Lukisan Tertua Ditemukan di Sulawesi, Kalahkan Rekor Gua Maros

Liberty Jemadu

Kamis, 14 Januari 2021 | 21:49 WIB
Lukisan Tertua Ditemukan di Sulawesi, Kalahkan Rekor Gua Maros
Lukisan tertua di dunia. Gambar seekor babi hutan di Gua Leang Tedongnge, Maros, Sulawesi Selatan diperkirakan berusia 45.000 tahun. [AFP/Maxime Aubert/Griffith University/AFP]

Suara.com - Para arkeolog menemukan lukisan tertua di dunia di Gua Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan. Gambar babi hutan itu diperkirakan sekitar 45.500 tahun, demikian diwartakan The Guardian pekan ini.

Lukisan babi hutan di Gua Lang Tedongnge itu sekitar 1000 tahun lebih tua dari lukisan lain yang ditemukan di Gua Leang Bulu Sipong. Kedua gua ini sama-sama terletak di Maros-Singkep, Sulawesi Selatan.

Penemuan lukisan tertua di dunia itu diulas para ilmuwan di jurnal Science Advance pada Rabu (13/1/2021). Lukisan itu ditemukan oleh Basran Burhan, seorang mahasiswa program doktoral pada Universitas Griffith, Australia, pada 2017 silam.

Lukisan berukuran 136 cm x 54 cm itu dibuat menggunakan pigmen berwarna merah. Pelukisnya dengan rinci menggambar bulu pada tubuh bagian atas babi hutan, lengkap dengan sepasang taring pada mulutnya.

Di dekat lukisan babi itu, ada cetakan sepasang telapak tangan. Ada juga gambar dua ekor babi yang kini sudah pudar dan menurut para ahli, lukisan tersebut sebenarnya bermaksud untuk menuturkan cerita.

"Babi hutan itu seperti sedang mengamati perkelahian atau interaksi sosial antara dua babi hutan lainnya," kata Adam Brumm, ilmuwan dari Griffith yang terlibat dalam studi tersebut.

Manusia sudah mulai berburu babi hutan di Sulawesi sejak puluhan tahun lalu dan binatang tersebut adalah bagian penting dari karya seni prasejarah manusia di kawasan tersebut, terutama pada Zaman Es.

Usia lukisan itu berhasil dipastikan setelah Maxime Aubert, seorang pakar penanggalan artefak dari Griffith, mengidentifikasi deposit kalsit yang terbentuk di atas permukaan lukisan tersebut. Ia memanfaatkan teknik penanggalan isotop uranium untuk menghitung usia deposit tersebut.

Dari analisis itulah Aubert menyimpulkan bahwa lukisan babi hutan tersebut setidaknya berusia 45.000 tahun. Kemungkinan besar usia lukisan itu lebih tua, karena yang baru dihitung adalah lapisan kalsit di atas permukaan lukisan.

baca juga

"Mereka yang membuat lukisan ini sudah sangat modern, mereka seperti kita, mereka memiliki semua kemampuan dan peralatan untuk membuat lukisan yang mereka suka," kata Aubert.

Lukisan tertua di dunia sebelumnya di Gua Leang Bulu Sipong juga ditemukan oleh Aubert dkk. Lukisan itu menceritakan mahluk separuh manusia separuh binatang sedang berburu mamalia besar. Usianya sekitar 43.900 tahun.

Penemuan lukisan gua di Sulawesi, jelas para ilmuwan pada 2019 lalu, memantik dugaan bahwa sistem kepercayaan manusia pada agama bisa jadi muncul di Sulawesi.

Lukisan gua juga bisa menjadi petunjuk untuk memahami migrasi awal manusia. Para ilmuwan saat ini percaya bahwa manusia pertama kali menginjakkan kaki di Australia sekitar 65.000 tahun lalu. Untuk tiba di Australia, manusia harus lebih dulu melewati kepulauan yang kini dikenal sebagai Indonesia.

Para arkeolog kini berharap bisa menemukan bukti bahwa manusia sudah menetap di Sulawesi atau Indonesia lebih lama lagi, sehingga misteri kedatangan homo sapiens di Australia bisa dipecahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×