alexametrics

Kurang Dari 10 Hari, Sampel Asteroid Ryugu Akan Tiba di Bumi

Pebriansyah Ariefana | Lintang Siltya Utami
Kurang Dari 10 Hari, Sampel Asteroid Ryugu Akan Tiba di Bumi
Asteroid Bennu. [Jpl/NASA/gov]

Hayabusa 2 setidaknya akan memberikan 100 miligram material yang dikumpulkan dari permukaan asteroid Ryugu.

Suara.com - Misi Hayabusa 2 yang membawa sampel asteroid Ryugu akan tiba di Bumi kurang dari 10 hari, tepatnya pada 6 Desember 2020. Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) akan mendaratkan kapsul berisi sampel asteroid itu di padang pasir yang luas di Australia.

Pemberian izin resmi untuk pendaratan sampel telah diberikan Australia sejak Agustus 2020. Hayabusa 2 setidaknya akan memberikan 100 miligram material yang dikumpulkan dari permukaan asteroid Ryugu.

Wahana antariksa itu akan menjatuhkan kapsul berisi sampel ke Bumi, sementara pesawat luar angkasa itu sendiri terus melanjutkan perjalanan misi untuk mengunjungi asteroid lain.

Tim pengumpul kapsul telah tiba di pangkalan Woomera Royal Australian Air Force minggu lalu dan latihan pengambilan kapsul serta pengujian teknologi yang akan digunakan untuk melacak kapsul yang mendarat sedang dilakukan.

Baca Juga: Asteroid Berpotensi Berbahaya Akan Lintasi Bumi Akhir November

Jika Hayabusa 2 benar-benar mengumpulkan 100 miligram material, para ilmuwan berharap dapat melakukan pengujian yang terperinci terhadap sampel karena Ryugu adalah asteroid berkarbon yang primitif.

Asteroid tersebut diperkirakan memiliki beberapa material paling murni di tata surya dan relatif tidak berubah sejak terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari Live Science pada Jumat (27/11/2020), para ilmuwan berharap akan dapat memberikan beberapa wawasan tentang hari-hari awal tata surya serta pembentukan dan evolusi planet berbatu bagian dalam dengan menggunakan sampel tersebut.

Kapsul diperkirakan akan mendarat antara pukul 03.30 hingga 04.30 pagi ACDT. Pelindung panas khusus akan melindungi kapsul dari suhu sekitar 3.000 derajat Celcius saat menembus atmosfer Bumi.

Setelah mengerahkan parasutnya, kapsul tersebut diharapkan mendarat dalam wilayah 100 kilometer persegi di Kawasan Lindung Woomera dan mengirimkan sinyal radio ke tim. Setelah suar mendarat, sinyal ini tidak akan terdeteksi dari stasiun darat sehingga helikopter akan diperlukan untuk melacak kapsul tersebut.

Baca Juga: Asteroid yang Berpeluang Menabrak Bumi di 2068, Bergerak Semakin Cepat

Setelah ditemukan, kapsul nantinya akan dibawa dengan helikopter ke Fasilitas Quick Look. Di sana, semua gas di dalam kapsul akan diambil sampelnya, sebelum ditempatkan di kotak transportasi tertutup dan diangkut kembali ke Jepang.

Komentar