Berbahaya, Spyware Rusia Ditemukan di Laptop Sekolah Anak-anak Inggris

Bimo Aria Fundrika, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:50 WIB
Berbahaya, Spyware Rusia Ditemukan di Laptop Sekolah Anak-anak Inggris
Ilustrasi spyware laptop. (Shutterstock)

Suara.com - Laptop yang disediakan pemerintah Inggris untuk sekolah dalam upaya mendukung anak-anak yang belajar di rumah selama pandemi virus Corona (Covid-19) ternyata mengandung spyware atau perangkat pengintai.

Perangkat pengintai merupakan istilah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri ke dalam sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem pengguna.

Guru dari sekolah Bradford berbagi rincian tentang file mencurigakan yang ditemukan di perangkat yang tampaknya mencoba terhubung dengan server Rusia.

"Ditemukan sejumlah laptop terinfeksi worm jaringan yang menyebar sendiri," kata seorang guru yang tak diketahui identitasnya, seperti dikutip dari Independent pada Sabtu (23/1/2021).

Ilustrasi laptop
Ilustrasi spyware. 

Menurut postingan forum, laptop yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows berisi Gamarue.1, sebuah computer worm yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2021 dan digunakan untuk mengontrol, merekrut, dan menginfeksi komputer lain.

Salah satu botnet atau robot network (sekumpulan program yang saling terhubung melalui internet yang berkomunikasi dengan program-program sejenis untuk melakukan tugas tertentu) tersebut dihapus pada tahun 2017 dan pernah membobol lebih dari dua juta komputer.

"Kami menyadari adanya masalah dengan sejumlah kecil perangkat dan kami sedang menyelidiki sebagai prioritas mendesak untuk menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin. Tim DfE IT menghubungi mereka yang telah melaporkan masalah ini," kata seorang pejabat Departemen Pendidikan kepada BBC.

Seorang guru mengatakan bahwa sekitar 20 persen dari komputer yang telah dikirim memiliki virus dan administrator TI merekomendasikan agar jaringan tersebut diperiksa sebagai tindakan pencegahan tambahan.

Pemerintah diketahui telah mengirim lebih dari 800.000 laptop ke sekolah untuk membantu anak-anak yang tidak mampu secara finansial mendapatkan dukungan belajar, tetapi banyak kritikan masuk mengenai kualitas laptop dan pendistribusiannya.

baca juga

Seorang kepala sekolah mengatakan kepada The Independent bahwa ia tidak diizinkan untuk memesan satu laptop pun untuk sekolahnya sejak aturan lockdown baru di Inggris, meski sistem online mengatakan ia akan mendapatkannya secepat mungkin.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlilit Utang, Pria Ini Nekat Gasak HP Bule Rusia di Bali

Terlilit Utang, Pria Ini Nekat Gasak HP Bule Rusia di Bali

Bali | Rabu, 20 Januari 2021 | 20:42 WIB

Ponsel Pribadi Puluhan Jurnalis Diretas Spyware iOS

Ponsel Pribadi Puluhan Jurnalis Diretas Spyware iOS

Tekno | Rabu, 23 Desember 2020 | 15:37 WIB

CEO Reddit Tuding TikTok Sebagai Aplikasi Parasit dan Spyware

CEO Reddit Tuding TikTok Sebagai Aplikasi Parasit dan Spyware

Tekno | Jum'at, 28 Februari 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

×