Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data per 1 Februari 2021, tercatatkan ada 277 bencana di Indonesia. Data tersebut diambil sejak 1 Januari hingga 1 Februari 2021 pada pukul 15.00 WIB.
Dari catatn tersebut, sebagian besar didominasi banjir yang terjadi sebanyak 171 kejadian. Disusul tanah longsor sebanyak 48, angin puting beliung dengan jumlah 45, gempa Bumi dan gelombang pasang serta abrasi enam kejadian, dan kebakaran hutan satu kejadian.
Dampak bencana tersebut sudah menelan 191 korban meninggal dunia dan sembilan orang hilang.
Tak hanya itu, sebanyak 12.042 luka-luka dan 1.576.782 orang menderita dan harus mengungsi akibat bencana tersebut.
![Catatan BNPB bencana di Indonesia. [Twitter]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/02/70888-catatan-bnpb.jpg)
Selain korban jiwa, bencana alam tersebut juga mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Tercatat sebanyak 44.353 rumah mengalami kerusakan, dengan 5.219 rusak sedang dan 34.837 rusak ringan.
Data kerusakan lainnya tercatat sebanyak 1.206 fasilitas umum rusak, dengan rincian 603 fasilitas pendidikan, 512 fasilitas ibadah, dan 91 fasilitas kesehatan.
Data yang dibagikan melalui akun Twitter resmi BNPB pada 1 Februari juga menunjukkan sebanyak 200 kantor dan 72 jembatan mengalami kerusakan.
Peta persebaran menunjukkan titik bencana paling banyak terjadi di Jawa Tengah sebanyak 50 titik kejadian. Disusul Jawa Barat 43 titik kejadian, Jawa Timur 42 titik, dan Aceh 30 titik.
Selain bencana alam, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan pandemi virus Corona (Covid-19) sebagai bencana nasional non-alam sejak 13 April 2020.