Berusia 2.000 Tahun, Stempel Bergambar Dewa Apollo Ditemukan di Israel

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 05 November 2020 | 13:30 WIB
Berusia 2.000 Tahun, Stempel Bergambar Dewa Apollo Ditemukan di Israel
Dewa Apollo. [Aris Messinis/AFP]

Suara.com - Para arkeolog di Yerusalem, Israel, menemukan stempel permata berusia 2.000 tahun yang memiliki gambar cetakan mirip dengan dewa Yunani, Apollo. Namun, para ahli menyebut kemungkinan besar pemilik stempel tersebut bukan orang Yunani atau Romawi.

Stempel langka berwarna cokelat tua dengan batu mulia jasper ini, kemungkinan dimiliki oleh seorang Yahudi yang hidup pada abad pertama Masehi dan menganut kepercayaan monoteistik, tetapi mengagumi kualitas terkait dengan Apollo.

"Saya tidak berpikir pemilik stempel itu percaya pada dewa Apollo. Tapi dia percaya pada kebajikan yang ditawarkan dewa Apollo, yaitu cahaya, kemurnian, kesehatan, kesuksesan," kata Eli Shukron, arkeolog dari Israel Antiquities Authority, seperti dikutip Live Science, Kamis (5/11/2020).

Stempel permata itu hanya memiliki panjang 0,5 inci, lebar 0,4 inci, dan tebal 0,1 inci. Ini merupakan stempel pertama ketiga yang diketahui dari jenisnya dan juga dikenal sebagai intaglio dari periode Second Temple (516 SM hingga 70 M) di Yerusalem.

Stempel bergambar Dewa Apollo. [YouTube/@City of David]
Stempel bergambar Dewa Apollo. [YouTube/@City of David]

Di zaman kuno, jasper dianggap sebagai batu mulia. Permata berukir khusus ini kemungkinan besar tertanam dalam cincin dan digunakan sebagai stempel beeswax, yang berfungsi sebagai tanda tangan pribadi pada dokumen seperti kontrak, surat, wasiat, hingga bundel uang.

Dalam ukiran tersebut terlihat kepala Apollo dengan rambut panjang tergerai di leher yang lebar. Dewa Yunani itu juga memiliki hidung besar, bibir tebal, dan dagu yang menonjol pada ukirannya.

"Ketika kami menemukan permata itu, kami bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Apollo di Yerusalem dan mengapa seorang Yahudi memakai cincin bergambar dewa asing? Jawabannya, menurut kami, pemilik cincin itu memakainya bukan sebagai tindakan ritual yang mengekspresikan keyakinan agama, tetapi sebagai alat untuk memanfaatkan dampak yang diwakili oleh sosok Apollo," tambah Shukron.

Dewa Matahari Apollo merupakan salah satu dewa paling populer dan dihormati di kawasan Mediterania Timur pada akhir periode Second Temple.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arkeolog Buka Peti Mumi Berusia 2.500 Tahun

Arkeolog Buka Peti Mumi Berusia 2.500 Tahun

Tekno | Senin, 05 Oktober 2020 | 12:00 WIB

Sadis! Wujud Kekejaman Kelompok Anglo-Saxon

Sadis! Wujud Kekejaman Kelompok Anglo-Saxon

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2020 | 08:30 WIB

Terungkap! Misteri 2.300 Tahun lalu, Tempat Pembantaian Zaman Besi

Terungkap! Misteri 2.300 Tahun lalu, Tempat Pembantaian Zaman Besi

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 11:30 WIB

Terbanyak, Ilmuwan Temukan 200 Kerangka Mamut di Lokasi Pembangunan Bandara

Terbanyak, Ilmuwan Temukan 200 Kerangka Mamut di Lokasi Pembangunan Bandara

Tekno | Selasa, 08 September 2020 | 10:30 WIB

Arkeolog Aryadi Darwanto: Catatan Belanda, Masih Ada Ratusan Situs di Dieng

Arkeolog Aryadi Darwanto: Catatan Belanda, Masih Ada Ratusan Situs di Dieng

wawancara | Senin, 31 Agustus 2020 | 06:39 WIB

Seram! Mumi Anak Anjing Ini Memakan Badak Berbulu Terakhir di Bumi

Seram! Mumi Anak Anjing Ini Memakan Badak Berbulu Terakhir di Bumi

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 12:45 WIB

Terkini

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sebelum Curhat, Ini Urutan Zodiak Paling Terbuka hingga Misterius Susah Ditebak

Sebelum Curhat, Ini Urutan Zodiak Paling Terbuka hingga Misterius Susah Ditebak

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Paling Lemah di Dunia, Benarkah Fundamental Ekonomi RI Rendah?

Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Paling Lemah di Dunia, Benarkah Fundamental Ekonomi RI Rendah?

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam

Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam

Batam | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:46 WIB

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

×