alexametrics

DNA Manusia Ditemukan di Karya Seni Leonardo da Vinci

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
DNA Manusia Ditemukan di Karya Seni Leonardo da Vinci
Lukisan Leonardo da Vinci. [Eurekalert]

Para ahli mengumpulkan sampel bakteri dari salah satu karya da Vinci yang berjudul Portrait of a Man in Red Chalk.

Suara.com - Leonardo da Vinci dikenal sebagai salah satu pelukis terbesar sepanjang masa, dengan Mona Lisa sebagai karyanya yang paling populer. Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menemukan DNA manusia, bakteri, dan jamur dalam karya seni Leonardo da Vinci.

Para ahli mengumpulkan sampel bakteri dari salah satu karya da Vinci yang berjudul Portrait of a Man in Red Chalk. Menurut para ilmuwan, penemuan ini dapat membantu membangun "katalog" mikrobioma untuk karya seni.

Masing-masing potongan memiliki koleksi mikroba yang cukup unik sehingga para ilmuwan dapat mengidentifikasinya secara murni, dari bidang studi biologi mikroskopisnya.

Mikrobioma karya seni memiliki cukup elemen kunci yang sama untuk membantu ilmuwan menemukan barang palsu, berdasarkan perbedaan mikrobiomnya atau karya seni asli yang telah disimpan dalam kondisi berbeda selama berabad-abad.

Baca Juga: "Isolated Garden" Karya Seniman Bandung Juarai Kompetisi Lukis Nasional

Lukisan Leonardo da Vinci. [Frontiers in Microbiolog]
Lukisan Leonardo da Vinci. [Frontiers in Microbiolog]

Para ilmuwan juga menunjukkan bahwa karya da Vinci memiliki mikrobioma sangat berbeda dari yang diharapkan, dengan banyak kandungan bakteri dan DNA manusia.

Mikroba yang diketahui dapat membuat kertas terdegradasi dari waktu ke waktu dan ini menunjukkan, mengapa upaya restorasi karya seni diperlukan.

Penelitian ini merupakan latihan pembuktian konsep yang menunjukkan, bagaimana mikrobiom mungkin mengungkapkan sejarah tak terduga dari karya seni tertentu atau membantu mendeteksi pemalsuan karya di masa depan.

Para ahli memeriksa materi biologis mikroskopis, baik hidup dan mati, dalam tujuh karya seni populer da Vinci dan menemukan keragaman tak terduga dari bakteri, jamur, dan DNA manusia.

Sebagian besar itu mungkin berada di karya seni setelah kematian da Vinci pada 501 tahun lalu, sehingga DNA kemungkinan besar berasal dari orang lain yang telah menangani karya seninya selama berabad-abad.

Baca Juga: Peneliti Temukan 'Dunia Tersembunyi' Bakteri di Sketsa Leonardo da Vinci

Namun, para ilmuwan menemukan bahwa konsentrasi bakteri lebih tinggi dibandingkan dengan jamur dalam karya seni da Vinci.

Komentar