Melesat, PUBG Mobile Hasilkan Rp 52 Triliun dari Microtransaction

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 10 September 2020 | 20:00 WIB
Melesat, PUBG Mobile Hasilkan Rp 52 Triliun dari Microtransaction
PUBG Mobile. [pubgmobile]

Suara.com - Pemain PUBG Mobile ternyata sangat "royal" dalam mengeluarkan uang mereka di platform game tersebut. Menurut data dari perusahaan riset Sensor Tower, PUBG Mobile telah menghasilkan 3,5 miliar dolar AS atau Rp 52 triliun dari microtransaction sejak game tersebut diluncurkan.

Data dari Sensor Tower juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan PUBG Mobile (terkait pendapatan) jauh mengungguli game Battle Royale lainnya.

Game ini berkembang pesat karena hingga Juli 2020 saja, Lifetime Revenue-nya sudah mencapai 3 miliar dolar AS atau Rp 44,7 triliun.

PUBG Mobile hanya butuh waktu 32 hari saja untuk menambah pendapatan sebesar 500 juta dolar AS, yang berarti sekitar 7 juta dolar AS per hari.

Nomor-nomor baru untuk game tersebut mencakup PUBG Mobile utama dan versi Cina, yang disebut Game For Peace.

Pengeluaran microtransactions pemain PUBG Mobile setiap bulannya. (Sensor Tower)
Pengeluaran microtransactions pemain PUBG Mobile setiap bulannya. (Sensor Tower)

Dikutip dari Gamespot, pasar terbesar PUBG Mobile adalah China, di mana para pemainnya secara kolektif menghabiskan 1,9 miliar dolar AS atau Rp 28,3 triliun selama bermain game tersebut (dan itu hanya di iOS).

Amerika Serikat adalah pasar terbesar kedua untuk PUBG Mobile, diikuti Jepang di urutan ketiga.

Terkait platform, PUBG Mobile edisi iOS telah menyumbang 80 persen dari penjualan microtransaction, menurut SensorTower.

Jumlah pemain PUBG Mobile di seluruh dunia juga sangat banyak, mencapai 770 juta unduhan (di semua platform).

baca juga
Ilustrasi PUBG Mobile. (YouTube/ Stan Go)
Ilustrasi PUBG Mobile. (YouTube/ Stan Go)

Sepanjang tahun 2020, PUBG Mobile telah mencatat 198 juta unduhan baru sehingga jumlah pemain mereka ikut meroket.

Google Play menyumbang bagian terbesar dari unduhan, mengumpulkan 65,3 persen dari total pemasangan global. Sementara itu App Store menyumbang 34,7 persen unduhan.

Meski jumlah pengguna di iOS lebih sedikit, namun sebagian besar microtransaction justru berasal dari platform tersebut.

Data dari 1 Januari hingga 13 Agustus 2020, pertumbuhan pendapatan PUBG Mobile sebanyak 1,6 miliar dolar AS atau Rp 23,8 triliun. Itu jauh mengungguli pesaing nomor dua mereka, yaitu Garena Free Fire yang "hanya" 395 juta dolar AS atau Rp 5,9 triliun.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembaruan PUBG Mobile Versi 1.0 Berikan Peningkatan Luar Biasa

Pembaruan PUBG Mobile Versi 1.0 Berikan Peningkatan Luar Biasa

Tekno | Kamis, 10 September 2020 | 11:55 WIB

Pemuda Ini Nekat Habisi Nyawa Teman karena Sering Dibully saat Ngegame

Pemuda Ini Nekat Habisi Nyawa Teman karena Sering Dibully saat Ngegame

Bali | Kamis, 10 September 2020 | 10:55 WIB

Prekuel Breath of The Wild, Hyrule Warriors: Age of Calamity Diluncurkan

Prekuel Breath of The Wild, Hyrule Warriors: Age of Calamity Diluncurkan

Tekno | Rabu, 09 September 2020 | 22:00 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026

BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026

Sulsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:57 WIB

×