Mars

Jepang Akan Ambil Sampel Bulan Milik Mars

Tekno | Kamis, 27 Februari 2020 | 11:24 WIB

Usai Mengebom Asteroid, Satelit Hayabusa-2 Milik Jepang Pulang ke Bumi

Usai Mengebom Asteroid, Satelit Hayabusa-2 Milik Jepang Pulang ke Bumi

Tekno | Rabu, 13 November 2019 | 16:30 WIB

Wahana Antariksa Hayabusa 2 Siap Kembali ke Bumi

Wahana Antariksa Hayabusa 2 Siap Kembali ke Bumi

Tekno | Rabu, 13 November 2019 | 12:50 WIB

Sukses, Hayabusa 2 Ambil Sampel Kedua Asteroid Ryugu

Sukses, Hayabusa 2 Ambil Sampel Kedua Asteroid Ryugu

Tekno | Jum'at, 12 Juli 2019 | 13:48 WIB

Ilmuwan Temukan Air dalam Sampel Asteroid Itokawa

Ilmuwan Temukan Air dalam Sampel Asteroid Itokawa

Tekno | Sabtu, 04 Mei 2019 | 13:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×