Penampakan Detail, Bagaimana Covid-19 Menyerang Tubuh

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 12 Oktober 2020 | 10:00 WIB
Penampakan Detail, Bagaimana Covid-19 Menyerang Tubuh
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Tim ilmuwan China membuat gambar-gambar baru dari virus Corona (Covid-19), yang sangat mendetail dengan bentuk tajam untuk membantu mereka menganalisis bagaimana virus berinteraksi dengan sel tubuh manusia dan menyerangnya.

Tim yang dipimpin Dr Sai Li, ahli biologi struktural di Universitas Tsinghua, Beijing, menciptakan virus di laboratorium biosafety di Kota Huangzhou.

Para ilmuwan lain merawat virus dengan bahan kimia agar tidak berbahaya dan mengirim sampel cairan berisi virus ke Li. Li dan timnya mengurangi virus menjadi satu tetes dan melihatnya melalui mikroskop cryo-electron.

"Saya melihat layar penuh dengan virus. Saya pikir, saya adalah orang pertama di dunia yang melihat virus ini dalam resolusi yang begitu baik," kata Li ketika melihat sesuatu yang berukuran kurang dari sepersejuta inci, seperti dikutip Dailymai, Senin (12/10/2020).

Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Pekerjaan Li memungkinkan para ilmuwan lain mempelajari bagaimana virus menyelipkan sebagian proteinnya ke dalam sel. Para ahli belajar bagaimana gen yang dipelintir mengambil alih biokimia tubuh.

Para ilmuwan telah mengamati bagaimana beberapa protein virus berfungsi untuk menyerang sel manusia, sementara yang lain menciptakan pembibitan untuk membuat virus baru.

Tak hanya itu, beberapa ilmuwan menggunakan superkomputer untuk membuat virus virtual lengkap yang diharapkan dapat digunakan untuk memahami bagaimana virus sebenarnya telah menyebar dengan sangat mudah.

Di sisi lain, Rommie Amaro, ahli biologi komputasi di Universitas California, San Diego, dan timnya mempelajari protein yang disebut lonjakan (spikes) yang menempel di permukaan virus.

Spikes digunakan oleh virus untuk mengait ke sel di saluran udara manusia, sehingga virus dapat masuk. Dengan menggunakan citra Li, tim Amaro menyadari bahwa spikes tidak kaku, tetapi terus-menerus meregang.

baca juga

Gerhard Hummer, ahli biofisika komputasi di Max Planck Institute of Biophysics, dan rekannya juga menggunakan metode Li untuk mengambil gambar protein spikes yang tertanam dalam membran virus, dan kemudian membuat model yang menunjukan spikes berputar pada tiga engsel.

"Kita bisa melihat bunga-bunga ini melambai dengan semua jenis sudut yang lentur. Cukup mengejutkan memiliki batang yang panjang dan ramping dengan begitu banyak fleksibilitas," kata Hummer.

Hummer percaya bahwa spikes itu fleksibel, sehingga dapat berputar dan memiliki peluang maksimum untuk menempel pada sel di saluran udara.

Fleksibilitas itu pun berarti bahwa spikes lebih rentan terhadap serangan dari antibodi. Molekul gula bertindak sebagai perisai spikes, berputar di sekitarnya, dan melindunginya dari antibodi.

Amaro pun menggunakan gambar tersebut untuk mencari tahu bagaimana virus Covid-19 menyebar. Ia membuat virus virtual pada superkomputer, di mana masing-masing terdiri dari setengah miliar atom.

Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Komputer dapat mensimulasikan pergerakan virus setiap femtosecond. Dengan kata lain, sepersejuta dari satu miliar detik.

Ketika seseorang terinfeksi Covid-19 menghembuskan napas, berbicara, atau batuk, orang tersebut melepaskan tetesan kecil air yang sarat dengan virus. Sayangnya, tidak jelas berapa lama Covid-19 dapat bertahan dalam tetesan ini.

Amaro dan timnya berencana membuat tetesan ini, hingga ke molekul air masing-masing di komputernya. Ia akan menambahkan virus dan melihat apa yang terjadi.

Para ilmuwan sangat terbantu dengan citra baru yang diyakini akan memungkinkan para ahli menilai bagaimana virus mengendalikan proses biologis manusia dan memblokirnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semoga Menjadi Kabar Baik, Ilmuwan Uji Vaksin BCG untuk Covid-19

Semoga Menjadi Kabar Baik, Ilmuwan Uji Vaksin BCG untuk Covid-19

Tekno | Senin, 12 Oktober 2020 | 07:49 WIB

Tanpa Gejala, Cabup Bengkalis Abi Bahrun Positif Covid-19

Tanpa Gejala, Cabup Bengkalis Abi Bahrun Positif Covid-19

Riau | Senin, 12 Oktober 2020 | 07:10 WIB

Klaster Perkantoran Diklaim Menurun, Anies: Corona di Keluarga Meningkat

Klaster Perkantoran Diklaim Menurun, Anies: Corona di Keluarga Meningkat

News | Minggu, 11 Oktober 2020 | 22:17 WIB

Ritual Unik Warga Nglindur Usir Covid-19, Gelar Rasulan dan Buang Sukerto

Ritual Unik Warga Nglindur Usir Covid-19, Gelar Rasulan dan Buang Sukerto

Jogja | Minggu, 11 Oktober 2020 | 20:10 WIB

Teleterapi di Masa Pandemi, Psikolog Asal AS Ini Beberkan Tantangannya

Teleterapi di Masa Pandemi, Psikolog Asal AS Ini Beberkan Tantangannya

Video | Senin, 12 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Studi UCL: Hewan Mamalia Tertentu Mungkin Rentan Terhadap Covid-19

Studi UCL: Hewan Mamalia Tertentu Mungkin Rentan Terhadap Covid-19

Health | Minggu, 11 Oktober 2020 | 14:55 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×