Teknik Perawatan Berusia 100 Tahun, Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 26 Agustus 2020 | 08:39 WIB
Teknik Perawatan Berusia 100 Tahun, Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19
Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]

Mereka dalam tiga hari setelah diagnosis, memiliki 35 persen lebih rendah angka kematian dibandingkan pasien yang dirawat empat hari atau lebih setelah diagnosis.

Dalam briefing Gedung Putih, Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Alex Azar menyebut ini kemajuan besar dalam perawatan pasien.

Tetapi para ilmuwan perlu membandingkan pasien menerima plasma dengan pasien yang tidak menerima, untuk mengetahui apakah terapi tersebut benar-benar berdampak pada kelangsungan hidup.

Sebuah penelitian dari para ilmuwan di Mount Sinai menemukan bahwa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan menerima plasma penyembuhan, memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan hidup daripada pasien yang tidak menerima pengobatan.

Hasil serupa pun ditemukan dalam studi lain pada 1 Mei lalu, hampir 72 persen penerima plasma telah dipulangkan dari rumah sakit dibandingkan dengan 67 pasien lainnya. Tetapi penelitiannya masih terbatas dan hasilnya hanya signifikan untuk pasien yang tidak membutuhkan ventilator.

Studi lain, para ilmuwan di Mayo Clinik menemukan bahwa plasma penyembuhan mengurangi tingkat kematian di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebesar 57 persen.

Sebagian besar penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa pasien yang diobati lebih awal selama terjadi infeksinya memiliki hasil yang lebih baik.

Sebuah studi terbaru terhadap 316 pasien di rumah sakit Houston Methodist menemukan bahwa pasien yang menerima transfusi plasma dalam 72 jam, setelah dirawat di rumah sakit memiliki risiko kematian lebih rendah selama 28 hari berikutnya, dibandingkan pasien yang menerima transfusi setelah 72 jam berlalu.

"Kami sekarang memiliki lebih banyak bukti daripada sebelumnya bahwa terapi plasma berusia seabad ini bermanfaat, aman, dan dapat membantu mengurangi tingkat kematian akibat virus ini," ucap Dr. James Musser, Ketua Department of Pathology and Genomic Medicine di Houston Methodist.

baca juga
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Ilmuwan Mayo Clinic juga menyebut bahwa pengobatan tersebut relatif aman di antara 5.000 orang dewasa dengan kasus yang parah. Kurang dari 1 persen pasien mengalami efek samping yang parah dalam waktu empat jam setelah menerima transfusi. Meskipun transfusi terlalu menimbulkan risiko bagi pasien sakit parah, tapi hanya empat kematian yang tercatat dengan terapi plasma.

Perusahaan obat pun mulai mengubah plasma menjadi obat. Pada Mei, koalisi lembaga medis, perusahaan obat, nirlaba, dan penyintas Covid-19 meluncurkan kampanye The Fight Is In Us, sebuah kampanye untuk mendapatkan lebih banyak sumbangan darah dari pasien Covid-19 yang sudah pulih.

Sebagian dari darah itu akan digunakan untuk transfusi langsung dan sisanya akan digunakan untuk memproduksi hyperimmune globulin, obat yang dibuat dari plasma penyembuhan.

Proses pembuatan hyperimmune globulin melibatkan pengumpulan plasma dari pasien yang pulih dan memanaskannya sehingga patigen yang tersisa dimusnahkan.

Hasilnya adalah sebotol obat dengan tingkat antibodi yang konsisten yang dapat dengan mudah diberikan kepada pasien. Obat ini berfokus pada antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah, yaitu imunoglobulin G, biasanya memberikan kekebalan jangka panjang.

"Ini pada dasarnya dirawat dengan cara yang mengurangi kemungkinan bahwa itu dapat menularkan infeksi apapun. Sesuatu seperti itu bisa sangat membantu, berpotensi, untuk orang-orang di fase awal penyakit atau berpotensi sebagai profilaksis melawan penyakit," kata David Reich, Presiden dan Kepala Operasi Rumah Sakit Mount Sinai.

Mount Sinai bekerja sama dnegan Emergent BioSolutions, perusahaan biofarmasi yang berbasis di Maryland, untuk mengembangkan produk hyperimmune globulin. Kelompok tersebut akan mempelajari apakah obat tersebut dapat melindungi individu yang berisiko terpapar, seperti petugas layanan kesehatan.

Koalisi 10 perusahaan obat yang terlihat dalam kampanye The Fight Is In Us juga menciptakan obat hyperimmune globulin. Penelitian ini dipimpin oleh Takeda, perusahaan farmasi terbesar di Jepang dan CSL Behring, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Pennsylvania.

Para ilmuwan berharap dapat menentukan apakah hyperimmune globulin meningkatkan hasil untuk pasien Covid-19 dengan kasus yang parah.

Ilustrasi obat virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi obat virus corona. [Shutterstock]

Koalisi berharap mendapat persetujuan peraturan dari FDA pada akhir 2020. Tetapi ada banyak rintangan, salah satunya jumlah obat masih dibatasi oleh jumlah plasma yang disumbangkan. Perusahaan yang meneliti hyperimmune globulin dan perawatan plasma langsung, juga masih perlu membuktikan bahwa pendekatan tersebut aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya, Percobaan Vaksin Covid-19 Berhasil Merangsang Antibodi

Pertama Kalinya, Percobaan Vaksin Covid-19 Berhasil Merangsang Antibodi

Tekno | Senin, 20 Juli 2020 | 09:34 WIB

Hore! Uji Coba Antibodi Covid-19 di Inggris Diklaim 98,6 Persen Akurat

Hore! Uji Coba Antibodi Covid-19 di Inggris Diklaim 98,6 Persen Akurat

Tekno | Minggu, 19 Juli 2020 | 12:00 WIB

Keren, Hasil Tes Antibodi Covid-19 Sidik Jari Hanya 20 Menit

Keren, Hasil Tes Antibodi Covid-19 Sidik Jari Hanya 20 Menit

Tekno | Minggu, 19 Juli 2020 | 09:00 WIB

Donor Darah Bantu Temukan Daya Tahan Antibodi Covid-19

Donor Darah Bantu Temukan Daya Tahan Antibodi Covid-19

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 11:25 WIB

Abbott Pastikan Kesediaan Ratusan Ribu Tes Antibodi Covid-19 di Indonesia

Abbott Pastikan Kesediaan Ratusan Ribu Tes Antibodi Covid-19 di Indonesia

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 10:15 WIB

Direktur Eijkman Tegaskan Terapi Plasma Konvalesen Bukan Pencegah Corona

Direktur Eijkman Tegaskan Terapi Plasma Konvalesen Bukan Pencegah Corona

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 16:46 WIB

Terkini

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman

PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:38 WIB

Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global

Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:30 WIB

Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!

Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:43 WIB

5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang

5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:09 WIB

×