alexametrics

Keamanan Data Pribadi Penerima Vaksin Covid-19 Dijamin oleh Pemerintah

Liberty Jemadu | Stephanus Aranditio
Keamanan Data Pribadi Penerima Vaksin Covid-19 Dijamin oleh Pemerintah
Sejumlah anggota brimop menjaga vaksin covid-19 di Gudang milik Dinas Kesehatan Pemprov Jateng. (Istimewa)

Penerima vaksin akan menerima SMS dari Peduli Covid. Kemudian diminta melakukan verifikasi dan registrasi ulang untuk status kesehatan, memilih tempat, dan jadwal vaksinasi.

Suara.com - Pemerintah menjamin keamanan data pribadi penerima vaksin Covid-19 dan berjanji data-data tersebut tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan lain selain program vaksinasi.

Juru bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan aturan pengelolaan data penerima vaksin sudah diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 253 Tahun 2020.

"Perlu kami tegaskan bahwa keamanan data penerima vaksin dijamin oleh pemerintah dan pengelolaannya berdasarkan peraturan perundang-undangan sesuai," kata Siti Nadia Tarmizi dalam jumpa pers dari Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes itu menjelaskan, data pribadi penerima vaksin dihimpun melalui peraturan perundang-undangan yang dilengkapi dengan sistem keamanan sehingga tidak akan digunakan untuk kepentingan lain selain vaksinasi.

Baca Juga: Vaksin Sinovac di Jateng: Solo 4.364 Dosis, Semarang 5.450 Dosis

Nadia menambahkan, setiap penerima vaksin akan mendapatkan pesan singkat atau SMS dari aplikasi PeduliCovid, kemudian penerima diminta melakukan verifikasi dan registrasi ulang untuk status kesehatan dan memilih tempat serta jadwal vaksinasi.

Sementara bagi penerima vaksin yang berada di daerah dengan kendala internet, maka Satgas Covid-19 akan melakukan verifikasi dan registrasi secara manual di kecamatan setempat.

"Registrasi ini sangat penting, karena sebagai upaya verifikasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh sistem untuk mengonfirmasi domisili serta skrining sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita," jelasnya.

Rencananya, sebanyak 181,5 juta masyarakat Indonesia akan disuntik vaksin Covid-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Rencana vaksinasi yang mudah-mudahan dapat kita laksanakan dalam kurun waktu 15 bulan ke depan dengan sasaran sebanyak 181,5 juta jiwa," tuturnya.

Baca Juga: Vaksin Covid 19 Tiba, Kepala Daerah Diminta Bersedia Divaksin Perdana

Diketahui, sebanyak 1,3 juta tenaga kesehatan akan menjadi kelompok pertama bersama Presiden Joko Widodo yang akan disuntik vaksin CoronaVac.

Komentar