alexametrics

Jelang Pelantikan Joe Biden, Facebook Larang Iklan Aksesori Senjata

Dythia Novianty
Jelang Pelantikan Joe Biden, Facebook Larang Iklan Aksesori Senjata
Ilustrasi Facebook. [Austin Distel/Unsplash]

Facebook telah memperbarui persiapan Hari Pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat.

Suara.com - Facebook telah memperbarui persiapan Hari Pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memasukkan larangan iklan yang mempromosikan aksesori senjata.

Setidaknya, larangan itu akan berlaku sampai 22 Januari mendatang, yang disampaikan dalam posting blog terbarunya Facebook.

“Kami sudah melarang iklan senjata, amunisi, dan perangkat tambahan senjata seperti peredam suara. Tapi sekarang kami juga akan melarang iklan untuk aksesori seperti brankas senjata, rompi dan sarung senjata di AS,” bunyi pernyataan itu dilansir laman The Verge, Minggu (17/1/2021).

Larangan itu muncul setelah Facebook dikritik karena mengizinkan posting di seluruh platformnya yang mempromosikan dan mengatur serangan mematikan pada 6 Januari di gedung Capitol.

Baca Juga: Aparat Jaga Ketat 50 Negara Bagian AS Jelang Pelantikan Joe Biden

Joe Biden memenangi Pilpres AS 2020. [Jim WATSON / AFP]
Joe Biden memenangi Pilpres AS 2020. [Jim WATSON / AFP]

Iklan untuk perlengkapan militer seperti pelindung tubuh dan sarung senjata, muncul di sebelah posting Facebook dan Instagram, terkait pemberontakan di Capitol yang mencakup seruan untuk melakukan kekerasan, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh BuzzFeed News.

Sekelompok senator AS menulis surat kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg pada Jumat (15/1/2021), mendesak perusahaan untuk mengembangkan dan menjalankan kebijakan Facebook yang secara permanen melarang iklan produk, yang dirancang untuk digunakan dalam operasi taktis yang mematikan dan pertempuran bersenjata.

Facebook telah memperketat kebijakannya di tengah kekhawatiran bahwa mungkin ada lebih banyak kekerasan di ibu kota negara menjelang pelantikan 20 Januari.

Perusahaan mengatakan, tidak akan mengizinkan pengguna membuat acara yang berlangsung "di dekat" dengan Gedung Putih, Capitol atau gedung ibu kota negara bagian melalui Inauguration Day.

Facebook juga mengatakan sedang melakukan "tinjauan sekunder" terhadap acara terkait pelantikan yang dibuat di platformnya dan akan menghapus semua yang melanggar aturannya.

Baca Juga: Bikin Pengguna Khawatir, WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis

Komentar