Dampak Kebakaran California, Hutan Terancam Tidak Akan Tumbuh Kembali

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 05 September 2020 | 20:45 WIB
Dampak Kebakaran California, Hutan Terancam Tidak Akan Tumbuh Kembali
Kebakaran hutan di California [AFP].

Suara.com - Sebuah penelitian yang mengamati area terbakar seluas 1.840 km persegi di seluruh Pegunungan Rocky Selatan telah menyimpulkan bahwa banyak pohon yang hilang akibat kobaran api mungkin tidak akan pernah tumbuh kembali.

Kebakaran hutan yang terjadi di sebagian besar California dan Colorado membuat para ahli khawatir bahwa kerusakan yang tidak dapat diperbaiki mungkin telah terjadi pada hutan itu.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Global Ecology and Biogeography, para ilmuwan dari University of Colorado Boulder menemukan bahwa perubahan kondisi di Pegunungan Rocky Selatan akan menyebabkan hanya setengah dari spesies pohon asli tumbuh kembali, dengan proyeksi menjadi jauh lebih buruk jika emisi gas rumah kaca tetap konstan.

"Kami memproyeksikan pemulihan pasca-kebakaran akan lebih kecil kemungkinannya di masa depan, dengan persentase besar Pegunungan Rocky Selatan menjadi tidak cocok untuk dua spesies pohon penting, yaitu pinus ponderosa dan cemara douglas," kata Kyle Rodman, penulis utama penelitian, seperti dikutip IFL Science pada Sabtu (5/9/2020).

Ratusan titik kebakaran mengamuk di hampir seluruh kawasan California, Amerika Serikat, Rabu (19/8/2020). [AFP]
Ratusan titik kebakaran mengamuk di hampir seluruh kawasan California, Amerika Serikat, Rabu (19/8/2020). [AFP]

Para ilmuwan mensurvei 22 area yang terbakar untuk melihat kondisi iklim dan banyak bibit di area yang terkena kebakaran hutan. Para ahli kemudian membandingkannya dengan citra satelit dari kelimpahan pohon sebelum kebakaran, tim dapat mengukur seberapa kemungkinan hutan pulih setelah kehilangan pohon.

Hasilnya, hanya separuh tanah cocok untuk pemulihan, dataran lebih tinggi dan curah hujan lebih tinggi kemungkinan besar akan pulih kembali, daripada daerah berkondisi kurang subur.

Jika dibandingkan penelitian sebelumnya dari area yang sama, tim ahli menemukan bahwa pemulihan hutan lebih lambat daripada sebelumnya. Bahkan 15 tahun setelah kebakaran, sebanyak 80 persen bidang tanah yang disurvei tidak memiliki pohon baru.

Sebagai akibat dari perubahan iklim, Pegunungan Rocky Selatan mengalami kondisi yang menjadi lebih hangat dan kering. Hal ini meningkatkan frekuensi kebakaran hutan sekaligus mengurangi kemungkinan pulihnya hutan. Area di mana seharusnya pohon kembali, para ilmuwan memperkirakan area itu menjadi padang rumput.

"Penelitian ini dan penelitian lainnya dengan jelas menunjukkan bahwa ketahanan hutan kita terhadap api telah menurun secara signifikan di bawah kondisi yang lebih hangat dan lebih kering," ucap Tom Veblen, rekan penulis dan profesor geografi di University of Colorado Boulder.

baca juga

Selain observasi, para ahli juga memasukkan prediksi emisi gas rumah kaca berdasarkan dua skenario, yaitu manusia tidak melakukan apa-apa terhadap krisis iklim dan emisi tetap sama, atau skenario "moderat" di mana manusia mulai mengurangi emisi setelah 2040.

Berjalan Tanpa Alas Kaki di Atas Rumput. (Pixabay)
Ilustrasi rumput (Pixabay)

Jika manusia mengikuti jalur "moderat", hanya 17,5 persen dari lahan yang akan cocok untuk cemara douglas dan pinus ponderosa pada 2051. Diperkirakan, jika manusia tidak mengubah laju emisi sama sekali, jumlahnya akan jauh lebih suram, hanya 6,3 persen dan 3,5 persen untuk masing-masing spesies cemara dan pinus.

Penelitian ini berfungsi sebagai pengingat tentang dampak perubahan iklim terhadap alam liar asli dan pentingnya menurunkan emisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:26 WIB

Ketika Sawit Meluas, Akankah Hutan Bertahan untuk Generasi Mendatang?

Ketika Sawit Meluas, Akankah Hutan Bertahan untuk Generasi Mendatang?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:50 WIB

Review Film Urang Bunian: Teror Makhluk Gaib di Hutan Sumatera

Review Film Urang Bunian: Teror Makhluk Gaib di Hutan Sumatera

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:00 WIB

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

News | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×