WHO Ragu Terapi Plasma Darah Ampuh Obati Covid-19, Kenapa?

M. Reza Sulaiman

Senin, 24 Agustus 2020 | 20:07 WIB
WHO Ragu Terapi Plasma Darah Ampuh Obati Covid-19, Kenapa?
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Suara.com - Amerika Serikat membolehkan terapi plasma darah untuk pengobatan infeksi virus Corona Covid-19, dengan mempertimbangkan aspek gawat darurat. Apa kata WHO?

Dilansir ANTARA, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (24/8/2020) menyikapi penggunaan plasma pasien Covid-19 yang telah sembuh untuk mengobati orang yang sakit secara hati-hati.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan bukti plasma mampu bersifat menyembuhkan belum cukup.

WHO pun menyayangkan otorisasi darurat untuk terapi semacam itu oleh Amerika Serikat.

"Ada sejumlah uji klinis yang dilakukan di seluruh dunia yang mengamati dampak penggunaan plasma pasien yang sembuh dibandingkan dengan perawatan standar," kata Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO.

"Hanya sedikit dari mereka yang benar-benar melaporkan hasil sementara ... dan saat ini, kualitas bukti masih sangat rendah," katanya dalam konferensi pers.

Senada dengan WHO, Anthony Fauci dan para pemimpin di Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, menyuarakan keraguan mereka terhadap plasma darah sebagai pengobatan yang menyelamatkan jiwa pasien Covid-19.

Dilansir New York Times, Mereka mengungkapkan keprihatinan atas data yang dihasilkan sejauh ini mengenai pengobatan terapi plasma.

Dilansir dari Medical Daily, Mayo Clinic merilis data pada 35.322 orang yang dirawat dalam uji coba terapi plasma. Meskipun data awal menunjukkan beberapa manfaat plasma dalam waktu tiga hari setelah infeksi, hal itu tetap menimbulkan kekhawatiran.

baca juga

Sebab tiga hari adalah waktu yang sangat kecil untuk membawa plasma ke pasien dan plasma darah tidak dapat diproduksi, itu harus disumbangkan dari seseorang yang sembuh sendiri dari kasus Covid-19.

Sebagai perumpamaan, darah manusia itu seperti sup. Saat semua potongan besar dalam sup disaring, yang tersisa adalah kaldu yang kaya.

Dalam darah, kaldu ini adalah plasma dan diduga mengandung antibodi Covid-19 yang mungkin menyelamatkan jiwa.

Setelah Anda terserang virus tertentu, tubuh Anda menyimpan ingatan tentang penyakit tersebut untuk membantu melawannya lagi.

Ingatan ini adalah antibodi. Teori mengenai plasma darah adalah bahwa memberikan pasien saat ini sup antibodi dari orang yang telah sembuh akan memungkinkan plasma menipu tubuh untuk melawan virus.

Ada juga masalah yang lebih besar terkait terapi plasma. Sebagian besar uji coba plasma tidak memiliki kontrol.

Dalam eksperimen ilmiah dan uji coba medis, kontrol adalah bagian penting untuk membuktikan hipotesis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen

The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Health | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:26 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Jadi Kandidat Dirjen WHO, Menkes Budi Minta Doa: Ini Ditugaskan Bapak

Jadi Kandidat Dirjen WHO, Menkes Budi Minta Doa: Ini Ditugaskan Bapak

News | Senin, 28 September 2026 | 18:45 WIB

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman

Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:46 WIB

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku

Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator

Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator

Health | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

×