alexametrics

Ilmuwan Temukan Planet Super Earth, Mengorbit Bintang Tertua di Bimasakti

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Temukan Planet Super Earth, Mengorbit Bintang Tertua di Bimasakti
Ilustrasi eksoplanet. [Shutterstock]

Dikenal sebagai TOI-561b, planet ekstrasurya ini sekitar 50 persen lebih besar dan tiga kali lebih masif dari Bumi.

Suara.com - Penelitian terbaru diterbitkan di Astronomical Journal pada 11 Januari, mengungkap salah satu bintang tertua di Bimasakti diorbit oleh planet super-Earth yang sangat panas dan berbatu.

Dikenal sebagai TOI-561b, planet ekstrasurya ini sekitar 50 persen lebih besar dan tiga kali lebih masif dari Bumi.

Planet tersebut mengelilingi bintang induknya dalam orbit yang sangat dekat dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 12 jam untuk menyelesaikan satu putaran.

Dengan jarak dekat seperti itu, TOI-561b memiliki suhu permukaan rata-rata lebih dari 1.726 derajat Celcius, terlalu panas untuk menampung segala bentuk kehidupan.

Baca Juga: Berusia 2.500 Tahun, Kuil Dewi Cinta Yunani Ditemukan di Turki

Tak hanya itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa kerapatan TOI-561b mirip dengan Bumi.

Planet ekstrasurya, TOI-561b. [NASA]
Planet ekstrasurya, TOI-561b. [NASA]

"Ini mengejutkan, karena kami berharap kepadatannya lebih tinggi. Tetapi ini sesuai dengan anggapan bahwa planet ini sangat tua," kata Stephen Kane, ahli astrofisika planet dari University of California, Riverside, seperti dikutip dari Space.com, Kamis (14/1/2021).

Kepadatan rendah TOI-561b menunjukkan bahwa planet ini memiliki unsur berat (besi dan magnesium) yang relatif sedikit dan karena planet itu sangat tua, diperkirakan terbentuk sekitar 10 miliar tahun yang lalu.

Bintang induk planet yang disebut TOI-561 termasuk di antara populasi bintang langka yang terletak di wilayah yang disebut cakram tebal galaksi.

Bintang-bintang tersebut diketahui memiliki unsur berat yang jauh lebih sedikit daripada bintang biasa di Bimasakti.

Baca Juga: Ternyata! Merkurius Memiliki Ekor seperti Komet

"TOI-561b adalah salah satu planet berbatu tertua yang pernah ditemukan. Keberadaannya menunjukkan bahwa alam semesta telah membentuk planet berbatu hampir sejak pembentukannya 10-14 miliar tahun yang lalu," ucap Lauren Weiss, penulis utama penelitian di University of Hawaii.

Tim ahli menemukan dan mengkarakterisasi TOI-561b dengan mempelajari pengamatan yang dilakukan oleh Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) dan W.M. Keck Observatory milik NASA di Hawaii.

Sistem bintang tersebut terletak sekitar 280 cahaya dari Bumi dan memiliki dua planet lain yang diketahui selain TOI-561b. Tetapi dua planet lain ini terlalu besar dan tidak cukup padat untuk menjadi planet berbatu seperti TOI-561b.

Komentar