Tak Diketahui Penyebabnya, 100 Paus Mati Ditemukan di Selandia Baru

Pebriansyah Ariefana, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 27 November 2020 | 13:14 WIB
Tak Diketahui Penyebabnya, 100 Paus Mati Ditemukan di Selandia Baru
Penyelamatan ratusan paus terdampar di pulau Tasmania. [Handout/Ryan Bloomfield/AFP]

Suara.com - Hampir 100 paus mati ditemukan terdampar di pulau terpencil di Selandia Baru. Menurut Departemen Konservasi Selandia Baru (DOC), petugas diberitahu tentang insiden tersebut pada 22 November dan menemukan 97 paus pilot dan tiga lumba-lumba terdampar di Pantai Barat Waitangi, Kepulauan Chatham.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan 26 paus pilot yang masih hidup, tetapi harus disuntik mati karena kelelahan ekstrem.

"Hanya 26 paus yang hidup pada saat ditemukan, sebagian besar dari mereka tampak sangat lemah dan harus dimusnahkan karena kondisi laut yang ganas," kata Jemma Welch, DOC Biodiversity Ranger, seperti dikutip IFL Science pada Jumat (27/11/2020).

Menurut laporan DOC, pemadaman listrik yang sempat terjadi menghambat komunikasi dan menunda polisi mencapai daerah tersebut lebih telat tiga jam setelah laporan diterima.

Kepulauan Chatham terdiri dari 10 pulau sekitar 800 kilometer di lepas pantai Selandia Baru. Kepulauan tersebut merupakan rumah bagi 600 penduduk. Karena sumber makanan yang melimpah di sekitar pulau, banyak spesies laut menjadikan Kepulauan Chatham juga sebagai rumah mereka.

Meskipun paus dan lumba-lumba jarang terlihat, daerah ini cukup sering sebagai tempat terdampar bagi paus pilot, paus sperma, paus berparuh, dan berbagai spesies lumba-lumba. Pada tahun 1918, paus terbesar yang terdampar dalam sejarah Selandia Baru terjadi di pulau-pulau tersebut, dengan hingga 1.000 individu mati di pantai.

Frekuensi paus terdampar telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, tetapi anehnya para ilmuwan masih belum dapat menentukan dengan tepat alasan di baliknya.

Salah satu penjelasan yang mungkin adalah perubahan iklim mendorong sumber makanan lebih dekat ke pantai, di mana kawanan paus bisa salah berenang atau terperangkap.

Peristiwa yang dipicu perubahan iklim seperti gelombang tinggi juga dapat mengelabui sistem navigasi bawaan paus dengan berpikir bahwa mereka lebih jauh dari pantai daripada yang sebenarnya terjadi.

baca juga

Penjelasan lain yang masuk akal juga mencakup cuaca ekstrem, peningkatan predasi hiu dan paus pembunuh, dan latihan sonar militer yang mendorong paus ke wilayah asing.

Paus terdampar tidak jarang terjadi di Selandia Baru, diperkirakan sekitar 300 paus terdampar setiap tahun. Namun meningkatnya jumlah paus yang terdampar bukan pertanda baik bagi beberapa spesies paus yang lebih terancam punah. Oleh karena itu, mengetahui penyebab pasti menjadi sangat penting dalam upaya konservasi di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka

Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:30 WIB

Gelombang Maut dari Rusia, Bagaimana Tsunami Jepang Menjerat Paus Raksasa di Pantai?

Gelombang Maut dari Rusia, Bagaimana Tsunami Jepang Menjerat Paus Raksasa di Pantai?

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 18:07 WIB

Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo

Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo

Foto | Minggu, 27 Juli 2025 | 08:45 WIB

14 Paus Sperma Ditemukan Mati di Pantai Tasmania

14 Paus Sperma Ditemukan Mati di Pantai Tasmania

News | Selasa, 20 September 2022 | 14:07 WIB

Terkini

Gelar JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Pemprov DKI Dorong Transformasi Digital Pemerintahan

Gelar JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Pemprov DKI Dorong Transformasi Digital Pemerintahan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:30 WIB

BRI Jadi 'Bank Nomor 1' di Indonesia Versi Fortune

BRI Jadi 'Bank Nomor 1' di Indonesia Versi Fortune

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:25 WIB

TPS Ilegal Cilincing Ditindak, Pemprov DKI Janji Ekonomi Warga Tetap Jalan

TPS Ilegal Cilincing Ditindak, Pemprov DKI Janji Ekonomi Warga Tetap Jalan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia

Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:22 WIB

MotoGP Mandalika 2026: ITDC Siapkan 130 Shuttle Bus untuk Penonton

MotoGP Mandalika 2026: ITDC Siapkan 130 Shuttle Bus untuk Penonton

Sport | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Merayakan Kemerdekaan?

Merayakan Kemerdekaan?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Sifat dan Karakter Shio Kerbau Pria dan Wanita

Sifat dan Karakter Shio Kerbau Pria dan Wanita

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Pembangunan Jangan Cuma Kejar Ekonomi! Pastikan Rakyat di Pelosok Tidak Merasa Jauh dari Negara

Pembangunan Jangan Cuma Kejar Ekonomi! Pastikan Rakyat di Pelosok Tidak Merasa Jauh dari Negara

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:19 WIB

DJ Wanita Diduga Dilecehkan dan Dianiaya di Jaksel, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan

DJ Wanita Diduga Dilecehkan dan Dianiaya di Jaksel, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Sidang Memanas! dr Richard Lee Tuduh Doktif Minta Rp200 Miliar untuk Hentikan Perkara

Sidang Memanas! dr Richard Lee Tuduh Doktif Minta Rp200 Miliar untuk Hentikan Perkara

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:18 WIB

×