Gawat! Face Shield Masih Berisiko Tularkan Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 25 September 2020 | 08:15 WIB
Gawat! Face Shield Masih Berisiko Tularkan Covid-19
Ilustrasi face shield. [Ian Panelo/Pexels]

Suara.com - Pelindung wajah (face shield) dari plastik, ternyata masih berisiko menularkan Covid-19. Di mana, 100 persen tetesan kecil di udara yang dikeluarkan pasien virus corona masih bisa menempel.

Sebelumnya, face shield disebut-sebut pakar industri dapat memberikan perlindungan memadai dari virus. Bahkan, pemerintah Inggris merekomendasikannya untuk penata rambut, tukang cukur, hingga ahli tato sebagai pembatas antara pekerja dan pelanggan.

Namun, pemodelan kini meragukan klaim efektivitas face shield, setelah simulasi komputer mengungkapkan hampir 100 persen tetesan udara yang berukuran kecil dari lima mikrometer, dikeluarkan saat berbicara dan bernapas yang lolos melalui pelindung.

Tak hanya itu, setengah dari tetesan yang lebih besar berukuran 50 mikrometer yang dikeluarkan oleh batuk dan bersin juga terlepas ke udara, menimbulkan risiko bagi orang lain.

Ilustrasi droplet penyebar Covid-19. [Badafest/Pixabay]
Ilustrasi droplet penyebar Covid-19. [Badafest/Pixabay]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, face shield dapat membantu mencegah virus Covid-19. Tetapi WHO mengatakan, pelindung wajah itu hanya berfungsi dalam kombinasi bersama langkah-langkah keamanan lainnya, seperti memakai masker wajah, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Pelindung wajah tidak sepenuhnya menutupi keseluruhan wajah dan meninggalkan ruang bagi tetesan yang keluar dari mulut dan hidung untuk lolos.

Face shield juga digunakan oleh dokter, perawat, dan pekerja rumah sakit lainnya, tetapi dengan tambahan penggunaan masker wajah bedah.

Menurut Makoto Tsubokura, ketua tim penelitian yang dilakukan oleh Riken Center di Jepang, memperingatkan agar tidak memakai face shield.

"Dilihat dari hasil simulasi, sayangnya efektivitas face shield dalam mencegah tetesan menyebar dari mulut orang yang terinfeksi, terbatas dibandingkan dengan masker. Ini terutama berlaku untuk tetesan kecil yang kurang dari 20 mikrometer," kata Tsubokura, seperti dikutip Dailymail, Jumat (25/9/2020).

baca juga

Tsubokura menambahkan bahwa di saat yang sama, entah bagaimana itu bekerja untuk tetesan lebih besar dari 50 mikrometer.

Menurutnya, face shield dapat digunakan untuk anak kecil atau orang-orang yang memiliki masalah pernapasan, sehingga tidak dapat memakai masker, tetapi hanya di lingkungan luar atau dalam ruangan yang berventilasi baik.

Penelitian yang dilakukan di Florida Atlantic University's College of Engineering and Computer Science menambahkan bukti lainnya, yang menemukan bahwa face shield tidak efektif dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids, para ilmuwan menempatkan zat fluida dalam tetesan sehingga dapat memantau penyebarannya.

Sebuah manekin juga dibuat untuk menyimulasikan batuk dan bersin, dengan campuran air suling dan gliserin untuk menghasilkan kabut sintetis.

"Dari studi terbaru ini, kami dapat mengamati bahwa pelindung wajah dapat memblokir gerakan maju awal dari batuk atau bersin yang dihembuskan, tapi tetesan aerosol yang dikeluarkan dapat bergerak mengelilingi pelindung dengan relatif mudah," ucap Profesor Manhar Dhanak, rekan penulis penelitian.

Ilustrasi Face Shield. (Unsplash)
Ilustrasi Face Shield. (Unsplash)

Profesor Dhanak menambahkan seiring waktu, tetesan tersebut dapat menyebar ke area yang luas baik dalam arah lateral dan longitudinal, meskipun dengan penurunan konsentrasi tetesan. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa face shield tidak seefektif masker wajah biasa.

Kelompok Penasihat Ilmiah Pemerintah untuk Keadaan Darurat (SAGE) juga merekomendasikan bahwa penata rambut memakai masker wajah daripada face shield karena tidak ada bukti yang menawarkan perlindungan terhadap Covid-19.

New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) dan Environmental and Modeling group (EMG) mempresentasikan bukti pada 23 Juli, hampir tiga minggu setelah penata rambut dibuka kembali pada 4 Juli. Untuk menyambut kembali pelanggan, penata rambut, tukang cukur, hingga ahli tato diberi tahu oleh pemerintah bahwa pelindung mata yang jelas akan cukup untuk melindungi terhadap Covid-19. Namun, tidak jelas apa dasar pedoman ini.

NERVTAG dan EMG mengakui kemungkinan penularan melalui udara berperan dalam penyebaran virus Corona, tetapi hanya di daerah yang berventilasi buruk. WHO mengatakan, virus Covid-19 terutama ditularkan di antara orang-orang melalui tetesan pernapasan, yang keluar dari saluran udara saat orang bernapas.

Tetesan, yang mengandung air liur, lendir dan zat lain dari saluran udara, termasuk virus, lebih besar dari partikel udara murni. Setelah dikeluarkan dari tubuh, tetesan melakukan perjalanan jarak pendek sebelum jatuh ke lantai, itulah sebabnya jarak sosial sangat penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inspiratif, Mahasiswa Ajarkan Cara Bikin Face Shield dan Hand Sanitizer

Inspiratif, Mahasiswa Ajarkan Cara Bikin Face Shield dan Hand Sanitizer

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2020 | 20:56 WIB

Modis, Face Shield Kini Bertransformasi Menjadi Fashion Item

Modis, Face Shield Kini Bertransformasi Menjadi Fashion Item

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:32 WIB

Keren! Helm Ojol Sudah Dilengkapi Penangkal Virus Corona, Jadi Makin Aman

Keren! Helm Ojol Sudah Dilengkapi Penangkal Virus Corona, Jadi Makin Aman

Otomotif | Minggu, 09 Agustus 2020 | 08:50 WIB

Peragaan Busana Pengantin di Tengah Pandemi Covid-19

Peragaan Busana Pengantin di Tengah Pandemi Covid-19

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 09:02 WIB

Trik dan Tips Make Up Tahan Lama Saat Pakai Masker dan Face Shield

Trik dan Tips Make Up Tahan Lama Saat Pakai Masker dan Face Shield

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2020 | 09:10 WIB

Modal Dikit, Warga Bekasi Jual Face Shield Untung Rp 50 Juta Sebulan

Modal Dikit, Warga Bekasi Jual Face Shield Untung Rp 50 Juta Sebulan

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:43 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×