Fitur Baru Twitter Ini Akan Ungkap Bagaimana Bisa Trending Topic

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 03 September 2020 | 11:30 WIB
Fitur Baru Twitter Ini Akan Ungkap Bagaimana Bisa Trending Topic
Ilustrasi Twitter. [Shutterstock]

Suara.com - Twitter akan menambahkan tweet yang disematkan (pinned tweet) dan deskripsi singkat ke beberapa topik yang sedang tren di platformnya, untuk membantu pengguna memahami mengapa topik itu populer dan masuk ke trending topic.

Perusahaan mengatakan akan segera mulai menambahkan perwakilan tweet yang disematkan ke beberapa topik di aplikasi iOS dan Android, serta akan segera hadir di versi web, melalui postingan blog resminya. Twitter mengatakan, deskripsi akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang.

Menurut Twitter, fitur baru ini sebagian dirancang untuk membantu lebih dari 500.000 pengguna yang mencuitkan "Mengapa topik ini menjadi tren?" selama 2019.

Meskipun bagian topik yang sedang tren dirancang untuk memberi pengguna gambaran umum tentang apa yang sedang dibahas orang dan bot di dalam platform, faktanya sering kali ditemukan cuitan dari orang-orang yang bingung mengapa suatu topik menjadi tren di posisi pertama.

Ilustrasi Twitter (Shutterstock).
Ilustrasi Twitter (Shutterstock).

Twitter mengatakan, tweet yang disematkan akan ditentukan oleh kombinasi algoritma dan kurasi manusia, serta deskripsi yang sedang tren akan sepenuhnya dikurasi oleh manusia. Algoritma akan digunakan untuk mencoba dan menghentikan tweet berisi spam atau kata-kata kasar agar tidak disematkan ke topik yang sedang tren.

Dilansir dari The Verge, Kamis (3/9/2020), bagian trending di platform ini juga sering dikritik karena membantu menyebarkan informasi yang salah. NBC News mencatat bahwa di masa lalu, poin pembicaraan pro-Arab Saudi telah menjadi tren berkat bantuan dari akun bot.

Tagar yang terkait dengan teori konspirasi QAnon juga telah muncul di bagian tersebut. Membuat topik menjadi tren di Twitter dapat membantu penyebaran pesan secara online dan menjadikan bagian tersebut menjadi medan pertempuran bagi pelaku kejahatan.

Twitter bukan satu-satunya layanan yang bermasalah dengan bagian yang sedang tren. Pada 2018, Facebook menghapus bagian topik yang sedang tren setelah menghadapi kritik selama bertahun-tahun karena perannya dalam menyebarkan informasi yang salah dan memanipulasi cerita.

Twitter mengatakan, fitur baru tersebut akan tersedia di Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Kolombia, Mesir, Perancis, India, Irlandia, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Arab Saudi, Spanyol, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramugari Cantik Siwi Widi Cabut Pelaporan kepada Akun @digeeembok

Pramugari Cantik Siwi Widi Cabut Pelaporan kepada Akun @digeeembok

Jakarta | Senin, 31 Agustus 2020 | 18:29 WIB

Sebar Propaganda Pro-China, Twitter Bekukan Ribuan Akun Drakula

Sebar Propaganda Pro-China, Twitter Bekukan Ribuan Akun Drakula

Tekno | Senin, 31 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Gambarnya Terbalik, Hasil Servis TV Ini Bikin Ngakak

Gambarnya Terbalik, Hasil Servis TV Ini Bikin Ngakak

Tekno | Senin, 31 Agustus 2020 | 12:30 WIB

Kehebohan Kata Anjay, Duduki Trending Topic Twitter Indonesia

Kehebohan Kata Anjay, Duduki Trending Topic Twitter Indonesia

Tekno | Senin, 31 Agustus 2020 | 10:30 WIB

Gugatan RCTI Jadi Trending Topic, Warganet Meradang

Gugatan RCTI Jadi Trending Topic, Warganet Meradang

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 08:50 WIB

Tingkah Kocak Pria di SPBU Ini Bikin Ngakak, Warganet Curiga Settingan

Tingkah Kocak Pria di SPBU Ini Bikin Ngakak, Warganet Curiga Settingan

Kaltim | Kamis, 27 Agustus 2020 | 17:18 WIB

Terkini

Diabetes Bukan Berarti Pantang Makanan Favorit, Kenali Prinsip 5J untuk Kontrol Gula Darah

Diabetes Bukan Berarti Pantang Makanan Favorit, Kenali Prinsip 5J untuk Kontrol Gula Darah

Health | Kamis, 05 November 2026 | 19:16 WIB

Terlalu Lama Berhemat, Gen Z Justru Terjebak Revenge Spending

Terlalu Lama Berhemat, Gen Z Justru Terjebak Revenge Spending

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:15 WIB

Survei Bilang Anak Muda Muak Politik, Kok Paling Vokal Mengawal Kebijakan?

Survei Bilang Anak Muda Muak Politik, Kok Paling Vokal Mengawal Kebijakan?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:15 WIB

Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia

Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia

Bali | Kamis, 05 November 2026 | 19:14 WIB

Langgar Tatib, Botol Minuman Jokowi Disita Petugas Saat Sidang Roy Suryo

Langgar Tatib, Botol Minuman Jokowi Disita Petugas Saat Sidang Roy Suryo

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:12 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah Lewat Legislasi dan Pengawasan

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah Lewat Legislasi dan Pengawasan

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:12 WIB

Roy Suryo Tolak Keterangan Jokowi dalam Persidangan Kasus Ijazah Palsu

Roy Suryo Tolak Keterangan Jokowi dalam Persidangan Kasus Ijazah Palsu

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:12 WIB

Hari Guru Nasional 2026 Tanggal Berapa? Ini Tema, Logo, dan Panduan Resminya

Hari Guru Nasional 2026 Tanggal Berapa? Ini Tema, Logo, dan Panduan Resminya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:11 WIB

OJK Ungkap Dampak Pengumuman MSCI: IHSG Anjlok 16,6%, Dana Asing Rp16,88 T Kabur

OJK Ungkap Dampak Pengumuman MSCI: IHSG Anjlok 16,6%, Dana Asing Rp16,88 T Kabur

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:07 WIB

Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:03 WIB

×