Daur Hidup Katak Mulai dari Telur Sampai Jadi Katak Dewasa

Rifan Aditya

Senin, 07 Desember 2020 | 13:10 WIB
Daur Hidup Katak Mulai dari Telur Sampai Jadi Katak Dewasa
Ilustrasi daur hidup katak - Spesies baru katak mini Micryletta sumatrana ditemukan para peneliti LIPI di selatan Pulau Sumatera. [Antara/LIPI/Eki Aprilia Resdiyanti Devung]

Suara.com - Katak merupakan hewan amfibi. Hewan amfibi adalah hewan yang dapat hidup di dua alam sekaligus. Katak bisa hidup di darat maupun di air. Bagaimana daur hidup katak? Simak penjelasan berikut.

Siklus hidup katak mengalami perubahan bentuk bermula dari  telur menjadi berudu, sampai menjadi katak dewasa. Karena itu, daur hidup katak mengalami perubahan bentuk sehingga termasuk ke dalam golongan hewan yang mengalami metamorfosis.

Daur Hidup Katak

Penjelasan mengenai daur hidup katak ialah sebagai berikut.

1) Telur

Katak tidak melahirkan. Katak dewasa bertelur. Telut katak tercipta dari pembuahan eksternal. Telur katak berkembang di luar tubuh induknya dan akan dibuahi oleh katak jantan ketika sudah menempel pada suatu media seperti bebatuan atau tumbuhan di dalam air.

Telur katak tidak memiliki cangkang yang keras. Kalau diamati, telur katak bening, kita bahkan bisa melihat bagian dalamnya.

2) Berudu

Ketika sudah tiba waktu untuk menetas, akan bermunculan berudu dari telur katak. Ini adalah proses kedua dari daur hidup katak. Beduru disebut juga kecebong. Berudu nampak seperti ikan kecil dengan ekor panjang. Berudu hidup di air dan bernafas menggunakan insang. Berudu berenang menggunakan ekornya.

baca juga

3) Berudu Berkaki

Duar hidup katak selanjutnya ialah berudu mengalami perubahan bentuk. Berudu mulai memiliki kaki. Proses ketiga ini disebut juga berudu berkaki. Kaki-kaki mungil berudu tumbuh di bagian depan dan belakang, lalu ekornya mulai mengecil atau mneghilang.

4) Katak Muda

Perubahan bentuk selanjutnya dari daur hidup katak ialah menjadi katak muda. Ciri-cirinya katak sudah bisa tinggal di darat, tapi akan lebih sering kembali ke air. Bentuk fisiknya belum sempurna, masih memiliki ekor.

5) Katak Dewasa

Perubahan bentuk akhir dari proses daur hidup katak ialah menjadi katak dewasa. Ciri-ciri fisiknya menunjukkan sudah tidak memiliki ekor. Katak Dewasa masih bisa tinggal di air, tapi alat penapasan utamanya sudah berubah, yakni menggunakan paru-paru dan kulit. Wujud katak dewasa juga sesuai dengan jenisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Hewan Vertebrata, Lengkap dengan Ciri-ciri dan Klasifikasinya

Apa Itu Hewan Vertebrata, Lengkap dengan Ciri-ciri dan Klasifikasinya

Tekno | Senin, 07 Desember 2020 | 08:58 WIB

Pengertian Teori Evolusi, Jenis dan Tokoh-tokohnya

Pengertian Teori Evolusi, Jenis dan Tokoh-tokohnya

Tekno | Sabtu, 05 Desember 2020 | 21:56 WIB

Pembelahan Mitosis Lengkap dengan Fasenya

Pembelahan Mitosis Lengkap dengan Fasenya

Tekno | Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:22 WIB

Terkini

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

×