- Perlindungan digital bagi remaja kini ditingkatkan melalui fitur otomatis pada platform seperti Instagram dan Facebook.
- Orang tua perlu menjaga komunikasi terbuka dan rasa ingin tahu terhadap dunia daring anak tanpa interogasi.
- Fitur bawaan platform membantu mengatur waktu layar otomatis dan membatasi interaksi dengan orang asing bagi remaja.
Suara.com - Momentum Safer Internet Day kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan remaja di ruang digital.
Di tengah derasnya arus tren, grup chat yang tak pernah sepi, serta kemunculan aplikasi baru yang silih berganti, orang tua kini dituntut lebih adaptif dalam mendampingi anak tanpa harus mengawasi setiap isi percakapan mereka.
Kabar baiknya, perlindungan digital kini semakin canggih. Platform seperti Instagram, Facebook, dan Messenger telah menghadirkan sistem perlindungan otomatis bagi pengguna remaja melalui pengaturan khusus yang aktif secara default.
Namun, keamanan digital tidak hanya soal teknologi—melainkan juga komunikasi di rumah.
1. Tetap “Kepo” dengan Dunia Digital Remaja
Bagi banyak remaja, media sosial bukan sekadar tempat bersosialisasi, tetapi juga ruang untuk belajar, menekuni hobi, hingga membangun komunitas.
Orang tua mungkin tidak selalu memahami kreator favorit atau humor yang mereka gunakan, tetapi membangun rasa ingin tahu adalah langkah awal membangun kepercayaan.
Alih-alih menginterogasi, orang tua disarankan untuk bertanya dengan santai:
“Apa yang paling kamu suka saat online?” atau “Kalau ada orang asing kirim pesan, kamu biasanya bagaimana?”
Baca Juga: Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming

Pendekatan dua arah yang hangat dapat menciptakan rasa aman. Diskusi terbuka membuat remaja lebih nyaman berbagi pengalaman, termasuk ketika mereka menghadapi situasi tidak menyenangkan di dunia maya.
2. Manfaatkan Fitur Keamanan Bawaan untuk Remaja
Platform milik Meta Platforms kini secara otomatis menerapkan pengaturan keamanan ketat bagi pengguna di bawah 18 tahun.
Beberapa perlindungan yang aktif secara default antara lain:
- Orang asing tidak dapat mengirim pesan langsung.
- Hanya teman yang bisa memberi tag.
- Konten sensitif tersaring otomatis sesuai usia.
- Gambar mencurigakan di DM akan diburamkan (auto-blur).
- Untuk remaja di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan memerlukan izin orang tua.
Langkah ini dirancang untuk meminimalkan risiko paparan konten tidak pantas serta interaksi berbahaya tanpa harus membuat orang tua memeriksa seluruh aktivitas anak.
3. Atur Screen Time Tanpa Drama
Isu screen time kerap menjadi sumber perdebatan di banyak keluarga. Kini, tersedia fitur pengingat otomatis yang membantu remaja mengatur waktu penggunaan media sosial.
Setelah 60 menit penggunaan, sistem akan mengirim notifikasi untuk beristirahat. Bahkan, Sleep Mode aktif otomatis pukul 22.00 hingga 07.00, membisukan notifikasi serta mengirim balasan otomatis.
Bagi orang tua yang ingin kontrol lebih ketat, fitur pengawasan memungkinkan:
- Mengatur batas waktu harian.
- Memblokir akses pada jam tertentu.
- Membatasi penggunaan saat jam belajar, makan bersama, atau waktu tidur.