Mengetahui Penyebab Angin Puting Beliung

Rifan Aditya

Minggu, 24 Januari 2021 | 11:42 WIB
Mengetahui Penyebab Angin Puting Beliung
Ilustrasi - Angin puting beliung. [Antara Lampung/Hisar Sitanggang/scrs]

Suara.com - Bencana angin puting beliung tidak bisa dianggap sepele, karena bisa menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Apa saja penyebab angin puting beliung?

Penyebab Puting Beliung

Peneliti BMKG Bandung Yan Firdaus Permadhi menjelaskan, bahwa fenomena angin puting beliung dapat dibedakan menjadi dua faktor penyebab.

Yang pertama, saat terjadi puting beliung pada musim kemarau. Sedangkan, pada musim hujan, penyebab angin puting beliung dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus atau cb, di mana kemunculan awan cb tersebut biasanya tiba-tiba.

Cumulonimbus adalah sebutan untuk awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Cumulonimbus ini berasal dari Bahasa Latin, yaitu “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan.

Potensi terjadinya angin puting beliung juga akan bertambah besar saat pertumbuhan awan cumulonimbus semakin banyak.

Pengertian Angin Puting Beliung

Jadi bisa dibilang bahwa angin puting beliung atau yang biasa disebut juga dengan angin puyuh, angin ribut, angin leysus/leses ini adalah sebuah kejadian alam yang cukup berbahaya.

Walaupun terjadinya cukup singkat dan berada dalam area skala yang sangat lokal. Namun angin puting beliung ini berkecepatan tinggi, berkisar 63-90 kilometer/jam. Dengan kecepatan seperti itu, maka angin yang berputar dan membentuk pusaran ini mampu menghancurkan apa saja yang dilewati di depannya.

baca juga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menjelaskan karakteristik kapan waktu terjadinya angin puting beliung, tentunya dengan tujuan agar masyarakat bisa mengetahui informasi ini dan lebih waspada.

Biasanya angin puting beliung terjadi saat pancaroba, baik peralihan dari musim penghujan ke kemarau ataupun sebaliknya. Angin puting beliung ini juga tidak memiliki siklus karena sangat jarang terjadi susulan di lokasi yang sama.

Selain itu, angin puting beliung lebih sering terlihat saat siang atau sore hari. Sangat jarang kejadian munculnya angin ini pada malam hari.

Nah, setelah mengetahui pengertian hingga penyebab angin puting beliung, lalu bisakah kita mendeteksi terjadinya fenomena alam itu? Apakah bisa kita mengantisipasinya?

Jawabannya adalah bisa! Namun kita hanya mempunyai waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelumnya untuk bisa mendeteksi kemunculan angin puting beliung ini.

Seperti itulah penjelasan tentang penyebab angin puting beliung. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan kita semua.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skenario Terburuk: Lima Fenomena Cuaca Kepung Indonesia Bersamaan

Skenario Terburuk: Lima Fenomena Cuaca Kepung Indonesia Bersamaan

Bogor | Minggu, 24 Januari 2021 | 06:10 WIB

Waspada, Skenario Cuaca Terburuk sedang Terjadi di Indonesia

Waspada, Skenario Cuaca Terburuk sedang Terjadi di Indonesia

Tekno | Minggu, 24 Januari 2021 | 05:05 WIB

BMKG Peringatkan Risiko Gempa di Sultra

BMKG Peringatkan Risiko Gempa di Sultra

Tekno | Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:13 WIB

Terkini

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 07:30 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:28 WIB

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:25 WIB

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:24 WIB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:17 WIB

Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z

Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 07:15 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 07:00 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

News | Jum'at, 25 September 2026 | 06:45 WIB

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 06:30 WIB

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

×